nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Kerusakan

Tag: Kerusakan

mendeteksi kerusakan yang terjadi pada mobil

Mendeteksi Kerusakan pada Kopling Mobil Anda

Anda memiliki mobil namun kurang memahami tentang mesin mobil ? Jangan khawatir, pada dasarnya Anda bisa kok mendeteksi kerusakan yang terjadi pada mobil. Misalnya Mendeteksi Kerusakan pada Kopling Mobil Anda. Kopling mobil juga memiliki tanda-tanda kerusakan, pentingnya Anda mengenali kerusakan kopling yaitu untuk keselamatan dan kenyamanan saat berkendara. Jika Anda telah mengetahui kerusakan apa yang terjadi pada mobil, tentunya kita lebih mudah untuk mengantisipasinya. Misalnya kopling mobil mengindikasikan selip maka Anda sebaiknya menghindari jalan yang menanjak. Jika kopling mengindikasikan habis maka Anda dapat mengantisipasinya dengan cara segera melakukan penggantian kampas kopling atau menghindari perjalanan jauh.

Berikut ini gejala kerusakan pada kopling mobil :

1. BUNYI SAAT GIGI TRANSMISI DIPINDAHKAN
Jika menemukan bunyi seperti ini, umumnya masalah terjadi pada pelat kopling aus, atau pelat yang tidak kembali sempurna, Gigi transmisi akan sulit dipindah, kalaupun bisa maka akan muncul suara kasar dari mobil Anda. Jika merasakan atau menemukan gejala seperti itu, sebaiknya segera periksakan kendaraan Anda ke bengkel.

2. GETARAN KASAR
Ini terjadi saat komponen kopling tidak berhubungan secara halus, dan mobil seolah bergetar. Penyebabnya bisa dari plat kopling, flywheel yang tidak rata.

3. SLIP KOPLING
Kondisi ini terjadi karena terjadi keausan pada permukaan pelat kopling. Selain itu bisa juga karena terkena gemuk atau minyak, sehingga koefisien gesek plat menurun. Kondisi ini memungkinkan kopling tidak sempurna memindahkan tenaga dari mesin. Jika ini tejadi membuat mobil tidak bisa melaju dengan cepat dan akan menyebabkan boros bahan bakar.

4. KAMPAS KOPLING HABIS
Kampas koping habis tandanya hampir sama dengan kopling slip yaitu akselerasi yang kurang dan kendaraan yang tidak kuat ditanjakan. Akan tetapi ada tanda tanda lain yang mengindikasikan bahwa kopling mobil Anda memerlukan penggantian diantaranya seperti pedal kopling terasa tinggi, pedal kopling terasa berat, dan mesin mobil tidak mati ketika kopling dilepas secara tiba tiba.

Itulah beberapa hal yang bisa Anda deteksi untuk mengetahui apakah kopling mobil Anda bermasalah atau tidak, jangan menyepelekan hal – hal kecil yang terjadi pada mobil Anda. Ketahui sejak dini kondisinya, agar kenyamanan dan keamanan dalam berkendara tetap terjaga. Bila Anda merasa kurang yakin, segeralah cek mobil Anda ke bengkel terdekat. Semoga setelah membaca artikel ini, Anda lebih bisa memahami kondisi mobil Anda ya.

Ketahui Gejala Kerusakan Komponen CVT Motor Matic

Ketahui Gejala Kerusakan Komponen CVT Motor Matic

Ketahui Gejala Kerusakan Komponen CVT Motor Matic

Sejak kemunculannya di pasar Indonesia hingga kini, motor matic masih menjadi primadona. Kepraktisan berkendara yang ditawarkan motor matic menjadi salah satu daya tarik terkuatnya. Karena menggunakan transmisi CVT, penanganan motor matic tentu berbeda dari motor yang menggunakan transmisi yang berbeda.

Hal itu termasuk ketika transmisi CVT motor matic mengalami kerusakan, gejala yang ditimbulkan juga berbeda. Meski secara umum, gejala kerusakan CVT motor matic bisa dirasakan ketika dikendarai. Semisal, motor terasa bergetar, menimbulkan suara dari transmisi dan lainnya.

