nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Musim

Tag: Musim

Tips Berkendara Aman Saat Musim Hujan

Tips Berkendara Aman Saat Musim Hujan

Sumber Gambar : lb-law

Mengingat cuaca yang tidak menentu, Anda harus selalu hati-hati dan waspada saat berkendara. Terutama saat musim hujan, jalan raya akan bertambah licin dan jarak pandang akan terganggu karena air hujan. Tidak hanya itu saja, beberapa pengendara cenderung untuk mempercepat laju kendaraan ataupun ugal-ugalan agar sampai di tujuan lebih cepat. Inilah mengapa tingkat kecelakaan meningkat saat musim hujan tiba.

Maka dari itu, Anda harus tetap bisa waspada terhadap kondisi sekitar agar berkendara secara aman meskipun hujan lebat turun. Berikut ini adalah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan agar bisa berkendara dalam hujan dengan aman dan nyaman.

1. Kondisi mobil yang prima

Dalam kondisi hujan, selain tingkat kewaspadaan pengemudi yang harus ditingkatkan, kondisi mobil juga harus tetap terjaga. Salah satunya yaitu kondisi ban agar masih dalam kondisi yang bagus dan memiliki tekanan angin yang cukup. Kondisi ban yang prima sangat dibutuhkan untuk menghadapi kondisi jalan yang licin, karena air hujan dapat membuat ban yang licin jadi tergelincir atau bahkan melayang di atas air yang disebut dengan aquaplaning.

Baca juga : Tips Mobil yang Wajib Dibaca oleh Pemilik Mobil

2. Perhatikan Jarak Aman Kendaraan

Pada saat cuaca normal, jarak aman yang direkomendasikan adalah sekitar 2 detik saat melakukan pengereman. Namun dalam kondisi hujan disarankan Anda untuk menambah jarak aman menjadi 3-4 detik saat melakukan pengereman atau sekitar jarak 2-3 mobil. Hal ini diperlukan untuk menghindari proses pengereman yang terlambat karena kondisi jalanan dan kendaraan yang basah. Selain itu, hal ini juga bermanfaat untuk mencegah cipratan lumpur atau air yang dapat mengganggu pandangan Anda selama berkendara.

3.Nyalakan Lampu Utama

Jarak pandang Anda akan semakin berkurang saat hujan turun. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan pandang Anda selama berkendara dalam hujan, nyalakan lampu utama meskipun di siang hari. Dengan menyalakan lampu, pengendara lain juga akan terbantu ketika mereka datang dari arah yang berlawanan, sehingga mobil Anda akan lebih terlihat. Selain itu jangan nyalakan lampu hazzard meski hujan lebat. Lampu hazzard akan mengakibatkan pengendara lain menjadi kurang peka terhadap lampu rem karena terfokus dengan lampu hazzard. Terlebih lagi, pengendara lain jadi tidak tahu ke arah mana Anda akan berbelok.

4. Menepi Jika Hujan Terlalu Lebat

Ketika Anda merasa hujan menjadi semakin lebat dan kesulitan untuk melihat sekitar, hal yang perlu dilakukan adalah menepi. Jangan memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan, dan jangan lupa untuk menyalakan lampu hazzard saat menepi sebagai untuk memberitahu pengendara lain bahwa ada mobil yang menepi.

Ingatlah untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, terutama ketika hujan yang biasanya cukup rawan kecelakaan. Jangan terburu-buru untuk sampai ke tujuan dan selalu perhatikan keselamatan Anda dan orang di sekitar Anda.

 

Bagaimana Cara Merawat Motor Saat Musim Hujan?

Bagaimana Cara Merawat Motor Saat Musim Hujan?

Sumber gambar : lanesplitter.jaloponik

Sebagai pengendara motor, Anda harus tahu bagaimana cara merawat motor saat musim hujan. Mengingat sebentar lagi musim hujan tiba, ada beberapa hal yang harus disiapkan agar Anda tetap berkendara secara aman dan nyaman. Anda membutuhkan kewaspadaan ekstra untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Selain cara Anda berkendara, perawatan mobil selama musim hujan pun berbeda.

