nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Perjalanan

Tag: Perjalanan

Mobil yang Cocok Untuk Perjalanan Jarak Jauh

Mobil yang Cocok Untuk Perjalanan Jarak Jauh

Sumber gambar: duitpintar

Kegiatan mudik Lebaran merupakan salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat untuk menyambut hari raya Idul Fitri 1438 H di tahun 2017 ini. Berkumpul bersama orang-orang yang disayangi untuk merayakan Lebaran merupakan kewajiban bagi sebagian umat muslim di Indonesia.

Persiapan yang matang perlu dilakukan untuk mempersiapkan kegiatan Lebaran berjalan lancar, salah satunya adalah kendaraan yang akan digunakan untuk mudik. Pemilihan mobil yang cocok untuk perjalanan jarak jauh merupakan hal krusial agar perjalanan mudik dapat berjalan secara nyaman dan aman.

Mobil yang cocok untuk perjalanan jarak jauh membutuhkan kriteria seperti kabin yang lapang dan nyaman, bagasi yang lebar juga dibutuhkan untuk mengangkut barang bawaan yang banyak, serta mesin bertenaga besar dengan pengunaan bahan bakar yang irit.

Kendaraan mobil pun terbagi menjadi beberapa tipe seperti sedan, hatchback, dan lain-lain. Tetapi tidak semua jenis mobil tersebut cocok untuk menempuh perjalanan jarak jauh.  Dari berbagai tipe mobil tersebut, setidaknya terdapat dua tipe mobil yang cocok untuk perjalanan jarak jauh, seperti tipe multi-purpose vehicle (MPV) dan sport utility vehicle (SUV).

MPV dan SUV memiliki kriteria yang cocok untuk menempuh perjalanan jarak jauh. Mengapa? Berikut beberapa info mengenai mobil yang cocok untuk perjalanan jarak jauh.

Multi-purpose vehicle (MPV)

Salah satu keunggulan yang dimiliki MPV untuk perjalanan jarak jauh adalah dimensi yang lebih besar yang membuat mobil MPV dapat menampung penumpang hingga mencapai 7 orang. Ruangnya yang lapang dapat memberikan kenyamanan bagi pengendara, serta biasanya kapasitas mesin mobil MPV di atas 1500cc, sehingga tipe mobil ini memiliki tarikan tenaga yang mampu melaju kencang dengan beban yang banyak.

Namun, mobil jenis MPV ini memiliki sedikit kekurangan yaitu ketika digunakan untuk melewati jalan yang cukup rusak akan sulit karena adanya ground clearance yang cukup rendah. Ground clearance atau ride height merupakan jarak antara bagian terendah mobil dengan jalan.

Beberapa contoh mobil jenis MPV adalah Honda Mobilio, Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, Nissan Grand Livina, dan Suzuki APV.

Sport utility vehicle (SUV)

Mobil jenis SUV ini memiliki keunggulan yaitu ground clearance yang tinggi sehingga pergerakan mobil akan lebih smooth saat di jalan rusak sekalipun. Mobil SUV ini dapat mengangkut penumpang dan barang bawaan yang jumlahnya cukup banyak karena memiliki bodi atau dimensi yang cukup besar.

Untuk mesin yang digunakan mobil SUV ini biasanya memilliki tenaga mesin yang cukup kuat, sehingga performa mobil tidak perlu diragukan lagi. Namun, karena kebutuhan mesin yang besar maka penggunaan bensin pun lebih banyak dibandingkan dengan mobil MPV.

Terdapat beberapa pilihan mobil SUV yang dapat dijadikan pilihan untuk perjalanan jarak jauh yaitu Toyota Fortuner, Daihatsu Terios, dan Mitsubishi Pajero Sport.

Mobil seperti city car atau hatchback, memang tidak disarankan untuk perjalanan jarak jauh. Sesuai dengan namanya yaitu city car mobil ini diperuntukkan untuk berkendara di dalam kota. Walaupun mobil ini dapat menampung penumpang sampai 5 orang, tetapi sangat tidak disarankan untuk perjalanan jauh, karena rute jalanan juga akan berbeda dengan kota dan dipenuhi dengan kendaraan-kendaraan besar, misalnya truk atau bus.

Dari dua pilihan jenis mobil diatas, Anda dapat memilih tipe mobil sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengetahui jenis mobil apa yang cocok digunakan untuk perjalanan jarak jauh, Anda bisa pertimbangkan dari berbagai segi seperti kenyamanan kabin, ketahanan mesin, hemat dan ekonomis, dan juga kapasitas penumpang sehingga perjalanan Anda dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Baca juga : LAKUKAN 3 CARA INI UNTUK MENGHEMAT BBM

Persiapan Motor Matic untuk Perjalanan Jauh

Touring atau berkendara jauh naik motor, memang menyenangkan. Awalnya, touring pakai motor matic masih jarang dilakukan, karena motor matic dianggap kurang tangguh untuk melibas trek jarak jauh. Tapi kini, motor matic semakin banyak digunakan untuk perjalanan jauh seperti touring, bahkan untuk mudik. Lalu apa kah ada persiapan khusus untuk touring menggunakan motor matic? Yuk simak selengkapnya.

Bagian CVT

Hal paling krusial dari motor matic adalah bagian CVT. Servis bagian CVT untuk membersihkan, dan inspeksi jika ada komponen yang sudah harus diganti. Cek bagian belt, apakah sudah mulai habis dan getas? Ganti jika sudah menunjukkan tanda aus dan getas. Karena jika diabaikan, belt berpotensi putus di tengah perjalanan, dan membuat motor tidak bisa melaju.

Selain belt, cek bagian roller, slide piece, kampas ganda CVT dan karet bushing kampas ganda. Cek dang anti komponen ini juga sudah menunjukkan tanda keausan yang tidak wajar. Bersihkan seluruh komponen CVT dan greasing ulang, komponen yang memerlukan grease. Gunakan grease berkualitas seperti Deltalube 056 General Purpose Grease EP2.

Bagian Mesin

Untuk bagian mesin, tidak ada perbedaan perlakuan antara motor matic dan non-matic. Lakukan servis berkala seperti ganti oli, filter oli, filter udara, dan busi. Bersihkan juga bagian karburator atau throttle body untuk motor injeksi.

Lebih baik jika kita juga melakukan pembersihkan karbon di ruang bakar. Jika ruang bakar bersih, pembakaran bisa terjadi lebih sempurna. Pembersihan karbon ruang bakar, bisa mengembalikan performa dan efisiensi mesin motor yang telah hilang seiring waktu.

Bagian Kaki-kaki

Bagian kaki-kaki juga perlu dicek, agar motor matic aman selama perjalanan jauh. Motor matic punya diameter roda yang lebih kecil dari motor bebek atau sport, sehingga beban di area kaki-kaki jadi lebih berat. Kita perlu cek bagian bearing roda depan, karena komponen ini yang sering aus. Jika bearing sudah kena, gerak roda depan jadi tidak seimbang dan bisa membuat setang motor bergetar. Cek bagian pelek, apakah masih lurus? Press jika ada bagian yang bengkok.

Baca Juga : Agar Perjalan Jauh Nyaman, Periksa Bagian Ini

Cek juga area shock absorber agar kita tetap nyaman dalam perjalanan. Cek bagian shock absorber depan, apa ada kebocoran oli? Ganti seal shock jika sudah ada kebocoran oli. Ganti juga shock absorber belakang jika sudah ada kebocoran oli. Jangan lupa cek keausan ban, dan ganti jika sudah terlalu aus.

Pemotor Wajib Pakai Helm Ini Untuk Perjalanan Jauh

Bagi para pemotor, helm adalah perlengkapan penting yang wajib dikenakan Ketika berkendara. Menjadi wajib karena helm berfungsi sebagai pelindung kepala bila terjadi benturan. Terlebih saat berkendara jauh alias touring. Semakin jauh perjalanan, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Lantas, helm yang bagaimana yang sebaiknya dipakai saat touring? Yuk, kita intip sama-sama.

Saat ini begitu banyak model helm yang beredar di pasaran. Namun yang umum digunakan bisa digolongkan menjadi dua yakni helm full face dan helm half face. Tidak jarang terjadi perdebatan di kalangan bikers perihal tingkat keamanan antara keduanya. Untuk itu, kita bedah terlebih dahulu perbedaannya.

Helm jenis half face diciptakan sebagai pelindung kepala, namun tidak untuk bagian wajah. Karena bagian muka pada helm half face hanya dilindungi oleh kaca atau visor. Helm tipe ini menjadi favorit karena lebih mudah dipakai dan dilepas. Saat berkendara jarak dekat, tipe ini kerap menjadi pilihan. Sedangkan untuk perjalanan jarak jauh, helm ini tidak direkomendasi karena masih ada celah yang tidak terlindungi di bagian wajah. Seperti yang sudah disebutkan di atas, semakin jauh perjalanan, semakin tinggi pula risiko yang bisa terjadi.

Sesuai dengan Namanya, jenis helm full face memiliki perlindungan yang menyeluruh untuk kepala. Termasuk pada bagian wajah. Tipe helm ini memang lebih bisa diandalkan dari segi perlindungan. Selain melindungi kepala, helm full face juga melindungi dari terpaan angin yang kerap mengganggu konsentrasi rider. Bukan tanpa kekurangan, helm full face dinilai lebih tidak praktis ketimbang half face. Terlebih saat cuaca panas dan ventilasi yang dimiliki helm tersebut tidak mumpuni.

Baca Juga : Visor Helm Motor Juga Perlu Perawatan

Pun begitu, helm full face adalah yang paling disarankan untuk dipakai berkendara jarak jauh. Karena helm ini lebih meminimalisir risiko bila terjadi benturan. Dalam hal berkendara apapun jenisnya, sisi keselamatan harus menjadi nomor satu. Karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi Ketika kita berada di jalan raya.

Happy and safety riding ya guys!

Kembali ke atas