Transmisi CVT motor matic memiliki banyak komponen dan saling terkait. Fungsinya sebagai penggerak yang menghubungkan mesin dan roda belakang menggunakan sabuk (belt). Tiap komponen CVT motor matic memiliki umur pakai akibat jarak tempuh. Jika sudah aus, perlu penggantian komponen.

Sama seperti beberapa komponen lainnya, transmisi CVT motor matic juga menimbulkan gejala sebelum rusak total. Untuk mengetahui kerusakan komponen CVT itu, beberapa gejala ini bisa diketahui sejak dini.

Gejala dari roller

Ketika roller transmisi mulai aus atau peyang karena pemakaian, motor akan terasa bergetar lebih keras dari biasanya dan menimbulkan suara gemeretak. Terutama ketika mulai berakselerasi dari kondisi berhenti. Sementara akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan.

Gejala dari rumah Roller

Akselerasi lambat dan tertahan bisa juga karena jalur bergerak roller sudah tergerus.  Biasanya, gejala ini muncul akibat sering membawa beban berat.

Gejala dari mangkuk kopling

Gejala seperti akselerasi tersendat-sendat di putaran mesin bawah menjadi indikasi mangkuk kopling sentrifugal (clutch housing) bermasalah. Biasanya, karena bentuk mangkuk sudah tidak rata lagi. Sehingga tidak maksimal mengikat kampas kopling. Kondisi ini bisa jadi karena sering buka gas dan langsung mengerem.

Baca Juga : Kapan sebaiknya mengganti oli transmisi motor matic

Gejala dari kampas kopling sentrifugal

Bila kampas kopling sentrifugal mulai aus, selain muncul suara berdecit, akselerasi motor motic akan terasa lebih lambat baik di putaran bawah maupun atas. Motor matic jadi terasa lebih tak bertenaga dari biasanya. Kampas kopling sentrifugal ini berfungsi untuk menekan dan menahan mangkuk kopling sehingga transfer tenaga mesin bisa diteruskan ke roda.

Gejala dari secondary sliding sheave 

Bisa terjadi, komponen yang berfungsi untuk mendorong per CVT ini aus atau tergerus akibat menopang putaran V-Belt terus-menerus. Selain muncul suara kasar, gejala yang ditimbulkan adalah akselerasi di putaran menengah terasa tertahan, tapi akan normal kembali sejalan kenaikan putaran mesin. Kebiasaan mengentak putaran gas bisa jadi penyebab gejala ini muncul.

Gejala dari V-Belt

V-belt yang digunakan motor matic biasanya terbuat dari material karet. Karena beroperasi dengan suhu tinggi, tentu bisa mulur atau getas. Ketika V-belt aus, biasanya muncul suara berisik di rumah CVT. Ketika V-belt sudah mulur tutup CVT bergesekan dengan belt. Akselerasi awal terasa seperti slip atau tidak seusai dengan putaran gas. Tapi ketika getas, V-belt akan retak dan bisa putus tanpa gejala.

Gejala dari gear rasio

Sebagai tambahan, gejala yang ditimbulkan dari komponen ini adalah munculnya suara dengung cukup keras yang berasal dari beradunya gigi transmisi. Biasanya hal ini karena bearing sudah mulai aus atau sudah goyah karena pemakaian. Kondisi ini bisa juga terjadi karena lama atau jarang mengganti oli transmisi atau ada kebocoran seal dan volume oli pun berkurang. Sehingga gigi transmisi kurang terlumasi.

 

Mendiagnosis Kerusakan Catalytic Converter – Deltalube

Mendiagnosis Kerusakan Catalytic Converter

Kerusakan Catalytic Converter

Jika sehabis berkendara Anda mencium aroma telor busuk dari mobil, bisa jadi itu pertanda catalytic converter mulai mengalami kerusakan. Meski catalytic converter sudah lama digunakan di mobil-mobil yang dipasarkan, tapi banyak pemilik mobil yang tidak tahu apa yang harus diperhatikan ketika catalytic converter di mobilnya rusak.

Catalytic converter ini bekerja dengan memilah gas buang yang dihasilkan proses pembakaran di mesin. Beberapa jenis gas seperti nitrogen monoksida, karbon monoksida dan hidrokarbon yang tak terbakar adalah gas yang berbahaya bagi manusia dan menyebabkan asap. Posisinya berada di sistem knalpot sebelum muffler.