Perawatan sepeda motor tidak hanya dilakukan dari luar atau eksterior, melainkan juga harus merawat bagian dalamnya atau interior untuk menjaga keamanan dan kenyamanan saat berkendara. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, simak tips merawat motor selama musim hujan:

  1. Mencuci motor

Tidak sedikit orang yang menganggap mencuci motor saat musim hujan tidak diperlukan, karena tersiram air hujan secara terus-menerus. Padahal kandungan dari air hujan mengandung zat asam yang akan mengakibatkan karat pada motor. Meskipun Anda tidak sempat untuk mencuci motor, usahakan minimal Anda menyiram dengan air biasa untuk menghilangkan kandungan zat asam yang berasal dari air hujan.

Baca Juga : Hindari Salah Pilih Oli Motor Matic dengan Memperhatikan 4 Hal ini

  1. Ban

Saat musim hujan, jalanan akan penuh dengan genangan air yang sulit dihindari sebab pandangan selama musim hujan tidak terlalu jelas. Oleh karena itu sangat disarankan Anda untuk mengecek tekanan udara ban apakah masih cukup atau perlu ditambah lagi. Anda bisa dengan mudah menggunakan jempol untuk menekan kondisi ban. Ban yang kekurangan udara akan menyebabkan permukaan ban bersinggungan langsung dengan permukaan jalan, sehingga menyebabkan tarikan motor semakin berat dan membuat ban motor menjadi mudah tipis atau gundul. Sebaiknya Anda juga mencuci bagian ban atau menyiramnya dengan air agar bersih dari sisa-sisa air hujan yang dapat menyebabkan karat.

  1. Busi

Busi sendiri merupakan jantung dari motor yang harus dirawat dengan sebaik-baiknya, sebab tanpa busi motor tidak dapat dinyalakan. Ketika motor sudah selesai digunakan, sangat disarankan Anda mencabut karet penutup busi atau cop lalu tiup dan lap dengan menggunakan air bersih. Tidak hanya busi saja, bersihkan juga kabel dan jangan lupa untuk mengeringkan semuanya karena busi motor yang basah akan mengganggu proses ketika motor akan dinyalakan.

  1. Rantai

Rantai merupakan bagian yang paling mudah berkarat saat musim hujan tiba. Sifat air hujan yang memiliki keasaman akan menimbulkan karat pada rantai. Apalagi banyak motor yang rantainya tidak terlindung oleh penutup rantai, tentunya rantai akan semakin mudah berkarat. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan penutup rantai untuk mengurangi resiko rantai cepat berkarat.

  1. Knalpot

Jika terdapat kotoran yang menempel pada bagian dalam knalpot atau leher knalpot, hal ini bisa mengakibatkan knalpot menjadi keropos. Ditambah lagi kotoran tersebut sudah tercampur dengan air hujan. Sebaiknya setelah motor melewati genangan air hujan atau banjir dan, segera keluarkan air dari dalam knalpot.

Demikian beberapa informasi mengenai bagaimana cara merawat motor saat musim hujan. Tetaplah menjaga keselamatan dan terus waspada selama berkendara di musim hujan.

 

5 Tips Merawat Mobil Saat Musim Hujan

5 Tips Merawat Mobil Saat Musim Hujan

Sumber gambar : carfromjapan

Indonesia merupakan negara yang terletak di garis khatulistiwa, maka dari itu hanya terdapat dua musim di Indonesia yaitu musim panas dan musim hujan. Seperti dalam beberapa minggu ini musim hujan sudah mulai mengguyur Indonesia. Jalan raya menjadi semakin licin dan pandangan menjadi semakin terhalang karena air hujan. Dalam situasi seperti ini para pengendara harus lebih waspada dan hati-hati ketika berkendara. Tidak hanya itu, pengendara harus tetap melakukan perawatan mobil yang dapat menunjang performa kendaraan secara maksimal untuk menghindari bahaya berkendara selama musim hujan yang lebih berbahaya.

