Begini Ciri-ciri Engine Mounting Minta Diganti

Pernah kami sebutkan sebelumnya, bahwa setiap komponen di mobil memiliki peran penting. Termasuk juga dengan komponen engine mounting. Fungsinya adalah sebagai penyangga mesin dan rangka bodi. Selain itu, engine mounting juga bertugas sebagai peredam getaran mesin ketika sedang menyala. Alhasil penumpang menjadi lebih nyaman karena mobil jadi minim getaran. Sebagai salah satu komponen dari mobil, tentu saja engine mounting punya usia pakai. Ketika masa penggantian datang, tentu ada tanda-tanda yang timbul pada mobil. Apa saja ya?

Yang pertama adalah getaran mesin mobil jauh lebih kuat dari biasanya. Getaran mesin terasa lebih kuat ketika mesin mobil dalam keadaan stasioner. Getaran mesin yang semakin kuat juga menjadi indikasi sebarapa parah kondisinya sebab engine mounting tidak menyangga mesin dengan baik.

Berikutnya adalah timbulnya bunyi-bunyi asing di mobil. terutama saat mobil sedang berakselerasi atau deselerasi bunyi aneh semakin jelas terdengar. Sama dengan getaran, semakin keras bunyi-bunyi asing terdengar, bisa menjadi gambaran kondisi engine mounting.

Ciri lainnya adalah hentakan mesin lebih kuat dari biasanya. Bisa dibuktikan dengan cara, ketika mobil sedang stasioner, injeklah pedal gas secara tiba-tiba. Pasti akan sangat terasa hentakan mesin mobil tersebut. Pun secara kasat mata bisa terlihat gejala itu.

Terakhir, mobil yang engine mounting-nya sudah rusak adalah posisi mesin yang sudah tidak proporsional. Kondisi engine mounting yang sudah sobek atau rusak memicu perubahan posisi mesin.

Namun tidak perlu terlalu khawatir, seban komponen engine mounting termasuk dalam golongan komponen yang berumur Panjang alias slow moving. Biasanya umur engine mounting bisa mencapai 50-60 ribu kilometer. Namun jangan dijadikan patokan, mobil yang beredar di kota-kota besar memiliki risiko kerusakan engine mounting yang lebih cepat.

Baca Juga : Akibat Dari Engine Mouting Mobil Rusak

Jumlah engine mounting yang ada di mobil juga berbeda-beda. Biasanya, untuk mobil berpenggerak roda depan (FWD) memiliki jumlah engine mounting yang lebih banyak. Untuk mobil FWD biasanya memakai empat buah, sedangkan untuk penggerak roda belakang biasanya menggunakan dua buah.

Ada baiknya kondisi engine mounting diperiksa secara berkala. Agar gejala-gejala di atas tidak sempat timbul. Tentunya dengan tujuan membuat para penumpang lebih nyaman.