Setelah mesin dinyalakan, gas beracun itu menuju pipa knalpot dan melewati catalytic converter. Ruang dalamnya didesain seperti sarang lebah yang terbuat dari keramik yang dilapisi katalis seperti platinum, palladium dan tembaga. Dengan temperatur sekitar 420 derajat celcius, katalis mengubah gas beracun itu tadi menjadi oksigen, karbon dioksida dan air.

Lalu kenapa catalytic converter ini bisa rusak? Sebenarnya catalytic converter bisa bertahan seumur mobilnya. Tapi meski tangguh, secara perlahan lapisan katalis kian menipis.  Selain karena jarak tempuh tinggi, mesin yang bekerja tidak normal pun dapat membuatnya rusak. Seperti menggunakan busi yang sudah lemah, sistem pengapian yang buruk, kebocoran katup, atau bahan bakar yang keluar ke knalpot yang dapat terbakar dan membuat komponen catalytic converter meleleh.

Baca juga : knalpot kendaraan anda mengeluarkan asap hitam apa artinya

Catalytic converter makin cepat rusak akibat ring piston sudah aus, timing chain atau timing belt yang meleset dari pergerakannya. Bahan bakar dan udara bisa masuk ke area yang tidak seharusnya di mesin. Begitu pula jika ada kebocoran paking kepala silinder atau intake manifold, bisa menyebabkan oli mesin menempel di katalis.

Ketika beberapa hal itu terjadi, lampu indikator check engine akan menyala. Jangan sampai hal ini tak dihiraukan karena bisa jadi catalytic converter mengalami panas berlebih (overheat). Selain menyalanya indikator check engine, ada beberapa tanda kerusakan catalytic converter. Seperti munculnya bau sulfur yang menyengat, konsumsi bahan bakar makin boros, akselerasi makin pelan, dan sulit menyalakan mesin.

Ketika bau telor busuk mencuat artinya catalytic converter telah gagal mengubah gas buang dengan semestinya. Indikator lainnya adalah terdengar suara gemeretak dari catalytic converter seakan ada komponen di dalamnya yang lepas. Segera periksakan mobil ke bengkel untuk memastikan masalah ini dengan menggunakan scanner oleh ahlinya.

Desain catalytic converter memang terus dikembangkan dan kini sudah makin efisien dan tangguh dibandingkan beberapa dekade lalu. Jika perlu melakukan penggantian, harganya pun sudah makin terjangkau, lebih tahan lama, dan tidak mengurangi performa mesin. Malah, mesin mobil modern saat ini sudah diset dalam performa terbaiknya dengan menggunakan catalytic converter. Melepasnya berarti mengurangi tenaga mesin maupun konsumsi bahan bakar.

Berbagai Kerusakan Ban Motor Dan Penyebabnya

Ban motor umumnya didesain bisa bertahan antara 1,5 hingga 2 tahun. Tapi karena kurangnya perawatan dan beberapa kesalahan dalam berkendara, membuat ban sepeda motor lebih cepat rusak.

Sedangkan kerusakan ban motor yang sering terjadi juga beragam. Diantaranya ban robek, benjol, aus atau botak sebelah. Lalu apa saja faktor penyebab ban motor rusak dengan berbagai kondisi tersebut di atas, simak ulasan lebih lengkapnya.

Ban robek

Umumnya terjadi karena tekanan ban kurang. Sehingga, ketika melindas paku, langsung menancap dan merobek permukaan ban. Sementara jika tekanan ban memadai, paku masih bisa terpental.

Jika menggunakan ban dalam, ban yang tertancap paku bisa langsung kempis. Sementara pada ban tubeless, tekanan ban berangsur berkurang. Tapi jika paku dibiarkan lama menancap di ban atau motor terus dikendarai dalam waktu relatif lama, bukan tidak mungkin, paku itu bisa merobek ban.

Hal paling penting dalam perawatan ban motor adalah menjaga tekanannya. Menjaga tekanan ban ini menjadi momok pada ban yang sering disepelekan atau terlupakan pemilik motor.

Baca juga : Mengenal Kode Ban Mobil

Ban benjol

Hal ini menandakan bahwa benang konstruksi di dinding ban putus. Biasanya karena ban motor membentur trotoar atau melindas lubang dengan keras.

Kalau benjol di tengah, dikarenakan kondisi suspensi mati, sehingga ban seperti dibiarkan menahan beban berat kendaraan sekaligus pengendara dan penumpang.

