nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Posisi

Tag: Posisi

Posisi Setir Mobil Belok Saat Parkir, Merusak Power Steering?

Tidak sedikit pemilik yang berpedoman bahwa saat parkir, setir atau kemudi mobil harus dalam keadaan lurus. Dengan alasan bisa merusak komponen power steering. Benarkah begitu?

Jawabannya bisa iya dan bisa tidak. Mengapa demikian? Yuk, kita bedah sama-sama.

Parkir dalam keadaan setir membelok memang bisa merusak komponen power steering. Hal ini bisa terjadi pada mobil yang masih menggunakan power steering model hidraulis. Sejatinya, power steering hidrulis bekerja menggunakan oli yang memberi tekanan pada rack steer. Tekanan itulah yang meringankan beban kerja tangan ketika memutar setir.

Saat setir sedang dibelokkan ke satu sisi, maka tumpuan beban tekananan oli power steering akan berada di salah satu bagian. Pada saat kondisi mesin mati, oli akan terus menekan dan tidak bersirkulasi.

Memang efeknya tidak akan terjadi secara instan. Namun bila dilakukan dalam jangka panjang, seal dan jalur oli tidak mampu menahan beban yang berujung bisa jebol. Oli power steering akan bocor sehingga tidak bisa bekerja secara optimal.

Lain halnya dengan mobil zaman now yang sudah mengaplikasi komponen power steering model elektrik atau EPS. Parkir dengan posisi ban membelok tidak akan berpengaruh pada perangkat ini.

Cara kerja EPS di mana motor ekektrik mendapat tenaga listrik atas perintah ECU yang bekerja mengikuti putaran mesin. Maka, ketika mesin mati tidak ada penyaluran tenaga ke ECU atau komponen elektrikal lain. Termasuk komponen EPS, motor elektriknya tidak mendapatkan tenaga listrik sehingga tidak terbebani seperti halnya power steering hidraulis.

Baca Juga : Masalah bila Oli Power Steering Bocor

Terlepas mobil boleh atau tidak parkir dalam keadaan setir membelok, parkir dengan ban lurus juga ada manfaatnya loh. Terutama pada mobil yang sedang parkir paralel. Hal ini akan memudahkan petugas parkir ketika memindahkan mobil. bayangkan bila setir dalam kedaaan belok, mobil akan susah dipindahkan.

Posisi Mengemudi Mobil Ideal – Deltalube

Dalam hal berkendara, keselamatan harus selalu menjadi prioritas. Mulai dari mentaati rambu-rambu lalu lintas, mengenakan alat keselamatan berkendara dan seterusnya. Tidak terkecuali posisi mengemudi, khususnya mobil. Hal ini juga penting untuk diperhatikan agar pengendara selalu sigap, waspada dan tentunya nyaman ketika berkendara.

Tidak sedikit pengendara yang beranggapan posisi duduk yang nyaman adalah posisi yang aman. Padahal posisi duduk yang terlalu nyaman, kadang malah membuat pengendara lengah atau terlena saat berkendara. Sehingga, sopir tidak peka terhadap kondisi sekitar. Bahkan tak merasa kondisi badan yang mulai lelah. Perlu diingat, kelelahan adalah salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi.

Lantas, bagaimana posisi mengemudi mobil yang ideal?

Menurut para pakar keselamatan berkendara (safety driving), pengemudi harus memenuhi unsur “3K” dalam berkendara, yaitu Komunikasi, Kenyamanan dan Kontrol. Dalam mengemudi, posisi duduk, tangan dan kaki adalah kuncinya.

Pertama, posisi duduk. Idealnya, untuk mobil manual adalah kaki dapat menjangkau dan menekan pedal kopling secara penuh.

Sedangkan untuk mobil matik, kaki harus dapat menekan pedal rem dengan sempurna. Lalu, atur sandaran punggung dengan meletakkan salah satu tangan di arah jam 12 kemudi dengan posisi lurus. Posisi sandaran harus bisa menempel secara keseluruhan di punggung pengemudi yakni dari bahu hingga pinggang.

Jangan lupa, ketika posisi duduk sudah nyaman, pengemudi dapat mengatur safety belt, kaca spion dan memastikan semua instrumen di mobil dapat terjangkau. Semua hal ini dilakukan sebelum mobil berjalan ya.

Berikutnya adalah posisi tangan. kami akan mendeskripsikan posisi tangan di kemudi berdasarkan arah jam sebagai tolok ukur. Saat berkendara, posisi tangan harus berada di arah jam 9 dan 3. Hal ini agar pengemudi dapat menjangkau semua tuas kontrol.

Selain itu, di posisi ini dirasa paling ideal ketika pengendara memutar kemudi dan juga sigap saat membutuhkan respon yang cepat dalam keadaan darurat. Tidak sedikit pengendara yang mengemudi dengan menggunakan satu tangan. Hal ini sangat tidak disarankan, karena hampir pasti respon pengemudi jauh lebih lambat ketimbang berkendara dengan dua tangan.

Terakhir adalah posisi kaki. Dalam menentukan posisi kaki, tergantung mobil yang digunakan. Untuk mobil manual, biasakan posisi kaki kiri tidak selalu menempel pada pedal kopling. Posisikan kaki kiri pada footrest yang tersedia di mobil.

Sedangkan untuk mobil matik, posisi kaki kiri harus selalu berada di footrest. Hanya dibutuhkan kaki kanan untuk mengoperasikan pedal gas dan rem. Posisi terbaik adalah kaki kanan tegak lurus dalam mengoperasikan pedal rem. Lalu miring ke kanan dalam menekan pedal gas.

Baca Juga : Jangan Buru-buru Jalan Sebelum Mengatur Bagian Ini, Bahaya!

Sangat tidak disarankan untuk mengoperasikan pedal rem dengan kaki kiri di mobil matik. Memang hal ini lazim dilakukan oleh para pembalap yang lebih dikenal dengan “left foot braking”. Namun perlu diingat, seorang pembalap adalah individu profesional yang sangat terlatih dan tahu benar apa yang harus dilakukan. Jadi untuk pengemudi rata-rata, cukup memakai kaki kanan saja ya.

Kembali ke atas