nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Mengemudi

Tag: Mengemudi

Cara Aman Pakai Peta Digital Saat Mengemudi

Saat ini mengemudi menjadi lebih mudah karena dibantu dengan peta digital.  Terlebih ketika harus menuju ke lokasi atau kawasan yang belum diketahui. Atau hanya ingin menghindari kemacetan. Lalu bagaimana cara aman dan efektif menggunakan peta digital saat berkendara?

Yang pertama kali harus dilakukan adalah mempelajari terlebih dahulu daerah yang akan dilalui melalui peta digital maupun pengaturan rute sebelum memulai perjalanan. Semisal jarak dan waktu tempuh, memahami area atau bentuk jalan menuju lokasi, atau mencari rute yang lebih mudah dipahami. Seperti memilih menggunakan jalan besar saja.

Selain itu, pengemudi juga dapat menentukan pilihan rute yang tercepat atau terdekat ke lokasi tujuan sesuai kebutuhan. Sehingga bisa terhindar jika ada kemacetan di salah satu lokasi jalan menuju lokasi. Dengan begitu, sebagai pengemudi sudah memiliki bayangan terlebih dahulu rute mana yang ingin dilewati. Peluang untuk “tersesat” oleh petunjuk peta digital menjadi lebih minimal.

Bicara keamanan dalam mengemudi, penting untuk tidak mengalihkan pandangan menuju peta digital. Terlebih jika masih mempelajari rute yang dilewati, membaca arahan peta digital atau mengubah rute sambil mengemudi. Potensi kehilangan kewaspadaan pada lingkungan menjadi sangat tinggi dan berisiko kecelakaan.

Baca Juga : Fitur – Fitur pada Head Unit yang Terintegrasi dengan Smartphone

Di beberapa mobil saat ini, sudah menyediakan head unit yang memiliki aplikasi peta digital. Dengan layar lebih besar, tentu lebih nyaman dalam membaca peta atau rute. Tapi menggunakan smartphone sebagai media peta digital juga tak terlalu berbeda. Bila sesekali ingin memantau peta digital, sebagai gunakan phone holder untuk menempatkan smartphone di area yang tak menghalangi pandangan ke depan sekaligus tak menyulitkan untuk dipantau.

Terpenting adalah selalu menggunakan panduan suara sebagai penunjuk jalan. Dengan begitu, pandangan pengemudi tidak teralihkan dan tangan tetap fokus mengendalikan setir tanpa harus memegang smartphone. Jika melakukan kesalahan dalam pemilihan rute, tidak perlu panik. Cukup berhenti di tempat yang aman dan mengikuti atau mengulang kembali petunjuk dari peta digital.

Waspadai Risiko Mengemudi Mobil Sambil Makan dan Minum

Kegiatan multitasking di saat mengemudi mungkin dianggap hebat dan keren untuk dilakukan bagi sebagian orang. Namun ternyata kegiatan multitasking, seperti mengemudi sambil makan atau minum, sangat tidak dianjurkan untuk dilakukan karena berpotensi mengurangi fokus pengemudi.

Umumnya, mengemudi sambil makan dan minum dianggap hal yang sepele. Toh salah satu tangan masih menggenggam setir dan pandangan mata pun hanya berpaling sesekali.  Namun yang jarang dipahami adalah ketika pandangan mata teralihkan beberapa detik saja dari situasi di sekitar mobil, bisa membuat pengemudi kehilangan kendali pada kendaraannya.

Semisal, pada saat mata melihat makanan yang ingin disantap, di saat yang sama ada pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan di depan mobil. Pada kondisi ini, daya respons pengemudi pada kondisi mendesak seperti itu jelas sudah hilang.

Sementara hanya satu tangan menggenggam setir dapat menurunkan kemampuan untuk melakukan olah kemudi. Terlebih jika dihadapkan pada kondisi darurat yang mengharuskan pengemudi mengolah kemudi dengan cepat. Untuk melakukan perpindahan gigi pada mobil transmisi manual pun sulit dilakukan.