Baca juga : Tips Berkendara Aman Saat Musim Hujan

Banyak orang berpikiran bahwa air hujan sama seperti air biasa, sehingga mereka cenderung beranggapan kendaraan mereka yang terguyur air hujan menjadi bersih seperti layaknya di cuci. Namun kenyataannya tidak seperti itu, air hujan tidak memiliki kandungan yang sama dengan air biasa. Air hujan mengandung kadar garam yang lebih banyak dibandingkan dengan air biasa. Kadar garam tersebut akan merusak cat mobil dan juga dapat menyebabkan karat serta korosi. Selain itu, air hujan juga dapat membuat kendaraan jadi lebih cepat kotor.

Oleh karena itu, untuk menghindari masalah pada kendaraan Anda, ikuti 5 tips merawat mobil saat musim hujan berikut.

1. Usahakan Air Hujan Tidak Sampai Mengering di Mobil Anda

Ketika mobil Anda tersiram air hujan, usahakan agar air hujan tersebut tidak sampai mengering di mobil Anda. Mengapa demikian? Air hujan yang mengering akan meninggalkan sisa-sisa yang berbekas di bodi mobil dan lama kelamaan bisa merusak cat dan lapisan mobil.

Untuk membersihkannya,  Anda dapat menggunakan sabun khusus mobil serta spons yang halus untuk membersihkan kotoran-kotoran yang menempel. Kemudian bilaslah dengan air hingga bersih. Jika Anda terburu-buru, Anda cukup membilas sisa air hujan dengan air bersih agar sisa-sisa air hujan tidak menempel di bodi mobil.

2.Cek Bagian Dalam Mesin Mobil

Beberapa orang tidak mengecek bagian dalam mobil setelah terkena hujan, padahal bagian dalam mobil juga hal yang penting untuk diperiksa. Air bisa saja masuk ke celah-celah mobil yang sempit sekalipun seperti pada bagian mesin dalam mobil. Oleh karena itu Anda harus mengecek apakah terdapat air di bagian mesin mobil Anda karena  hal itu dapat menyebabkan kendaraan mogok.

3. Semprotkan Silicon Spray

Silicon Spray berfungsi untuk membuat bagian kaca dan karet menjadi lebih awet dan lentur. Dengan demikian, untuk menghadapi musim hujan seperti ini, penyemprotan silicon spray diperlukan secara berkala agar mampu menghadapi perubahan cuaca yang tiba-tiba.

4. Gunakan Karpet Untuk Mencegah Jamur

Musim hujan tiba, lantai mobil cenderung basah karena penumpang yang memasuki mobil memiliki alas kaki yang basah. Hal itu dapat menyebabkan timbulnya jamur di lantai mobil dan mobil menjadi cepat kotor. Untuk mencegah hal ini terjadi, gunakan karpet tambahan untuk melapisi mobil supaya alas kaki tidak bersentuhan langsung dengan lantai mobil.

5. Parkir Mobil di Garasi

Ketika Anda sudah mencuci mobil dan mengeringkannya, parkir kendaraan Anda di garasi untuk mencegah mobil terkena hujan lagi. Selain itu, memarkir mobil di garasi juga dapat membantu perawatan mobil untuk menghadapi cuaca panas sehingga lapisan mobil tidak mudah rusak.

Ban Pacul Aman Melibas Aspal Saat Musim Hujan

Pemilihan ban motor menjadi faktor penting untuk berkendara dalam berbagai kondisi jalan. Baik saat kondisi kering maupun basah. Lalu bagaimana dengan motor trail atau motor yang menggunakan ban pacul atau dual purpose? Benarkah ban model seperti itu memiliki risiko tergelincir tinggi ketika digunakan di aspal yang basah?

Mayoritas pabrikan motor telah mengunakan ban yang memang bisa digunakan saat kering maupun basah untuk produk mainstream. Tapi pada produk tertentu, sebut saja motor trail atau adventure, tentu dilengkapi dengan ban dengan desain blok yang lebih besar.

Kebutuhan desain tapak ban untuk kondisi jalan basah terletak pada kemampuan motif tapak (pattern) untuk mengalirkan air. Semakin cepat air yang terlindas dilepaskan ke sisi samping, tentu semakin baik. Hal itu membuat handling motor tetap terjaga, baik saat lurus atau belok.

Nah, ban pacul atau dual purpose dengan blok besar dan memiliki celah yang lebar dan dalam seperti ini biasanya malah tidak licin. Hal itu karena daya alir air biasanya lebih banyak dari ban harian biasa. Sehingga dapat menangani genangan air lebih baik, meski jumlah permukaan ban yang menempel ke aspal lebih sedikit.

