nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Helm

Tag: Helm

Ciri Helm Berkualitas dan Seberapa Pentingnya Helm ?

Ciri Helm Berkualitas dan Seberapa Pentingnya Helm ?

Saat Anda berkendara sepeda motor, pasti tak lepas dari yang namanya helm. Yah, helm adalah salah satu perlengkapan yang diperlukan saat mengedarai sepeda motor terutama di jalan raya yang ramai dengan kendaraan. Namun, sudahkah Anda mengetahui ciri helm berkualitas itu seperti apa? Lalu sebenarnya seberapa penting helm digunakan saat mengendarai sepeda motor? Untuk mengetahuinya, silahkan Anda ikuti bahasan pada artikel kali ini.

Ketika mengendarai sepeda motor, pasti terdapat berbagai persyaratan yang harus dikerjakan dan dipatuhi oleh pengendara. Itu semua bertujuan untuk keselamatan bagi pengendaranya dan juga mengurangi terjadinya resiko kecelakaan. Termasuk adalah helm yang merupakan alat keselamatan paling utama, yang melindungi pada bagian kepala. Karena bagian dari kepala ini sangat sensitif sekali jika terjadi benturan, baik dengan benda yang keras maupun dengan jalan.

Selain itu helm juga dapat melindungi penglihatan pengendara, dari debu atau kotoran yang lainnya. Helm juga merupakan syarat utama dalam berkendara, baik untuk orang tua ataupun anak-anak, ketika sedang berkendara menggunakan sepeda motor diwajibkan untuk mengenakan helm. Namun kebanyakan orang yang tidak memperhatikan peraturan ini, dan banyak yang beralasan ketika menggunakan helm ketika berkendara sepeda motor hanya bertujuan untuk menghindari terjadinya tilang polisi lalu lintas.

Bahkan tidak sedikit orang-orang yang mengendarai sepeda motor tidak memperhatikan helm yang dikenakannya, padahal helm yang digunakan sudah tidak layak pakai. Selain itu kebanyakan orang yang mengendarai sepeda motor yang menggunakan helm, tidak memperhatikan helm tersebut. Hanya dikarenakan keindahan atau hiasan pada helm tersebut yang dapat menarik dengan berbagai warna dan motif dan lain-lain.

Ketika menggunakan helm untuk berkendara yang paling terpenting adalah bagaimana memilih helm yang berkualitas yang baik, menarik dan bisa tampil untuk bergaya, dan yang paling penting adalah nyaman ketika digunakan.

Ketika berkendara, helm sangat berperan penting dalam keselamatan. Karena sebagai alat pelindung keamanan pada bagian kepala, helm yang kenakan harus nyaman dan pas untuk pengendara yang menggunakannya, karena jika tidak pengendara tidak nyaman kemungkinan akan mengganggu sekali ketika berkendara.

Sebagai alat pelindung kepala, helm ini sangat penting digunakan ketika berkendara, karena jika tidak menggunakan helm ketika kecelakaan anggota tubuh yang terluka paling parah adalah kepala. Dipastikan ketika menggunakan helm harus sesuai dan pas dengan kepala, karna jika terlalu kecil atau terlalu besar akan mengganggu sekali. Jika menggunakan helm yang terlalu kecil akan berakibat aliran darah pada leher dan aliran darah ke otak akan terhambat dan tidak lancar, dan juga akan menjadikan si pengendara sepeda motor mengalami sakit kepala dan akan mengganggu pada penglihatan.

Dan jika menggunakan helm yang terlalu besar juga akan mengganggu, karena helm yang terlalu besar ketika digunakan akan terasa lebih berat. Hal ini akan menjadikan si pengendara menjadi hilang karena beban helm di kepala. Kondisi ini kemungkinan akan menjadikan terjadinya kecelakaan.