Tapak ban aus sebelah

Penyebabnya ada beberapa kemungkinan, seperti kondisi pelek yang sudah goyang. Kemungkinan lain, volume oli shock absorber sudah tidak seimbang, sehingga kerja suspensi jadi tidak sama.

Penyebab lainnya karena bushing swing arm sudah aus. Sehingga posisi roda pun goyang dan membuat ban tidak rata ketika menapak di permukaan jalan.

Ban retak

Permukaan ban motor retak biasanya karena terlalu lama disimpan sehingga elastisitasnya berkurang. Untuk tahun produksinya, bisa lihat kode produksi ban pada dinding ban yang terdiri dari 4 angka.

Dua angka awal pertanda minggu produksi, sedangkan dua angka di belakangnya menandakan tahun produksi.

Mendeteksi Kerusakan Pada ECU Mobil

ECU atau engine control unit memiliki peranan penting dalam sistem kerja komponen pada mobil modern. Bila perangkat atau modul ini rusak, banyak pengaturan kinerja komponen mesin yang bisa terganggu. Artinya secara keseluruhan performa mobil, sangat bergantung pada kondisi ECU.

Lebih detail lagi, kerap disebut ECM atau engine control module, ECU merupakan rangkaian perangkat keras dan lunak serta sistem elektronik yang bertugas mengatur mobil menggunakan berbagai jenis sensor. Bentuk ECU beragam, tapi umumnya berbentuk kotak dan ditempatkan di area dasbor mobil.

ECU ini digunakan pada mobil injeksi. Beberapa komponen utama pada ECU antara lain A/D converter, input sirkuit, mikrokomputer, ROM, dan CPU.  ECU pun melakukan beberapa tugas seperti mendeteksi kerusakan beberapa komponen mobil lalu menunjukkannya lewat lampu indikator di dasbor.

Selain itu, ECU mengontrol putaran mesin saat stasioner, mengatur campuran bahan bakar dengan udara di dalam ruang bakar mesin, mengatur pengapian untuk langkah pembakaran, dan mengatur kerja AC.  Lalu jika ECU mobil rusak, apa gejalanya?

Baca Juga : Pahami Fungsi ECU Pada Mesin Injeksi

Ada beberapa gejala kerusakan ECU mobil yang biasa terjadi. Seperti mesin susah menyala walau sudah distart berkali-kali. Jika kondisi kerusakan sudah parah, mesin sama sekali tidak mau dinyalakan.

Lalu bahan bakar lebih boros walaupun jarak tempuh tak terlalu jauh dan mesin tersendat saat melaju atau mogok, tenaga mesin mobil kian berkurang dan terasa berat berakselerasi. Hal ini disebabkan ECU tidak lagi dapat menentukan rasio campuran bahan bakar udara dengan tepat supaya mesin bekerja optimal. Biasanya yang terjadi, bahan bakar yang dimasukkan ke ruang bakar lebih banyak dari seharusnya. Indikasi lainnya adalah lampu indikator check engine di dasbor terus menyala.

Apabila gejala itu sudah muncul, maka perlu melakukan inspeksi lebih lanjut di bengkel. Sekaligus memastikan letak titik kerusakannya. Untuk mengetahui letak kerusakan ECU mobil secara menyeluruh, perlu pengecekan fisik dan pemeriksaan komponen internal dengan multitester.

Kerusakan Kaca Depan Mobil – Deltalube

Kaca depan mobil memang rawan terhadap kerusakan. Perlu diwaspadai beberapa jenis kerusakan kaca depan mobil agar tidak mengganggu pandangan. Seperti baret, retak, atau pecah. Sebagai pengguna mobil, tentu perlu mengenali tipe kerusakan dan bagaimana mencegah kerusakan kaca depan mobil.

Salah satu penyebab kerusakan kaca depan mobil adalah wiper. Pada kondisi normal, wiper justru membantu saat hujan. Tapi ketika wiper sudah rusak dan dibiarkan, bisa berubah menjadi musuh kaca depan mobil yakni membuat baret.

Untuk menghindarinya, jangan langsung mengaktifkan wiper ketika gerimis baru turun. Kotoran kecil dan keras yang kerap menempel di kaca akan turut diseka oleh wiper itu sehingga menimbulkan baret.

