nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Mekanisme

Tag: Mekanisme

Mekanisme Rem Cakram di Mobil

Pengereman jadi komponen keselamatan yang sangat penting di mobil. Fungsinya jelas, yaitu untuk memperlambat laju mobil. Untuk menjaga kinerjanya, kita harus tahu dulu sistem dan mekanisme rem cakram di mobil, khususnya jenis cakram. Rem cakram umumnya digunakan pada rem depan mobil. Namun banyak juga mobil yang menggunakan rem cakram pada keempat rodanya.

Komponen utama dalam sistem rem cakram mobil adalah master rem, selang rem, kaliper rem, kampas rem, piringan cakram, dan booster. Sistem pengereman mobil secara sederhana adalah seperti ini. Saat kita injak pedal rem, maka akan mendorong piston master rem untuk mendorong minyak rem. Tekanan fluida dari minyak rem, akan disalurkan melalui selang rem ke area kaliper rem. Pada kaliper, ada piston yang akan terdorong keluar, efek dari tekanan minyak rem. Piston kaliper itu kemudian menekan kampas rem, yang akan menjepit piringan cakram. Karena piringan cakram menempel pada hub roda, maka jepitan kampas rem akan memperlambat laju roda dan kendaraan.

Sistem pengereman cakram mobil dan motor sebenarnya mirip. Hanya saja ada komponen booster pada sistem rem mobil. Booster berguna untuk memperbesar tekanan minyak rem dengan mengandalkan tekanan vakum dari mesin. Jika tanpa booster, injakan kaki kita tidak akan cukup untuk memberikan tekanan pada kampas rem untuk memperlambat mobil.

Komponen yang rutin diganti pada sistem pengereman adalah kampas rem dan minyak rem. Kampas rem akan habis, akibat bergesekan dengan piringan cakram. Sedangkan minyak rem akan menurun kualitasnya, akibat kontaminasi dengan kelembaban dari udara atau air yang masuk ke sistem rem. Minyak rem idealnya diganti tiap 2 tahun atau 20.000 km.

Baca Juga : Tips Memilih Minyak Rem, Tidak Boleh Over Spec!

Gunakan minyak rem berkualitas seperti Deltalube 797 Super Brake Fluid.

Minyak rem dari Deltalube ini, tersedia dalam pilihan DOT 3 dan DOT 4. Deltalube 797 Super Brake Fluid memiliki banyak kelebihan, contohnya tidak mudah menguap dalam suhu tinggi, resistensi yang tinggi terhadap air, tidak bersifat korosif, dan juga tidak merusak komponen karet di sistem pengereman.

Mekanisme Kerja Mesin 2-tak – Deltalube

Dalam dunia otomotif, motor 2-tak dikenal dengan suara melengking khas yang dihasilkannya. Tak hanya itu, motor 2-tak juga terlihat dengan keluarnya asap putih dari knalpotnya saat sedang digunakan. Namun, mungkin masih banyak di antara kita yang belum mengetahui secara mendalam mengenai prinsip kerja mesin 2-tak dan alasan mengapa asap keluar dari knalpot. Pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan secara sederhana tentang mekanisme kerja mesin 2-tak, Bro Deltalube.

Perbedaan Langkah Kerja dan Sistem Pemasukan Bahan Bakar

Perbedaan mendasar antara mesin 2-tak dan 4-tak terletak pada langkah kerja dan sistem pemasukan bahan bakarnya. Pada mesin 4-tak, campuran udara dan bahan bakar masuk melalui klep in menuju ruang bakar. Ruang bakar dan area crankcase motor 4-tak terpisah oleh ring piston dan dinding silinder yang rapat, mencegah oli yang melumasi area piston dan dinding silinder masuk ke ruang bakar dan terbakar.

Berbeda dengan mesin 4-tak, pada mesin 2-tak campuran udara dan bahan bakar masuk melalui lubang (port) yang terdapat di dinding silinder. Tidak ada klep masuk maupun keluar pada mesin 2-tak. Campuran udara dan bahan bakar tersebut kemudian dikompresi oleh piston dan terbakar oleh api dari busi. Karena dinding silinder pada mesin 2-tak berlubang-lubang, area ruang bakar dan crankcase motor 2-tak menjadi menyatu.

Alasan Keluarnya Asap dari Knalpot

Akibat penyatuan antara area crankcase dan ruang bakar pada motor 2-tak, mesin ini pasti akan membakar oli saat proses pembakaran. Jika oli mesin yang disemprotkan ke area piston untuk pelumasan, oli tersebut akan habis terbakar. Oleh karena itu, diperlukan dua jenis oli pada mesin 2-tak.

Oli pertama adalah oli mesin atau gearbox oil. Oli mesin pada mesin 2-tak hanya digunakan untuk melumasi area kopling dan gigi transmisi. Sedangkan untuk melumasi komponen vital seperti piston, dinding silinder, dan crankshaft, diperlukan 2-stroke oil atau yang biasa disebut sebagai oli samping. Oli samping ini akan terbakar bersamaan dengan bahan bakar, menghasilkan asap yang keluar dari knalpot. Nah, sekarang sudah paham, kan, Bro Deltalube?

Baca Juga : Deteksi Kerusakan Mesin 2 Tak Lewat Suara yang Timbul

Dalam artikel ini, kita telah menjelaskan prinsip kerja mesin 2-tak dan alasan mengapa asap keluar dari knalpot. Mesin 2-tak membedakan dirinya dari mesin 4-tak dengan langkah kerja dan sistem pemasukan bahan bakarnya. Penyatuan antara area crankcase dan ruang bakar pada mesin 2-tak menyebabkan oli yang disemprotkan ke area piston akan terbakar. Oleh karena itu, mesin 2-tak membutuhkan dua jenis oli, yaitu oli mesin untuk melumasi area kopling dan gigi transmisi, serta oli samping untuk melumasi komponen vital seperti piston, dinding silinder, dan crankshaft. Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mesin 2-tak, kita dapat lebih mengapresiasi dan memahami kinerja motor ini.

Kembali ke atas