Baca juga : 5 Perlindungan yang Wajib Dilakukan Oleh Pemilik Mobil

Selain itu, mengemudi sambil makan juga bisa berisiko tangan kehilangan kendali pada setir. Seperti ketika makan makanan berminyak menggunakan tangan dan langsung memegang setir. Hal tersebut membuat setir menjadi licin. Di saat harus sigap mengendalikan setir, tentunya sulit dilakukan.

Tidak hanya dari sisi safety yang merugikan dari kegiatan mengemudi sambil makan dan minum, dari sisi kenyamanan juga dapat mempengaruhi. Dengan melakukan kegiatan tersebut, interior mobil menjadi kotor dengan sisa-sisa makanan yang jatuh. Sisa-sisa makanan itu menjadi pengundang hadirya serangga di dalam kendaraan.

Melihat lebih banyak sisi negatif dari pada sisi positifnya, mengemudi sambil makan dan minum jelas tidak perlu dilakukan. Jika sangat terdesak sebaiknya parkir kendaraan di tempat yang aman sebelum makan dan minum.

ketika Mengemudi Mobil di Cuaca Panas

Indonesia memiliki iklim yang tropis yang cukup ekstrem saat ini. Di saat musim kemarau, suhu udara yang panas dan sinar matahari yang terik bisa mempengaruhi mobil dan pengemudi kendaraan secara langsung.

Bicara efek yang langsung dirasakan oleh mobil, jika suhu udara panas, berdampak suhu mesin yang juga menjadi lebih panas. Hal ini tentu membuat sistem pendingin mesin bekerja ekstra untuk mendinginkan mesin. Nah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengemudi kendaraan saat cuaca panas.

Hal pertama adalah memastikan mobil dalam kondisi prima dalam hal proses pendinginan mesin. Anda bisa memastikan kondisi cairan radiator berada dalam level yang maksimal. Termasuk di tabung reservoir. Selebihnya hanya perlu memonitor suhu mesin pada panel instrumen.

Pengemudi pun harus piawai dalam mengendarai mobil. Salah satunya dengan menjaga putaran mesin tak perlu terlalu tinggi saat berkendara agar mesin tidak bekerja lebih. Selain itu pengemudi juga perlu memilih rute jalan yang tidak memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi. Karena meskipun sistem pendingin mesin mobil menggunakan cairan, tapi dengan mobil terus bergerak, udara yang dibutuhkan untuk mendinginkan mesin didapat.

Selanjutnya adalah hal yang berpengaruh pada kenyamanan pengemudi saat mengendari mobil di cuaca panas, yaitu sistem pendingin ruangan atau AC. Pastikan AC bekerja dengan optimal agar kabin mobil selalu dalam keadaan sejuk saat dikendarai.

Komponen lainnya yang dapat membantu adalah kaca film. Mobil yang menggunakan kaca film berkualitas, mampu mereduksi panas cukup baik. Jika komponen ini digunakan, kerja AC pun menjadi tidak terlalu berat saat berkendara di cuaca panas.

Baca Juga : Apakah Cuaca Memengaruhi Oli Mesin?

Di lain sisi, sinar matahari yang terik bisa menimbulkan pantulan yang menyilaukan mata pengemudi. Cahaya yang kuat ini bisa menambah gangguan pandangan bila kaca depan kotor atau banyak baret halus. Permukaan dasbar yang mengilap juga bisa memperparah situasi. Gunakan sunglasses atau kacamata hitam bisa menjadi cara untuk mereduksi cahaya yang masuk ke mata sekaligus membuat mata tidak cepat lelah.

Perlu diingat untuk membawa minuman. Tubuh yang butuh konsentrasi tinggi saat berkendara tentu bisa mengalami dehidrasi di kondisi panas terik.

Tips Mengemudi Mobil yang Hemat Bahan Bakar

Meski mobil modern sudah dilengkapi berbagai teknologi untuk membuatnya hemat BBM, ada faktor lain yang amat menentukan hasil akhirnya. Yup, faktor itu adalah faktor gaya berkendara pengemudinya. Beberapa pakar bahkan menyebut, faktor manusia menyumbang hingga 40% dari hasil konsumsi bahan bakar kendaraan. Untuk itu, kita mesti berlatih untuk mengemudi yang hemat bahan bakar. Karena jika sekadar mengemudi saja, semua orang mungkin bisa. Tapi mengemudi dengan eco driving, ada caranya Bro Deltalube. Simak caranya berikut ini.