Baca Juga : Motor Matic Terjang Banjir, Segera Periksa Bagian Ini

Tak hanya air, sesuai peruntukkannya, ban pacul ini pun mampu membuang lumpur, tanah atau kerikil saat di jalan offroad. Sehingga ban pacul atau dual purpose tetap bisa digunakan saat musim hujan. Tapi saat dipakai di jalan aspal menjadi kurang nyaman.  Jadi bukan masalah jika ban pacul sudah terpasang di motor. Tapi jika ingin memilih ban pacul sebaiknya gunakan jenis soft compound seperti untuk kompetisi.

Namun, yang perlu diperhatikan adalah tekanan ban. Walau kemampuan ban pacul dalam membuang air lebih baik, tapi jika tekanan ban kurang tentu bisa membuat motor tergelincir.  Kebanyakan pengguna motor menggunakan ban trail untuk harian dengan tekanan ban sedikit lebih rendah dari normal. Hal itu agar lebih nyaman di jalan aspal.

Cara Memilih Karpet Mobil Untuk Musim Hujan

Karpet menjadi salah satu kelengkapan penting di interior mobil. Bertindak sebagai alas kaki, karpet mobil juga perlu dirawat agar tetap bersih. Terlebih di musim penghujan, perlakukan perawatan karpet mobil tentu berbeda. Karena saat musim hujan, interior bisa lebih cepat kotor dan cuaca yang lembab dapat membuat interior beraroma kurang sedap.

Salah satu penyebab interior mudah tampak kotor dan bau lembab itu karena karpet mobil. Di saat musim hujan, saat pengemudi atau penumpang masuk ke mobil membawa air serta kotoran dari alas kaki. Alas kaki yang basah itu menyebabkan air dan kotoran bersarang di karpet mobil. Hingga pada akhirnya pemilik kendaraan perlu piawai dalam memilih karpet mobil yang sesuai kebutuhan di musim hujan.

Ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk memilih karpet mobil untuk musim hujan. Pemilik mobil tidak disarankan menggunakan karpet mobil berbahan beledu. Sebab, karpet jenis beledu lebih mudah dan banyak menyerap air. Selain itu, lebih sulit untuk dibersihkan saat terkena air atau kotoran lumpur yang terbawa kaki penumpang.

Lain halnya dengan karpet mobil berbahan karet atau pvc. Bahan ini tentu tidak menyerap air. Jika sudah kotor, karpet bisa dikeluarkan dan dibersihkan dengan mudah menggunakan kain lap atau dicuci sekali pun. Tak hanya itu, karpet mobil berbahan karet ini juga lebih cepat kering.

Baca Juga : Solusi Bau Apek di Kabin Mobil Jarang Pakai

Di samping bahan dasar karet, perhatian perlu ditujukan pada bagian permukaan karpet mobil. Baik permukaan atas maupun bawah. Upayakan mencari permukaan karpet mobil yang memiliki motif bergelombang atau serabut sehingga ada celah atau got untuk menampung air, pasir, atau kotoran yang terbawa kaki penumpang.

Sementara permukaan yang menempel dengan lantai atau karpet dasar, lebih baik pilih karpet mobil yang bagian bawahnya bergerigi atau kasar. Karena kalau permukaan bawahnya licin, bisa membuat kaki tergelincir. Sehingga karpet bisa menghalangi pedal gas atau rem. Terakhir, pastikan ukuran karpet mobil yang dipilih sesuai dengan ukuran ruang kaki di mobil. Sehingga ukurannya tidak terlalu besar yang dapat menghalangi pengoperasian pedal-pedal.

Memilih Ban Motor Untuk Musim Hujan

Kondisi ban menjadi salah satu perhatian utama pengendara motor saat musim hujan. Selain basah, permukaan jalan saat hujan pun terdapat pasir, lumpur dan lainnya yang terbawa air. Pemilihan jenis ban motor yang tepat pun menjadi faktor penting. Karena dapat menjaga motor tetap dapat bermanuver dengan aman di jalan basah.