Berikut ini adalah ciri helm yang berkualitas baik untuk digunakan dalam berkendara :

  1. Helm berukuran pas dengan kepala
    Jika Anda menggunakan helm yang terlalu besar atau kecil, itu akan menggangu Anda ketika berkendara dan juga tidak akan memberikan manfaat sama sekali. Kemungkinan jika Anda menggunakan helm yang terlalu besar atau telalu sempit, kemungkinan akan menjadikan terjadinya kecelakaan, yang seharusnya mengungtungkan pada pengendara sepeda motor justru merugikan pada pengendara.
  2. Helm Beratnya Cukup Ringan
    Kenyaman ketika menggunakan helm adalah dari beratnya. Jika helm terlalu berat akan mengganggu pengendara yang menggunakannya karena harus menahan dan menjaga keseimbangan ketika menggunakan helm yang berat dan malah menjadika hilangnya fokus ketika berkendara. Namun jika menggunakan helm yang ringan tapi kuat akan membuat pengendara menjadi nyaman, dan tidak membebani pengendara,dan juga menjadikan pengendara bisa fokus dengan jalan.
  3. Memiliki sertifikat SNI
    Helm yang sudah memiliki sertifikasi, pada setiap negara pasti memiliki standarisasi keamanan yang berbeda-beda. Untuk di Indonesia, helm-helm yang dijual harus memiliki standar kemanan yaitu Standar Nasionnal Indonesia atau SNI. Karena helm yang sudah memiliki sertifikasi SNI sudah lulus uji dan boleh digunakan.
  4. Helm bentuknya sesuai standar keamanan
    Helm yang paling baik adalah helm yang sudah memiliki dan memenuhi standar keamanan. Sebaiknya pilihlah helm yang sudah memiliki prosedur SNI, karena helm yang sudah mendapatkan prosedur dari SNI berarti sudah lulus uji dan sudah boleh digunakan karena sudah terjamin.

 

Selain itu pilihlah helm yang lapisan cangkang luarnya membungkus pada seluruh kepala dan juga memberikan ruang untuk melihat., karena jika tidak keseluruhan  kemungkinan ketika terjadi kecelakaan pada daerah wajah tepatnya pada dagu akan terluka. Pastika juga helm tersebut terbuat dari cangkang yang tebal dan kuat jika terjadi benturan yang keras.

Itulah uraian mengenai ciri helm yang berkualitas dan pentingnya helm bagi pengendara sepeda motor. Gunakan kelengkapan selalu dalam berkendara sehingga keselamatan tetap terjaga. Semoga pembahasan ini dapat menambah informasi bagi Anda.

Efek Meletakan Helm Diatas Tangki Motor

Bagi pengendara motor, helm merupakan perlengkapan penting untuk melindungi kepala saat riding. Namun karena tidak adanya ruang penyimpanan helm terutama di motor sport, membuat penggunnya sembarangan meletakkan helmnya.

Ada yang meletakkan di spion, jok dan ada yang meletakkan helm di atas tangki bahan bakar. Namun kebiasaan meletakkan helm di atas tangki bahan bakar ini bisa berakibat buruk.

Efek bagi pengendara

Efeknya sebenarnya tidak terlalu bahaya, tetapi bisa membuat pusing dan mual jika helm langsung dipakai atau digunakan. Jika pengendara pusing tentu sangat menggangu konsentrasi berkendara.

Jadi, jika lupa meletakkan helm di atas tangki bahan bakar, lebih baik membiarkan helm terbuka agar ada sirkulasi udara dan hawa bensin hilang. Helm pun siap digunakan lagi.

Baca Juga : Ciri Helm Berkualitas dan Seberapa Pentingnya Helm ?

Efek terhadap helm

Tidak hanya berimbas pada pengendara, kualitas helm lama-kelamaan bisa menurun. Secara tidak langsung bisa membuat busa mengering, keras dan merusak kualitas helm.

Meskipun tangki bahan bakar tertutup, tapi uap bahan bakar tetap ke luar dan bisa merusak komponen helm. Uap bahan bakar tersebut bisa masuk dan melekat di bagian dalam helm.

Busa dan styrofoam helm lama-kelamaan rusak. Jika bagian busa dan EPS atau styrofoam rusak, dikhawatirkan performa helm untuk melindungi kepala dari benturan atau kecelakaan, juga berkurang.