Sebelum mulai berkendara, pastikan mobil sudah berada pada kondisi yang ideal. Contohnya tekanan angin ban, yang harus sesuai rekomendasi pabrikan. Kemudian, pilih juga mode berkendara Eco jika tersedia di mobil kalian. Kunci utama berkendara irit adalah menghindari stop and go secara keras. Jadi, jangan berakselerasi kuat, dan juga jangan deselerasi kuat. Semua harus dibangun dan dihentikan secara halus dan bertahap.

Jarang ada yang sadar, pandangan yang jauh ke depan ternyata bisa bikin kita mengemudi dengan efisien. Dengan memandang jauh ke depan, kita bisa antisipasi menghindari hambatan dari jauh sebelumnya. Kita tidak perlu mengerem, jika hanya sekadar menghindari mobil yang tiba-tiba menepi misalnya. Dengan menghindari stop and go tersebut, kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan bro.

Selain menghindari stop and go, bangun kecepatan secara perlahan. Jika mobil manual, ganti gigi di rentang sekitar 2.500 rpm. Jangan sungkan gunakan gigi tinggi meski kecepatan sedang. Asal putaran mesin sekitar 2.500 rpm, sah saja gunakan gigi tinggi di jalan perkotaan.

Baca Juga : Menghemat BBM Dengan Teknologi Idle Stop-Start

Pada mobil modern, sudah banyak yang pakai eco indicator yang bisa jadi patokan seberapa efisien kita berkendara. Usahakan eco indicator menyala pada sebagian besar perjalanan kita, yang jadi tanda kalau kita berkendara dengan efisien. Terakhir, cek konsumsi bahan bakar rata-rata mobil. Teruslah berlatih jika dirasa konsumsi BBM masih dibawah rata-rata normal. Selamat mencoba!

Panduan Jarak Aman Mengemudi di Jalan

Sebagian dari kita, mungkin pernah terlibat kecelakaan saat mengemudikan mobil di jalan. Meski banyak faktor, reaksi ternyata sangat penting untuk menghindari kecelakaan. Dengan reaksi yang cepat, serta ruang reaksi yang cukup, kita sangat mungkin terhindar dari kecelakaan.

Untuk mendapatkan ruang reaksi yang cukup, kita perlu memerhatikan jarak aman saat mengemudi. Hal ini diperlukan, agar ada cukup jarak dan waktu bagi kita untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan depan. Seperti apa caranya? Simak artikel ini selengkapnya.

Tabrakan dengan kendaraan di depan, atau tabrakan beruntun, sangat sering terjadi di jalan tol. Hal itu utamanya disumbang dari jarak aman kendaraan yang tidak memadai. Untuk itu, mulai sekarang kita harus mengatur jarak aman dengan kendaraan di depan kita. Beberapa institusi keselamatan berkendara, menyarankan untuk menjaga jarak setidaknya 3 detik, dengan kendaraan di depan.

Kita bisa menggunakan patokan yang ada di jalan, seperti tiang lampu, tiang rambu, atau bahkan jembatan. Saat bumber belakang mobil depan melintasi patokan yang kita tentukan, mulai hitung 3 detik sampai bumper depan mobil kita melewati patokan yang sama.

Cara untuk mendapatkan angka 3 detik yang pas adalah dengan mengucap “one thousand one, one thousand two, one thousand three”. Saat kami coba, pengucapan kalimat tadi setara dengan 3,15 detik. Jika belum selesai 3 detik, bumper kita sudah melewati patokan yang sama, artinya jarak kita masih terlalu dekat dengan kendaraan di depan. Kita perlu kurangi kecepatan, dan lakukan pengukuran jarak ulang, sampai bisa dapat jarak 3 detik dengan kendaraan di depan.

Baca Juga : Tips Berkendara Aman Saat Musim Hujan

Jika hujan lebat atau cuaca buruk, kita bisa tingkatkan jarak dengan kendaraan di depan menjadi 5 detik. Karena saat kondisi cuaca buruk, visibilitas kita tentu akan berkurang dan kemampuan pengereman yang harus lebih dipertimbangkan. Ingat, jangan nyalakan lampu hazard saat hujan! Lampu hazard yang menyala saat berkendara, bisa menyebabkan kebutaan sementara pada pengemudi di belakang kita! Jaga jarak aman ya Bro Deltalube.