Sebaiknya, sebelum mengaktifkan wiper, semprotkan air washer beberapa kali. Sebaiknya cek secara berkala kondisi karet wiper atau kotoran yang menempel. Segera ganti ketika karet sudah tidak elastis atau retak.

Sementara kerusakan kaca depan berupa retak atau pecah bisa disebabkan benda yang bertumbukan dengan kaca depan. Seperti batu atau kerikil yang terpental mengenai kaca depan mobil. Meski ukurannya kecil, kerikil mampu membuat kaca depan retak atau pecah karena bertumbukan dengan kaca pada kecepatan relatif tinggi.

Untuk mencegahnya, selalu memberi jarak aman dengan mobil di depan terutama saat berkendara di jalan tol. Sehingga kerikil yang terpental dari depan tidak mengenai kaca depan mobil.

Baca Juga : kotoran Saat Parkir Mobil Di Bawah Pohon

Selain itu, seringnya melewati rute jalan yang rusak juga dapat menimbulkan kerusakan pada kaca depan mobil. Jika kecepatan mobil terlalu cepat melewati jalan berkontur tidak rata atau berlubang bisa menghasilkan guncangan berlebih. Hal itu dapat memberi tekanan besar untuk dapat memecahkan kaca depan mobil. Kurangi kecepatan setiap kali melewati jalan tidak rata.

Kerap menjadi perdebatan, defogger dianggap menjadi salah satu penyebab kaca mobil pecah. Hal ini terjadi bila defogger terus-menerus aktif atau lupa dimatikan. Ketika defogger aktif, ada peningkatan suhu di sekitar area elemen pemanas sehingga embun pada kaca hilang. Tapi jika dibiarkan terus aktif dan dipadu suhu kabin yang tinggi, kaca pun bisa memuai berlebih sehingga terjadi kerusakan. Pastikan defogger dimatikan sebelum meninggalkan mobil.

Jika kaca depan mobil sudah terlanjur baret, sebaiknya dilakukan reparasi sehingga tidak mengganggu pandangan terutama ketika hujan. Tapi jika celah baret sudah terlalu dalam karena pembiaran, proses reparasi tentu lebih sulit atau malah tidak bisa direparasi.

Begitu pula dengan kaca retak. Sebelum menjalar, segerakan mereparasi jika retak masih berukuran kecil. Keretakan berukuran kecil atau membentuk lingkaran, masih bisa direparasi di beberapa bengkel. Tapi jika retak sudah memanjang sebaiknya mengganti kaca.

Kenali Gejala Kerusakan Alternator – Deltalube

Saat mesin mobil sulit distart, tak sedikit pemilik mobil menyalahkan aki meski belum lama digunakan. Tapi sedikit yang tahu, hal itu bisa disebabkan oleh alternator yang sudah menurun kinerjanya. Jadi sebelum ganti aki, tak ada salahnya memeriksa kondisi alternator sebagai perangkat yang mengisi daya ke aki untuk memasok energi listrik ke berbagai sistem di mobil.

Alternator mengubah energi mekanik yakni putaran mesin menjadi energi listrik yang disimpan aki. Ketika alternator aus, penggunaan daya bisa menjadi lebih besar dari pengisiannya. Hal inilah yang kerap dikenal sebagai aki tekor. Kerusakan alternator ini bisa beragam, tak lain karena ada beberapa komponen di dalam alternator seperti rotor, regulator tegangan dan lainnya mulai aus. Maka dari itu, kenali dulu gejala kerusakan alternator ini.

Lampu meredup

Suplai daya listrik yang mulai turun, salah satu indikasinya adalah cahaya lampu depan mulai meredup. Sehingga jangkauan dan intensitas cahaya lampu pun makin berkurang untuk menerangi jalan.

Gerakan power window makin lambat

Power window menggunakan motor yang membutuhkan listrik cukup besar untuk bekerja menggerakan kaca jendela. Ketika proses menaikkan atau menurunkan jendela lebih lambat dari normal, bisa jadi motor power window kekurangan daya listrik.

Baca Juga : Mobil Mogok Mendadak Saat Digunakan, Perhatikan Hal Berikut Ini !