Nah, agar hal ini tidak terjadi, sebaiknya menyimpan atau meletakkan helm tidak di atas tangki bahan bakar. Sebaiknya letakan di box jika ada atau tempat menggantung helm jika motor dilengkapi gantungan helm.

Selain itu, saat helm tidak digunakan atau disimpan, sebaiknya kaca helm dibuka, agar terdapat sirkulasi udara di dalam helm. Sehingga helm tidak lembab maupun bau.

Ini Alasan Busa Helm Tidak Boleh Dijemur

Seperti halnya motor, helm sebagai peranti keselamatan dalam berkendara juga memerlukan perawatan. Perawatan yang paling mudah adalah dengan mencucinya. Bisa dilakukan sendiri di rumah maupun menggunakan jasa pencucian helm.

Namun, ada beberapa hal penting yang wajib diketahui saat mencuci helm, yakni cara mengeringkan busa helm yang benar dan tepat. Sehingga nantinya helm tetap nyaman digunakan.

Proses pengeringan busa helm, sebaiknya jangan menggunakan hairdyer atau dijemur langsung di bawah sinar matahari. Jika mengeringkan busa helm menggunakan hairdryer, udara yang dikeluarkan hairdryer panas, hal ini membuat busa helm cepat kempis.

Tidak jauh berbeda bila busa helm dijemur di bawah terik matahari. Lama-kelamaan busa helm juga akan menyusut. Selain itu busa helm akan mengeluarkan bau sangit setelah dijemur.

Baca Juga : Ciri Helm Berkualitas dan Seberapa Pentingnya Helm ?

Mengeringkan helm dengan cara tersebut di atas, dipastikan dapat menurunkan performa dan kemampuan menopang dari busa. Padahal bagian ini berguna untuk meredam saat terjadi benturan. Maka dari itu, hal ini sangat tidak disarankan saat mengeringkan maupun mencuci helm.

Lalu bagaimana cara mengeringkan busa helm yang benar dan tepat? Cara mengeringkan busa helm yang tepat adalah cukup dengan kipas angin, yang diarahkan ke busa helm yang dikeringkan. Walau tidak lekas kering seperti menggunakan hairdryer, tetapi cara ini aman untuk menjaga kualitas kekenyalan busa helm. Serta tidak menimbulkan bau sangit karena ada udara yang bersirkulasi di area dalam helm.

Nah, beberapa hal tersebut di atas yang juga menjadi alasan kenapa sehabis helm dipakai, tidak boleh dijemur di bawah terik matahari. Baik dengan alasan menghilangkan lembab, keringat maupun basah, apabila sehabis kehujanan.

Langkah Mudah Mencuci Kaca Helm

Kaca helm atau visor adalah salah satu komponen helm yang sangat penting untuk dijaga kebersihannya. Karena pemakaian, tentu banyak debu maupun kotoran yang menempel pada kaca helm, sehingga mengganggu pandangan mata.

Lamanya pemakaian juga dapat membuat kondisi kaca helm menurun. Faktor cuaca, debu, dan gesekan, memicu tumbuhnya jamur dan goresan atau baret pada permukaan visor helm. Belum lagi jika helm pernah atau sering terjatuh dan mengenai kaca helm.

Nah, agar performa kaca helm tetap optimal, perlu dibersihkan sesering mungkin. Berikut langkah mudah mencuci kaca helm dan bisa dikerjakan sendiri.

Bilas dengan air

Karena kaca helm berbahan dasar mika yang sangat sensitif, bilas seluruh permukaan kaca helm dengan air sebelum dilap. Debu yang menempel dapat mengakibatkan baret pada saat pengelapan, jika dilakukan sebelum kaca helm dibilas air.

Gunakan cairan khusus atau sampo

Selanjutnya, bersihkan kaca helm menggunakan cairan khusus. Tapi jika tidak ada, bisa menggunakan sampo, cukup dilap dan diusap merata pakai tangan.