Posisi Mengemudi Mobil Ideal – Deltalube

Dalam hal berkendara, keselamatan harus selalu menjadi prioritas. Mulai dari mentaati rambu-rambu lalu lintas, mengenakan alat keselamatan berkendara dan seterusnya. Tidak terkecuali posisi mengemudi, khususnya mobil. Hal ini juga penting untuk diperhatikan agar pengendara selalu sigap, waspada dan tentunya nyaman ketika berkendara.

Tidak sedikit pengendara yang beranggapan posisi duduk yang nyaman adalah posisi yang aman. Padahal posisi duduk yang terlalu nyaman, kadang malah membuat pengendara lengah atau terlena saat berkendara. Sehingga, sopir tidak peka terhadap kondisi sekitar. Bahkan tak merasa kondisi badan yang mulai lelah. Perlu diingat, kelelahan adalah salah satu penyebab kecelakaan yang sering terjadi.

Lantas, bagaimana posisi mengemudi mobil yang ideal?

Menurut para pakar keselamatan berkendara (safety driving), pengemudi harus memenuhi unsur “3K” dalam berkendara, yaitu Komunikasi, Kenyamanan dan Kontrol. Dalam mengemudi, posisi duduk, tangan dan kaki adalah kuncinya.

Pertama, posisi duduk. Idealnya, untuk mobil manual adalah kaki dapat menjangkau dan menekan pedal kopling secara penuh.

Sedangkan untuk mobil matik, kaki harus dapat menekan pedal rem dengan sempurna. Lalu, atur sandaran punggung dengan meletakkan salah satu tangan di arah jam 12 kemudi dengan posisi lurus. Posisi sandaran harus bisa menempel secara keseluruhan di punggung pengemudi yakni dari bahu hingga pinggang.

Jangan lupa, ketika posisi duduk sudah nyaman, pengemudi dapat mengatur safety belt, kaca spion dan memastikan semua instrumen di mobil dapat terjangkau. Semua hal ini dilakukan sebelum mobil berjalan ya.

Berikutnya adalah posisi tangan. kami akan mendeskripsikan posisi tangan di kemudi berdasarkan arah jam sebagai tolok ukur. Saat berkendara, posisi tangan harus berada di arah jam 9 dan 3. Hal ini agar pengemudi dapat menjangkau semua tuas kontrol.

Selain itu, di posisi ini dirasa paling ideal ketika pengendara memutar kemudi dan juga sigap saat membutuhkan respon yang cepat dalam keadaan darurat. Tidak sedikit pengendara yang mengemudi dengan menggunakan satu tangan. Hal ini sangat tidak disarankan, karena hampir pasti respon pengemudi jauh lebih lambat ketimbang berkendara dengan dua tangan.

Terakhir adalah posisi kaki. Dalam menentukan posisi kaki, tergantung mobil yang digunakan. Untuk mobil manual, biasakan posisi kaki kiri tidak selalu menempel pada pedal kopling. Posisikan kaki kiri pada footrest yang tersedia di mobil.

Sedangkan untuk mobil matik, posisi kaki kiri harus selalu berada di footrest. Hanya dibutuhkan kaki kanan untuk mengoperasikan pedal gas dan rem. Posisi terbaik adalah kaki kanan tegak lurus dalam mengoperasikan pedal rem. Lalu miring ke kanan dalam menekan pedal gas.

Baca Juga : Jangan Buru-buru Jalan Sebelum Mengatur Bagian Ini, Bahaya!

Sangat tidak disarankan untuk mengoperasikan pedal rem dengan kaki kiri di mobil matik. Memang hal ini lazim dilakukan oleh para pembalap yang lebih dikenal dengan “left foot braking”. Namun perlu diingat, seorang pembalap adalah individu profesional yang sangat terlatih dan tahu benar apa yang harus dilakukan. Jadi untuk pengemudi rata-rata, cukup memakai kaki kanan saja ya.

Kembali ke atas