Bunyi berdecit

Bila bunyi mendecit dari ruang mesin muncul, itu akibat belt yang terkoneksi dengan alternator mengalamai slip akibat kendur atau posisi puli tidak sejajar. Karena belt slip, putaran tidak mentransfer putaran dengan baik untuk memutar rotor dan magnet alternator. Sehingga daya listrik yang dihasilkan alternator berkurang.

Lampu indikator aki menyala

Jika lampu indikator aki di dasbor mobil menyala, menandakan daya listrik dari aki berkurang. Berkurangnya daya listrik di aki itu juga bisa karena suplai dari alternator berkurang. Jadi jika pengecekan pada aki tidak ada masalah, pengecekan berikutnya adalah alternator.

Mesin tersendat dan mati

Pompa dan injektor bahan bakar juga membutuhkan listrik. Ketika suplainya berkurang atau tidak konstan, kinerjanya pun menurun. Hal itu ditandai dengan mesin mobil terasa tersendat bahkan bisa sampai mati. Karena ketika daya dari aki minim akibat alternator tidak berfungsi semestinya, injektor tidak dapat menyemprotkan bahan bakar sesuai kebutuhan ke ruang bakar mesin.

Dari beberapa gejala itu, maka penting melakukan perawatan kendaraan secara berkala. Muncul salah satu dari gejala itu, pengguna mobil bisa menyampaikan ke mekanik untuk reparasi ketika melakukan servis berkala.

Cara Deteksi Kerusakan V belt

Tidak jarang dijumpai, motor matic yang mogok di jalan akibat V-belt transmisi CVT yang tiba-tiba putus. Umumnya, putusnya V-belt diakibatkan sudah lama tidak diganti atau jarak tempuhnya sudah lebih dari 20-25 ribu kilometer.

Melihat dari fungsinya, V-belt motor matic mirip rantai motor yakni berfungsi sebagai penghubung putaran dari crankshaft mesin menuju ke as roda belakang. Bila komponen ini putus, maka putaran dari mesin tidak akan tersalurkan ke roda belakang dan motor pun tidak bisa berjalan. Bisa juga membuat roller menjadi peang.

Jika dilihat dari kondisi V-belt sebelum putus, biasanya ada retak-retak akibat getas.  Tapi karena motor jarang dirawat, kondisi V-belt yang sudah retak pun tidak terdeteksi dan luput dari penggantian.

Retak pada V-belt bisa terlihat pada saat belt ditekuk keluar. Sisi samping gerigi belt, juga terlihat lebih ramping atau tajam jika dibandingkan V-belt normal. Hal itu artinya V-belt mengalami aus akibat bergesekan dengan puli. Jika sudah aus dan melar, biasanya muncul suara berisik dari CVT.

Baca Juga : Kenali Penyebab Putusnya Timing Belt

Pada kondisi V-belt yang sudah aus, maka akan memengaruhi akselerasi. Saat mulai melaju, muncul slip yakni laju motor tidak sesuai dengan putaran mesin. Hal itu akibat V-belt tidak lagi menyalurkan putaran mesin secara maksimal ke roda belakang.

V-belt yang mengalami keausan dini biasanya disebabkan karena kelebihan beban. Misalnya menggunakan ban berdiamter lebih besar atau sering bawa muatan berat. Faktor lainnya, as puli yang berkarat dan keringnya bearing puli. Hal ini membuat gerakan puli menjadi terhambat dan imbasnya kerja V-belt makin berat.

Bisa juga karena menempuh perjalanan panjang. Semisal sekali jalan, jarak tempuhnya mencapai puluhan atau lebih dari seratus kilometer tanpa berhenti. Jadi selain tanda fisik dan suara, sering melakukan perjalanan panjang seperti itu juga memungkinkan V-belt lebih cepat aus atau putus.

Hal itu bisa terjadi walau jarak tempuh pemakaian V-belt masih jauh di bawah 20 ribu kilometer. Sebaiknya lakukan perawatan motor matic secara berkala yang di dalamnya termasuk merawat komponen transmisi CVT.

Indikasi Kerusakan dan Perawatan Karet Pintu Mobil

Karet pintu menjadi salah satukomponen mobil yang sering terlupakan. Bagaimana tidak, karet pintu memang posisinya jarang dilihat pengguna mobil. Terlebih bagi pengguna mobil yang jarang mencuci mobilnya sendiri. Sehingga jika ada kerusakan karet pintu mobil, pengguna tidak langsung mengetahuinya hingga muncul masalah.