Hindari menggunakan detergen dan sabun colek, sebaiknya gunakan sampo yang mengandung silikon agar debu dan minyak pada permukaan kaca helm terangkat.

Gunakan lap microfiber

Setelah dibilas, keringkan kaca helm secara perlahan dengan kain lap halus atau chamois. Tapi untuk mendapatkan hasil maksimal, gunakan lap yang berbahan microfiber.

Banyak yang salah kaprah, mengelap kaca helm menggunakan tisu atau kain biasa. Yang tepat adalah dengan kain microfiber dan usahakan gerakan mengeringkannya satu arah, agar visor tidak baret.

Visor Helm Motor Juga Perlu Perawatan

Sebagai salah satu komponen helm motor, visor dapat melindungi wajah dan penting untuk kenyamanan visibilitas pengendara. Mata tidak kering ataupun kemasukan debu, cairan atau kotoran lain yang mengganggu pandangan. Agar tetap bersih dan terhindar dari penyebab permukaan baret, visor helm motor butuh perawatan sehingga usia pakainya bisa jauh lebih lama.

Perawatannya pun tidak sulit dan memakan waktu. Perawatan di sini adalah untuk selalu menjaga visor helm harus dalam keadaan bersih. Termasuk meminimalisasi penyebab permukaan baret yang mengganggu visibilitas akibat buram.

Bagaimana cara membersihkannya? Beberapa langkah mudah ini perlu dilakukan rutin  untuk membersihkan visor helm. Untuk memudahkan membersihkan, sebaiknya lepaskan visor helm. Bagian helm lain pun terhindar dari terkena cairan pembersih.

Hindari mengelap permukaan visor dengan lap dalam kondisi kering. Karena jika ada kotoran yang menempel, bisa membaret permukaan visor. Membersihkan visor helm dimulai dengan membasahi permukaan. Bisa menggunakan air bersih, cairan pembersih seperti pembersih kaca atau cairan sabun pencuci piring. Menggunakan sabun dapat menghilangkan lapisan lemak yang menempel di permukaan visor.

Baca Juga : Ciri Helm Berkualitas dan Seberapa Pentingnya Helm ?

Setelah dibilas hingga bersih, keringkan permukaan visor dengan kain microfiber agar tidak merusak permukaan visor. Jika hal ini dilakukan secara rutin, visor helm akan selalu bersih dan bisa digunakan dalam waktu yang lebih lama.

Lalu apakah ada ciri-ciri visor helm harus diganti dengan yang baru? Tentu semua ciri-ciri ini berkaitan dengan visibilitas saat berkendara. Yang paling sering dialami adalah baret kaca visor. Meski tidak berpengaruh besar saat mengemudi di siang hari, tapi dapat mengganggu visibiltas saat berkendara di malam hari.

Baret  pada visor helm dapat menghadirkan pantulan cahaya yang tidak teratur dan cenderung mengganggu pandangan pada objek tertentu. Selain menjadi tidak nyaman, hal ini juga membahayakan keselamatan dalam berkendara. Jika baret sudah terlalu banyak, sebaiknya ganti visor helm yang baru dan menggunakan produk visor orisinal dari helm yang dimiliki.

Mengapa Harga Helm Ada yang Mahal dan Murah? Ini Sebabnya

Sudah bukan rahasia umum lagi, di pasaran terdapat beragam harga helm. Ada yang mahal ada pula yang murah. Mulai dari harga puluhan ribu sampai jutaan rupiah. Lantas, di mana bedanya dari helm-helm tersebut?

Untuk orang awam, mungkin tampak sama saja. Terlihat dari bentuk fisik, merek dan motif yang menempel pada helm tersebut. Tentu ada hal istimewa yang membuat harga helm-helm itu terpaut jauh.

Seiring waktu berlalu, teknologi yang disematkan kepada pelindung kepala ini semakin canggih. Misalnya bahan yang dipakai untuk membuat cangkang helm, dahulu cangkang helm dibuat dengan bahan plastik. Kini, cangkang helm dibuat dari fiberglass dan serat organik. Hal ini membuat cangkang helm menjadi jauh lebih kuat, sekaligus memangkas bobot helm. Bahkan ada pabrikan helm yang mengklaim cangkang helmnya sangat kuat menahan benturan dan hanya bisa rusak dengan laser.

