nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Menghadapi

Tag: Menghadapi

Tips Otomotif : Tips Aman Menghadapi Rem Blong

Tips Aman Menghadapi Rem Blong

Perawatan secara rutin memang menjadi kunci pengguna kendaraan terhindar dari rem blong

Kondisi darurat seperti rem blong umumnya terjadi mendadak. Disfungsi sistem rem kendaraan ini pun menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan.  Rem blong ini tentu sebuah malapetaka, terlebih ketika melakukan perjalanan di kawasan perbukitan atau pegunungan.

Perawatan secara rutin memang menjadi kunci pengguna kendaraan terhindar dari rem blong. Karena mobil selalu dipantau agar tetap dalam kondisi laik jalan. Tapi apa yang harus dilakukan jika tiba-tiba mobil mengalami rem blong?

Baca Juga : Periksa 4 komponen mobil berikut sebelum berlibur akhir tahun

Selain mengetahui langkah menghentikan mobil, pada kondisi darurat seperti rem blong ini, tidak panik menjadi kunci bagi pengemudi untuk memikirkan dan melakukan hal-hal yang harus dilakukan. Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan pengemudi jika mobil mengalami rem blong.

  • Memperingatkan pengendara lain

Pengemudi perlu memberi tahu kondisi darurat saat rem blong dengan menyalakan lampu utama dan hazard. Atau memberi tanda dengan membunyikan klakson dan mengeluarkan seutas kain dari jendela dan dilambaikan.

  • Injak pedal rem berkali-kali

Kalau kendaraan Anda tanpa anti-lock braking system (ABS), cobalah injak pedal rem berkali-kali, terkadang rem blong ini juga bersifat sementara. Mobil dengan ABS harus menginjak rem dengan perlahan, karena ABS juga turut membantu melakukan tindakan pengereman otomatis.

  • Turunkan gigi transmisi secara bertahap

Turunkan gigi transmisi mobil secara bertahap dari 5, 4, 3, 2 sampai gigi 1. Dengan menurunkan gigi ini, perlahan kecepatan mobil akan berkurang meski di setiap perpindahan gigi dilakukan putaran mesin akan tinggi. Umumnya teknik ini dikenal dengan nama engine brake sehingga bila menghantam objek padat atau mobil di depan tidak terlalu kencang.

Gunakan rem parkir (rem tangan) selagi proses menurunkan gigi transmisi. Cara ini efektif untuk menurunkan kecepatan tapi perlu ditarik secara perlahan sambil terus menekan tombol release. Sehingga terhindar dari ban mengunci yang berakibat mobil tergelincir. Rem parkir ini dapat menghentikan kendaraan secara total saat kecepatan sudah rendah.

  • Arahkan kendaraan ke jalur lambat

Segera arahkan kendaraan ke jalur lambat atau bahu jalan, untuk mencari tempat berhenti yang aman dari mobil lain yang berkecepatan tinggi. Pantau kaca spion dan lakukan manuver dengan tenang dan perlahan.

  • Jauhkan kaki dari pedal gas

Injak pedal rem sekuat mungkin untuk melakukan pengereman. Untuk mobil matik, injak dengan dua kaki, hal ini untuk menjauhkan kaki dari pedal gas. Tujuannya adalah menghentikan kendaraan bukan menambah kecepatan.

  • Cek benda yang menghalangi gerak pedal rem

Jangan pernah meletakan benda apapun di kolong kursi pengemudi. Benda-benda yang diletakkan di bawah kursi pengemudi dapat maju akibat gaya inersia pengereman, dan memblokir tuas pedal rem dari belakang.

  • Tabrakan ke objek yang bersifat lunak

Jika keadaan sangat mendesak atau darurat, carilah objek yang terlihat lunak. Seperti pagar kayu, tanah, pasir, lumpur dan lainnya. Carilah objek yang terlihat dapat menyerap benturan. Ini untuk menghindari kerusakan yang lebih parah pada mobil bila menghantam benda padat. Sekaligus menghentikan laju mobil.

Jangan mencoba untuk mengendarai kendaraan kembali. Carilah pertolongan dengan memanggil mekanik untuk memperbaiki, atau mobil derek untuk menarik kendaraan ke bengkel terdekat.