Namun sebelum melangkah lebih jauh mengenai kerusakan karet pintu mobil, perlu diketahui fungsinya yaitu untuk merapatkan celah pintu. Sehingga membuat pintu dalam kondisi rapat. Makanya karet pintu juga bisa menghalau masuknya angin, air, debu dan lumpur ke dalam kabin mobil. Baik dalam keadaan mobil berhenti atau melaju sekali pun.

Indikasi kerusakan

Kerusakan pada karet pintu karena pemilik kendaraan kurang perhatian pada mobilnya. Salah satu yang sering terjadi adalah lepasnya karet pintu dari bingkai pintu, sehingga efeknya pintu menjadi sulit untuk ditutup.

Indikasi lainnya adalah timbul bising angin dari sela-sela pintu ketika mobil sedang melaju. Dan yang paling menyebalkan, ketika terjadi kebocoran dari sela-sela pintu saat hujan turun. Umumnya, penyebab karet pintu mobil rusak adalah karena getas atau ada kotoran yang menumpuk. Sehingga saat buka-tutup pintu, karet pintu bisa robek. Jika beberapa indikasi itu muncul, bersiaplah untuk mengganti karet pintu mobil.

Baca Juga : Cara Merawat Pintu Geser Mobil

Perawatan karet pintu

Sebenarnya tidak ada perawatan khusus yang perlu dilakukan untuk menjaga umur dari karet pintu mobil lebih panjang. Yang perlu dilakukan hanya melakukan pembersihan menggunakan air ketika mencuci mobil dan mengeringkannya kembali. Untuk menjaga kekenyalan dan kelembabannya, bisa juga menggunakan cairan silikon.

Sedangkan jika karet pintu mobil terlepas dari bingkainya, tinggal dirapikan kembali dengan menambahkan perekat di baliknya. Yang terakhir, hindari karet pintu terkena benturan selain bagian pintu. Pasalnya kondisi ini berpotensi untuk merobek karet pintu.

Tips Mendeteksi Kerusakan Kopling Mobil

Kopling adalah salah satu komponen pemindah tenaga mesin untuk disalurkan ke transmisi. Betapa bisa dibayangkan pentingnya kopling mobil untuk selalu berfungsi secara maksimal. Karena jika kopling mobil bermasalah, tenaga mesin yang disalurkan pun tidak optimal. Laju mobil pun bisa terkendala.

Ada beberapa indikasi yang bisa diketahui ketika kopling mobil bermasalah. Dengan mengetahui beberapa indikasi ini, pengguna mobil bisa menghindari potensi kerusakan yang parah pada kopling mobil.

Menginja pedal kopling lebih keras

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh clutch cover yang sudah memiliki masa pakai lama. Sehingga menyebabkan per penekan plat kopling tidak memberikan daya pegas yang maksimal saat membalikkan tekanan yang diberikan saat pedal kopling diinjak.  Jika sudah begini, salah satu cara solusi yang bisa ditempuh adalah mengganti komponen kopling. Sehingga kopling terasa normal kembali.

Muncul getaran saat mengangkat pedal kopling

Ada saatnya kampas kopling bersentuhan dengan flywheel dan terjadi gesekan. Dalam jangka waktu yang lama, gesekan tersebut bisa mengakibatkan kampas kopling aus dan flywheel tidak merata sehingga menyebabkan impresi berkendara bergetar saat kopling hendak dilepas.

Tentu hal ini sangat tidak nyaman dirasakan pengemudi dan penumpang terlebih di kondisi jalan stop ang go. Untuk menghilangkan gejala ini pun cukup mudah, hanya dengan mengganti flywheel, getaran pun hilang.

Baca Juga : Transmisi Kopling Ganda Dengan Kelebihan Ganda

Akselerasi menurun

Kampas kopling yang tipis menyebabkan tenaga yang dihasilkan mesin tidak dapat disalurkan secara instan ke roda. Gejalanya hanya putaran mesin yang meninggi, tapi selaras dengan kenaikan laju kendaraan.

Gejala ini pun menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Pengemudi berpotensi menginjak pedal gas lebih dalam untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan. Setelah melakukan penggantian kampas kopling, masalah ini bisa selesai dan akselerasi mobil normal kembali.

Kembali ke atas