Jenis ban yang harus dipakai tentunya adalah ban yang tidak licin. Sebab, di musim penghujan, permukaan jalan sering basah dan jika tidak berhati-hati saat bermanuver bisa tergelincir. Nah, di pasar tersedia beragam desain ban motor yang bisa dipilih. Berikut ini beberapa langkah untuk memilih ban motor yang aman untuk musim hujan.

Pastikan memilih ban yang memiliki banyak alur pada telapaknya. Hal ini dapat memudahkan dalam berkendara di jalan yang basah dan licin. Sebab, air hujan lebih mudah tersalurkan melalui alur pada permukaan ban yang menuju dinding ban. Sehingga pengendara pun terhindar dari tergelincir.

Baca juga : Tips Agar Aman Naik Motor Saat Hujan

Tidak direkomendasikan menggunakan ban dengan tapak kecil di jalan basah. Hal ini dikarenakan permukaan ban yang kecil membuatnya rentan tergelincir di jalan.

Sesuaikan tekanan ban dengan benar sesuai standar. Saat di jalan yang basah karena hujan, jika tekanan ban terlalu tinggi membuat ban tidak dapat mencengkeram permukaan jalan dengan baik. Kondisi ini justru membahayakan pengendara dan dapat membuat tergelincir. Sedangkan jika tekanan ban terlalu rendah, ban pun lebih mudah aus.

Bagi pengendara yang suka berkendara dalam rutinitas keseharian, ban dengan motif yang searah lebih direkomendasikan.

Perawatan Helm Saat Musim Hujan

Musim hujan mulai datang di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi hujan tentu membutuhkan penanganan khusus bagi para pengguna sepeda motor. Tidak terkecuali dengan helm, peranti keselamatan wajib berkendara ini juga butuh perlakukan khusus saat musim hujan.

Saat dipakai berkendara hujan, perlu dipastikan helm kedap air. Jika ada kebocoran, air bisa menyusup ke area interior dan membasahi kepala. Air bisa masuk melalui lubang ventilasi dan dari celah visor dan karetnya yang tidak rapat. Pastikan Bro Deltalube menutup ventilasi udara ketika hujan turun. Kalian juga harus setel kerapatan visor ke karet, melalui base plate-nya.

Memang tidak semua helm bisa disetel kerapatan visor-nya, biasanya hanya di helm premium yang bisa disetel. Cara setel base plate bisa beragam tergantung model helm, tapi prinsip umumnya saja saja. Kendurkan baut base plate, turunkan visor sampai bawah, lalu tekan visor ke arah dalam hingga rapat dengan karet. Sambil terus menekan visor ke arah belakang, kencangkan baut base plate. Untuk tes, apakah visor sudah rapat, kita bisa selipkan kertas diantara visor dan karet visor. Jika kertas masih bisa terselip diantaranya, artinya visor masih longgar dengan karet dan air bisa masuk ke dalam.

Jika sehabis terkena air hujan, segera seka air yang menempel pada helm dan visor. Air hujan mengandung zat asam yang tinggi, sehingga bisa membuat cat jadi kusam dan bisa menimbulkan noda permanen pada visor. Bersihkan visor helm menggunakan air yang banyak, lalu seka dengan lap microfiber.

 

untuk Perawatan Helm Saat Musim Hujan, Bro Deltalube bisa berikan wax pada shell helm, agar air tidak mudah menempel. Setelah dipakai hujan, angin-anginkan interior helm agar tetap kering dan tidak lembab. Karena helm pasti akan tetap basah pada interior bagian bawah. Jika helm dibiarkan basah dalam kondisi lama, bisa timbul jamur dan bakteri dalam interior helm. Bakteri dan jamur ini bisa menimbulkan penyakit dermatitis seboroik, yang bikin kulit kepala merah, bersisik, dan terkelupas. Helm yang dibiarkan basah dan lembab, juga akan menimbulkan bau.

Baca Juga : Ini Cara Cuci Helm yang Benar

Salah satu musuh saat berkendara di musim hujan, adalah kabut yang muncul pada visor helm. Kalian bisa semprot cairan anti-kabut pada bagian dalam visor. Kalian juga bisa juga pasang plastik anti-kabut, jika visor helm sudah mendukung fitur tersebut.

Kembali ke atas