Menghadapi Ban Mobil Pecah Tiba-tiba

Menghadapi Ban Mobil Pecah Tiba-tiba

Ban Mobil Pecah Tiba-tiba ?

Selain karena mengantuk, salah satu penyebab kecelakaan mobil terbesar di jalan adalah ban mobil pecah. Dampak pada pengendalian mobil bisa parah, terlebih ban mobil pecah tiba-tiba ketika sedang melaju dengan kecepatan tinggi dan pengemudi pun kaget.

Ban mobil pecah bisa disebabkan beberapa faktor. Seperti kurangnya tekanan ban atau kempis bukan karena kelebihan tekanan. Kurangnya tekanan ban menyebabkan struktur dinding ban yang terdiri dari kawat baja melemah dan tidak optimal menopang bobot kendaraan. Terus-menerus dipaksakan untuk berkendara pada kecepatan dan beban tertentu, rajutan kawat ban yang menjaga bentuk ban bisa rusak dan robek.

Penyebab lainnya, kesalahan pemasangan ban, tapak ban yang sudah botak, serta permukaan atau dinding ban terkena objek yang tajam seperti batu atau permukaan jalan yang rusak. Walau kondisi ban masih baik, tapi jika mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi, objek tajam di jalan mampu merusak permukaan ban hingga ke struktur ban. Karena kondisi permukaan ban sudah terluka, ban bisa pecah sewaktu-waktu.

Baca juga : Solusi Saat Ban Kempis, Run Flat Tyre

Jadi sangat disarankan, untuk melakukan pemeriksaan kondisi ban mobil secara berkala untuk memastikan tekanan ban tetap terjaga sesuai rekomendasi pabrikan. Sekaligus memantau jika ada kerusakan pada permukaan ban.

Nah, ketika sedang berkendara dan tiba-tiba ban mobil pecah, apa yang harus dilakukan pengemudi? Karena mengagetkan, mayoritas pengemudi pun melakukan kesalahan dalam mengambil tindakan pada kondisi seperti ini. Baik karena suara ban pecah atau setir tiba-tiba tertarik ke salah satu sisi dan mobil jadi oleng. Terlebih bagi pengemudi yang tidak sigap karena sedang mengantuk atau ada distraksi lain seperti menggunakan telepon atau mengatur audio mobil.

Kondisi ban mobil pecah tiba-tiba dapat dihadapi beberapa langkah. Tapi yang paling penting adalah pengemudi tidak mudah panik. Dengan kondisi panik, pengemudi cenderung melakukan tindakan yang salah. Seperti berusaha menginjak pedal rem secepat-cepatnya. Atau memutar setir tiba-tiba karena kaget. Sementara dengan tidak paniknya pengemudi, tentu otak dapat berpikir lebih jernih dalam mengambil tindakan.

Langkah yang bisa dilakukan pengemudi adalah memegang setir dengan kuat sambil mengarahkan mobil tetap lurus. Gerakan setir yang mendadak bisa diakibatkan ban depan yang pecah. Salah satu ban depan pecah bisa membuat ban seperti menarik ke sisi ban yang pecah. Inilah yang perlu dijaga agar mobil tidak keluar dari jalurnya. Sedangkan jika ban belakang yang pecah, gerakan setir maupun mobil tidak terlalu banyak, sehingga lebih mudah dikendalikan.

Langkah berikutnya adalah menurunkan kecepatan mobil secara bertahap, bukan secepat-cepatnya. Hindari menginjak pedal rem karena bobot mobil akan berpindah ke depan dan menyulitkan untuk mengendalikan setir. Cukup melepas pedal gas perlahan dan membiarkan engine brake yang menurunkan kecepatan mobil.

Hal itu bisa dibarengi dengan memindahkan tuas gigi transmisi lebih rendah secara bertahap untuk mobil manual. Sehingga deselerasi terjadi secara perlahan dan tidak ada gerakan tambahan bodi mobil.

Ketika kecepatan mobil sudah cukup rendah, pengemudi bisa mudah untuk mengarahkan mobilnya menuju bahu jalan. Yang perlu diingat adalah hindari melakukan gerakan yang mendadak dan perhatikan jika ada kendaraan lain di sekitar mobil yang perlu diantisipasi. Dengan kecepatan yang cukup rendah, pengemudi juga sudah bisa menginjak pedal rem.

Kembali ke atas