Tentu bukan melulu soal kekuatan helm, walau memang kodrat helm sebagai pelindung kepala. Tapi juga dari sisi kenyamanan saat dipakai berkendara. Para pabrikan helm berlomba untuk meningkatkan insulasi kebisingan di helm. Berikutnya daya pandang pengendara juga menjadi perhatian, misalnya salah satu pabrikan menambahkan visor penglihatan yang mampu menyerap 99 persen sinar UV. Pengendara masih dimanjakan dengan kenyamanan kepala di dalam helm dengan lapisan dalam yang mampu menyerap keringat dua kali lebih banyak.

Lain lagi dari sisi aerodinamika juga diperhitungkan oleh para ahli desainer helm. Desain helm dibuat sedemikian rupa agar sedikit mungkin menghambat angin. Selain itu, salah satu ciri helm yang nyaman dipakai adalah helm dengan ventilasi yang baik. Masih berhubungan dengan aerodinamika, desain sekaligus untuk ventilasi helm.

Baca Juga : Visor Helm Motor Juga Perlu Perawatan

Lantas, apakah semua teknologi yang ada di atas akan didapatkan pada helm dengan harga puluhan ribu rupiah saja? Tentu saja tidak. Dari sudut pandang inilah yang menjadi faktor pembeda pada helm dengan harga murah dengan harga mahal.

Sebagai pengingat, kepala kita merupakan salah satu tempat yang terdapat organ vital. Tentu mengeluarkan dana yang besar untuk melindunginya adalah hal yang sepadan. Namun tidak ada yang mengatakan helm murah tersebut buruk, karena setiap orang memiliki kemampuan finansial yang berbeda-beda.

Pemotor Wajib Pakai Helm Ini Untuk Perjalanan Jauh

Bagi para pemotor, helm adalah perlengkapan penting yang wajib dikenakan Ketika berkendara. Menjadi wajib karena helm berfungsi sebagai pelindung kepala bila terjadi benturan. Terlebih saat berkendara jauh alias touring. Semakin jauh perjalanan, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Lantas, helm yang bagaimana yang sebaiknya dipakai saat touring? Yuk, kita intip sama-sama.

Saat ini begitu banyak model helm yang beredar di pasaran. Namun yang umum digunakan bisa digolongkan menjadi dua yakni helm full face dan helm half face. Tidak jarang terjadi perdebatan di kalangan bikers perihal tingkat keamanan antara keduanya. Untuk itu, kita bedah terlebih dahulu perbedaannya.

Helm jenis half face diciptakan sebagai pelindung kepala, namun tidak untuk bagian wajah. Karena bagian muka pada helm half face hanya dilindungi oleh kaca atau visor. Helm tipe ini menjadi favorit karena lebih mudah dipakai dan dilepas. Saat berkendara jarak dekat, tipe ini kerap menjadi pilihan. Sedangkan untuk perjalanan jarak jauh, helm ini tidak direkomendasi karena masih ada celah yang tidak terlindungi di bagian wajah. Seperti yang sudah disebutkan di atas, semakin jauh perjalanan, semakin tinggi pula risiko yang bisa terjadi.

Sesuai dengan Namanya, jenis helm full face memiliki perlindungan yang menyeluruh untuk kepala. Termasuk pada bagian wajah. Tipe helm ini memang lebih bisa diandalkan dari segi perlindungan. Selain melindungi kepala, helm full face juga melindungi dari terpaan angin yang kerap mengganggu konsentrasi rider. Bukan tanpa kekurangan, helm full face dinilai lebih tidak praktis ketimbang half face. Terlebih saat cuaca panas dan ventilasi yang dimiliki helm tersebut tidak mumpuni.

Baca Juga : Visor Helm Motor Juga Perlu Perawatan

Pun begitu, helm full face adalah yang paling disarankan untuk dipakai berkendara jarak jauh. Karena helm ini lebih meminimalisir risiko bila terjadi benturan. Dalam hal berkendara apapun jenisnya, sisi keselamatan harus menjadi nomor satu. Karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi Ketika kita berada di jalan raya.

Happy and safety riding ya guys!

Jangan Asal Ganti Visor Helm

Selain jadi peralatan keselamatan wajib, helm kini juga merambah sebagai aksesori fashion pengguna motor. Biasanya, pengguna motor akan melakukan beberapa cara untuk mempercantik tampilan helm. Mulai dari penambahan stiker, hingga mengganti visor atau kaca helm. Helm pada kondisi standar, akan dilengkapi visor bening atau clear. Visor bening ini bertujuan, agar pandangan kita tetap maksimal saat malam hari.

Penggunaan visor bening pada siang hari, kadang bisa menimbulkan masalah. Banyak dari kita yang sering merasa silau, saat menggunakan helm dengan visor bening. Menanggapi masalah itu, produsen helm kini mulai meluncurkan helm dengan fitur double visor. Helm dengan double visor, memiliki visor gelap tambahan yang bisa diatur naik turun. Fitur ini memungkinkan kita menggunakan visor gelap saat siang hari, dan menggunakan visor bening saat malam hari.

Sedangkan bagi helm yang belum double visor, solusi mengatasi silau hanya lewat ganti visor yang gelap. Kini tersedia banyak pilihan visor gelap untuk masing-masing helm. Ada visor light smoke dengan kegelapan sedang, dark smoke dengan kegelapan pekat, hingga visor iridium yang seperti cermin dari jika dilihat dari sisi luar.

Tapi kita harus waspada Bro Deltalube. Penggunaan visor dark smoke dan iridium memang keren dan bisa menghalau terik sinar matahari. Tapi, pandangan kita akan sangat tereduksi saat malam hari. Visor iridium, memiliki lapisan khusus pada sisi luar yang memungkinkannya memantulkan cahaya.

Lapisan tambahan ini, mudah sekali baret. Jika sudah baret, tentu akan mengaburkan pandangan. Penggunaan visor iridium yang sudah baret pada malam hari, akan melipatgandakan masalah. Selain pandangan yang jadi lebih gelap, baretnya juga bisa menghilangkan fokus. Jadi untuk penggunaan visor dark smoke dan iridium, sebaiknya hanya untuk siang hari saja.

Baca Juga : Visor Helm Motor Juga Perlu Perawatan

Jangan ambil risiko Bro! Visor jenis light smoke, cenderung lebih aman digunakan sepanjang waktu. Intensitas cahaya yang masuk, masih lebih banyak dibanding visor jenis dark smoke atau iridium. Tapi memang, kemampuannya dalam menahan terik matahari tidak maksimal. Jangan salah pilih ya Bro Deltalube, jangan gadaikan keselamatan demi gaya semata.

Bahaya Helm yang Tidak Pernah Dicuci

Helm adalah peranti keselamatan wajib, saat kita menaiki sepeda motor. Jadi, helm adalah benda yang sering sekali dipakai oleh para pengendara motor. Tapi apakah kita sudah melakukan perawatan terhadap helm kita? Apakah kita pernah mencuci helm kita? Waspadalah Bro Deltalube, helm yang kotor apalagi tidak pernah dicuci, bisa sebabkan penyakit lho.

Saat dipakai, suhu pada area helm akan meningkat. Panas pada helm, akan membuat kepala berkeringat sehingga membuat helm jadi lembab. Apalagi pada helm seri low end, yang tidak memiliki sistem ventilasi udara.

Udara hangat dan lembab tersebut, tidak bisa keluar dan terperangkap dalam helm. Belum lagi jika kondisi kepala kita kotor, yang menyebabkan interior helm juga jadi ikut kotor. Kita mungkin sudah tahu, kalau kondisi lembab dan kotor adalah lingkungan ideal untuk pertumbuhan bakteri dan jamur.

Ciri dari helm yang mulai tidak sehat, adalah munculnya bau. