5 Alasan Mengapa Orang Salah Memilih Oli Mobil

5 Alasan Mengapa Orang Salah Memilih Oli Mobil

Sumber gambar: LinkedIn

Oli yang bagus dapat menjaga performa serta memperpanjang usia mesin mobil. Oleh karena itu Anda tidak bisa sembarang menggunakan atau memilih oli. Karena hal itu dapat berakibat pada performa mesin mobil yang menurun. Walaupun dampak yang akan dirasakan tidak akan muncul secara langsung, tetapi jika diteruskan pemakaiannya akan berdampak jangka panjang. Untuk itu sangat dibutuhkan perawatan mesin yang baik, salah satunya dengan pemilihan oli yang bagus. Terkadang pengguna kendaraan kurang paham mengenai oli yang bagus dan akhirnya salah memilih oli mobil. Berikut merupakan kesalahan yang biasa orang lakukan dalam memilih oli:

1. Oli terlalu kental

Setiap spesifikasi mesin kendaraan membutuhkan pelumas mesin yang berbeda. Mesin mobil yang seharusnya menggunakan oli lebih cair, seperti kendaraan generasi modern, akan berakibat fatal jika diisi dengan oli SAE 20W50. Sebab oli yang kental tidak dapat melewati celah-celah yang sempit pada komponen mesin.

Sehingga mesin yang tidak terlumasi dengan baik akan mengakibatkan komponen mesin saling bergesekan satu sama lain tanpa adanya bantuan oli, dan akan membuat suhu mesin menjadi naik dan menyebabkan overheat (panas berlebih).

2. Oli terlalu encer

Oli yang terlalu encer untuk kendaraan yang membutuhkan oli kental, seperti mesin diesel akan mengakibatkan oli tidak dapat bekerja secara maksimal. Oli akan bekerja maksimal jika digunakan untuk spesifikasi mesin kendaraan yang tepat. Oli yang terlalu encer akan kesulitan untuk melumasi celah-celah komponen mesin yang lebar.

3. Harga oli mahal berarti bagus

Oli yang bagus tidak ditentukan berdasarkan harganya. Bukan berarti harga oli yang mahal merupakan indikasi bahwa oli tersebut cocok untuk kendaraan Anda. Sebagian orang menganggap harga yang mahal merupakan yang terbaik. Padahal sebuah kualitas oli diperhatikan dari zat aditif yang digunakan. Sebagai pengguna kendaraan, Anda harus memerhatikan kode-kode standar American Petroleum Institute ( API ) dan Society of Automotive Engineers (SAE) yang  tertera pada kemasan oli, dan juga melihat buku panduan mobil, untuk membandingkan oli seperti apa yang bagus dan cocok untuk mobil Anda.

4. Oli palsu

Hal yang paling berbahaya untuk mesin mobil Anda adalah oli palsu. Oli palsu merupakan oli yang tidak memiliki standar kekentalannya serta standar material dan teknologinya.

Perbedaannya dapat dilihat dari beberapa penjelasan berikut:

  • Oli palsu biasanya memiliki warna lebih gelap dan pekat, sedangkan oli asli memiliki warna yang jernih.
  • Tekstur oli palsu lebih kasar dan biasanya terdapat serpihan logam , sedangkan oli asli lebih bersih dan lembut.
  • Oli asli memiliki bau yang khas, sedangkan oli palsu memiliki bau seperti bekas pembakaran, yang berasal dari oplosan.

5. Jarak kilometer penggantian oli

Sebagian orang kurang begitu memahami kapan harus mengganti oli mesin mobil mereka. Padahal hal itu merupakan hal yang penting dilakukan dalam merawat oli secara berkala. Biasanya bengkel resmi merekomendasikan jarak tempuh 5000 km sebagai waktu penggantian oli. Namun masih banyak orang yang mengabaikannya dan beranggapan bahwa oli tersebut masih layak digunakan. Penggantian oli yang bagus dan dilakukan sesuai standar merupakan cara yang baik untuk merawat mobil jangka panjang dan menjaga performa mesin agar dapat bekerja secara maksimal.

Baca juga : CARA MEMILIH OLI MESIN YANG BAGUS UNTUK MOBIL ANDA