Oli Berwarna Hitam, Apakah Pertanda Bahwa Mesin Rusak?

Oli Berwarna Hitam, Apakah Pertanda Bahwa Mesin Rusak?

Sumber gambar: Aktual.com

Seringkali banyak pemilik kendaraan tidak terlalu memerhatikan kondisi mesin, karena kurangnya pemahaman akan mesin. Jika kendaraannya mengalami masalah, biasanya pemilik kendaraan langsung menyerahkan hal ini ke bengkel. Padahal salah satu cara untuk mengecek masalah mesin juga dapat dilihat dari kondisi oli mesin yang digunakan.

Pengecekan oli mesin tidak membutuhkan waktu yang lama dan dapat dilakukan di rumah. Dengan memerika oli mesin, Anda dapat mengetahui kondisi kendaraan dari tingkat kekentalan dan warna cairan oli tersebut, apakah kendaraan masih memberikan performa yang baik atau tidak.

Warna oli yang masih bewarna kekuningan menunjukkan bahwa mesin mobil masih dalam kondisi yang baik, dan jarak yang ditempuh masih sedikit. Pada kondisi warna oli seperti ini Anda tidak perlu melakukan pergantian oli.

Sedangkan warna oli yang berubah menjadi warna putih susu menandakan bahwa oli tersebut sudah tercampur dengan air. Adanya lubang pada dinding pemisah di dalam mesin mengakibatkan terjadinya pencampuran oli dan air. Jika Anda mengalami kondisi oli yang seperti, ada baiknya Anda segera membawa kendaraan Anda untuk melakukan pengecekan di bengkel.

Baca juga : 4 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN SEBELUM MEMBELI OLI KENDARAAN

Warna oli yang bewarna hitam dapat menandakan bahwa kendaraan yang digunakan sudah melewati jarak tempuh yang ditentukan. Sangat disarankan untuk melakukan penggantian, karena akan dapat merusak mesin karena fungsi oli sebagai pelumas sudah tidak lagi bekerja dengan baik. Namun, Anda juga harus memeriksa terakhir kali kapan mengganti oli. Jika penggantian oli baru saja beberapa hari namun sudah berubah menjadi warna hitam, hal ini dapat mengindikasi bahwa penyebab perubahan warna oli ini tidak berada pada mesin yang rusak. Oli yang memiliki fungsi sebagai pembersih  juga bisa mengubah warna oli. Oli berperan untuk membersihkan permukaan dinding silinder terhadap oksida, kerak-kerak yang ditimbulkan akibat proses pembakaran dan juga untuk permbersihan karbon. Hal ini juga dapat disebabkan karena filter oli yang sudah perlu diganti.

Sehingga jika oli sudah berubah warna hitam setelah beberapa hari penggantian, jangan panik dan terburu-buru untuk mengganti oli. Karena pada dasarnya oli tersebut masih dapat dipakai, dan berfungsi dengan baik. Namun, jangan lupakan tingkat kekentalan dari oli tersebut. Jika tidak berubah masih seperti kondisi awal menunjukkan bahwa oli masih dapat digunakan. Jika mengalami perubahan sebaiknya cepat diganti.

Perubahan warna oli menjadi hitam juga bisa terjadi karena mesin mobil yang sudah lama, kerak pada mesin yang menempel sudah menumpuk dan oli tersebut membersihkannya sehingga oli berubah warna menjadi hitam.

Oli mesin yang bewarna hitam kotor merupakan sebuah pertanda bahwa oli mesin harus segera diganti. Karena oli sudah bercampur dengan butiran besi halus yang berasal dari gesekan antarkomponen. Oli yang sudah lama dipakai dan tidak diganti akan menyebabkan penurunan fungsi peumas pada fungsi oli. Hal ini akan mengakibatkan pergesekan mesin menimbulkan suhu mesin cepat naik dan mengakibatkan turun mesin. Ketika mobil sudah mengalami turun mesin biaya yang dikeluarkan akan semakin banyak.

Oleh karena itu lakukan pengecekan oli secara berkala untuk mengetahui kondisi mesin dan dapat meminimilkan biaya yang tidak perlu untuk perawatan mobil.