nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Inreyen

Tag: Inreyen

Cara Inreyen Motor Baru – Deltalube

Jaga kecepatan di 500 km pertama

Hindari memperlakukan motor secara ekstrem selama jarak masih di bawah 500 km pertama. Seperti memutar grip gas terlalu penuh pada saat start, berkendara dengan kecepatan tinggi atau melakukan pengereman secara mendadak.

Atur putaran mesin

Atur putaran mesin dengan cara mengendalikannya di angka stabil dan tidak melebihi batas yang dianjurkan pada buku pedoman pemakaian motor. Memacu motor dengan kecepatan tinggi pada saat inreyen, dapat memperpendek usia komponen mesin akibat gesekan berlebihan.

Hindari manuver ekstrem

Terutama pada saat kondisi jalan basah atau licin. Ban motor baru masih mengalami proses adaptasi. Sehingga grip yang dihasilkan di atas jalan belum optimal dan berisiko slip.

Hindari beban berlebih

Mengangkut beban yang berlebihan pada saat inreyen dapat menambah beban kerja komponen internal mesin dan mereduksi usia pakai mesin.

Ganti oli mesin 1.000 km pertama

Segera ganti oli mesin motor setelah mencapai 1.000 km pertama. Tujuannya agar partikel sisa gesekan antar komponen (gram), seperti serpihan logam, dapat dibuang bersama oli bekas.

Jangan ragu menguras oli mesin meski jarak tempuh belum begitu jauh. Hal ini untuk mempermudah kinerja komponen mesin dan terhindar dari penggumpalan kotoran.

Adaptasi

Sangat disarankan untuk membiasakan diri dengan motor baru. Masa inreyen tidak hanya berlaku pada motor, tapi juga pengendaranya untuk beradaptasi.

Riding position tiap motor tentu berbeda, seperti jarak setang dan jok. Hal ini mempengaruhi kemampuan pengendara untuk mengendalikan motor seperti saat belok.

 

Baca juga : Trik Memilih Motor Bekas

Perlukah Inreyen Mobil Baru Dilakukan ?

Sebenarnya, apa manfaat inreyen atau break in pada mobil baru? Beberapa pihak berpendapat inreyen mobil baru, apalagi yang berteknologi modern, tidak perlu dilakukan. Tapi beberapa pihak lain mengatakan, inreyen mobil baru itu tetap perlu dilakukan.

Inreyen adalah prosedur untuk mengkondisikan komponen di dalam mesin yang baru bergerak dan mendapat beban. Proses adaptasi ini berguna agar antar komponen mesin saling menyesuaikan satu sama lainnya.

Inreyen disarankan tetap dilakukan, apapun model mobil yang dimiliki, baik mobil mesin bensin maupun diesel. Lalu apa saja manfaat yang diperoleh setelah menjalani proses inreyen?

Baca Juga : Perlukah Memanaskan Mesin Mobil Di Pagi Hari?

Manfaat inreyen

Hampir setiap pabrikan mobil menerbitkan buku manual yang berisi cara pengoperasian kendaraan sejak pertama kali diterima. Meski teknologi mengalami peningkatan pesat, dalam hal desain, teknik dan manufaktur, inreyen masih penting dilakukan.

Sebab ini adalah cara agar komponen di dalam mesin bisa saling bergesekan secara halus. Dengan begitu, risiko kebocoran dan benturan kasar antar komponen saat mesin masih baru bisa dihindari.

Salah satu yang membuat hal ini harus dilakukan adalah soal investasi usia mesin kendaraan. Intinya untuk mendapat kinerja terbaik dan umur layanan yang panjang dari mobil, inreyen perlu dilakukan sesuai prosedur.

Dengan inreyen, pemilik kendaraan mendapat efek jangka panjang yang menguntungkan. Seperti konsumsi bahan bakar yang lebih baik, penggunaan oli mesin yang lebih sedikit tanpa penguapan berarti, transfer tenaga lebih optimal, serta daya tahan mesin lebih panjang.

Inreyen jadi penting karena menentukan biaya perawatan kendaraan ke depannya. Usia komponen mesin lebih panjang, membuat biaya pengeluaran untuk penggantian sparepart bisa dipakai untuk keperluan lain.

Cara Tepat Inreyen Mobil Baru

Inreyen mobil baru adalah prosedur untuk mengkondisikan komponen di dalam mesin yang baru bergerak dan mendapat beban. Proses adaptasi ini berguna agar antar komponen mesin saling menyesuaikan satu sama lainnya.

Selain itu, inreyen mobil baru ini sekaligus proses pengenalan dan adaptasi karakter mobil dengan pemiliknya. Inreyen disarankan agar tetap dilakukan, apapun model mobil yang dimiliki, baik mobil mesin bensin maupun diesel. Lalu bagaimana cara inreyen mobil baru yang baik dan benar?

Hindari kecepatan tinggi

Cara inreyen mobil baru yang tepat adalah menghindari berkendara kecepatan tinggi dengan putaran mesin tinggi. Disarankan menjaga mesin mobil bekerja di bawah 5.000 rpm atau di bawah kecepatan 100 km/jam.

Hal ini bertujuan agar komponen di dalam mesin bisa menyesuaikan antara satu dengan yang lainnya, serta bekerja dengan baik ke depannya.

Hindari juga melakukan akselerasi penuh dan jangan melakukan akselerasi berlebihan saat start maupun saat berkendara.

Perpindahan transmisi

Cara inreyen mobil baru dengan transmisi otomatis yakni membiasakan pengoperasian dengan normal. Bila kondisi lalu lintas mengharuskan benar-benar berhenti seperti di lampu merah, posisikan tuas transmisi ke N (Netral) lalu injak rem.

Saat berhenti, hindari posisi transmisi masih di D kemudian menginjak rem, kecuali bila kondisi jalan padat merayap (stop and go).

Sedangkan cara inreyen mobil baru untuk transmisi manual, usahakan melakukan perpindahan gigi perlahan dan halus, serta hindari melakukannya pada putaran mesin tinggi.

Di samping itu penting juga untuk tidak berjalan pada posisi gigi yang sama secara terus menerus, baik saat kecepatan tinggi maupun rendah. Melajulah seperti biasa dengan posisi gigi berubah-ubah.

Baca Juga : Perlukah Inreyen Mobil Baru Dilakukan ?

Hindari rem mendadak

Inreyen mobil baru yang belum menempuh jarak 500 km, sebaiknya hindari pengereman mendadak. Lakukan pengereman secara perlahan hingga mobil benar-benar berhenti atau sesuai kecepatan yang diinginkan.

Selain mesin, inreyen juga harus dilakukan pada sistem pengereman dan ban. Ban yang masih baru belum cukup elastis untuk menempel pada permukaan jalan. Sedangkan pada rem, daya cengkeram kampas juga belum cukup maksimal. Sehingga upaya membiasakan dua komponen itu juga tak kalah penting.

Ganti oli mesin pada 1.000 km

Ganti oli mesin jika jarak tempuh kendaraan telah mencapai 1.000 km. Hal ini perlu dilakukan agar sisa atau ampas besi di dalam ruang mesin dapat terbuang bersama oli mesin.

Penggantian oli saat inreyen ini berdasarkan jarak atau waktu. Jika mobil jarang dipakai, usahakan tetap diganti saat mencapai 3 bulan.

 

Kembali ke atas