nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Tips Motor 2-tak Lolos Uji Emisi

Tips Motor 2-tak Lolos Uji Emisi


Sejak November 2021, Pemprov DKI Jakarta menerapkan sanksi tilang bagi kendaraan yang tidak lolos ambang batas emisi. Peraturan ini berlaku bagi kendaraan mobil, dan sepeda motor. Lantas bagaimana dengan motor 2-tak yang dikenal menghasilkan polusi tinggi?

Tenang Bro Deltalube, pemerintah menetapkan nilai ambang batas emisi yang berbeda antara motor 2-tak dan 4-tak. Nilai ambang batas emisi untuk motor 2 tak produksi di bawah tahun 2010 adalah, CO (karbonmonoksida) di bawah 4,5 persen, dan HC (hidrokarbon) di bawah 12.000 ppm. Tapi, tetap ada triknya nih Bro Deltalube agar motor 2-tak kalian bisa tetap lolos uji emisi. Simak tipsnya berikut ini.

Bersihkan Ruang Bakar

Pembakaran yang terjadi pada mesin 2-tak memang tidak bersih. Oli samping yang berguna untuk melumasi dinding silinder, akan ikut terbakar bersama bahan bakar. Akibatnya, area ruang bakar yang meliputi kepala piston dan kubah silinder akan lebih cepat berkerak.

Jika kerak sudah menumpuk, pembakaran yang terjadi makin tidak sempurna. Kerak tersebut juga bakal menambah emisi gas buang, karena sejatinya ia adalah tumpukan kerak karbon. Untuk itu, kita harus rajin bersihkan ruang pembakaran dan juga rutin ganti busi agar pembakaran menjadi lebih bersih.

Bersihkan dan Setting Karburator

Seluruh motor 2-tak untuk penggunaan jalan raya di Indonesia, masih menggunakan sistem asupan bahan bakar karburator. Bersihkan juga karburator secara berkala, agar rasio pencampuran udara dan bahan bakar tetap akurat.

Selain itu, setting karburator juga harus tepat agar mesin tidak menghasilkan emisi gas buang berlebih. Setting ukuran Pilot Jet, Main Jet, dan jarum skep sesuai standarnya. Atur juga putaran udara di karburator sudah sesuai kebutuhan mesin. Kita bisa pakai ukuran Pilot Jet, Main Jet yang lebih kecil, agar pembakaran mesin menjadi lean atau kering. Dengan begitu, emisi yang dihasilkan diharapkan akan turun.

Gunakan Knalpot Standar

Kawasaki Ninja dan Yamaha RX-King generasi akhir, sudah dilengkapi knalpot dengan catalytic converter. Kandungan logam mulia seperti Paladium dan Platinum dalam catalytic converter, mampu memecah senyawa berbahaya seperti CO dan HC pada gas buang, menjadi senyawa yang lebih aman. Untuk itu pastikan kalian gunakan knalpot standar agar lolos uji emisi.

Baca Juga : Oli Samping Motor 2 Tak, Berikut Takaran Ideal Nya

Knalpot standar di motor 2-tak lain juga bisa menekan emisi. Hal itu karena knalpot standar didesain bersekat sekat, sehingga gas buang bisa kembali bersirkulasi ke ruang bakar untuk digunakan pada pembakaran selanjutnya. Jadi tidak langsung keluar seperti saat menggunakan knalpot free flow.

Tambahan nih Bro Deltalube, mekanisme HSAS (High Performance Secondary Air System) di Kawasaki Ninja, sebaiknya jangan dilepas ya. Piranti tersebut berfungsi akan menginjeksikan udara segar ke exhaust port untuk menekan emisi gas buang. Uji emisi motor 2-tak, siapa takut!

pbnbigesdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas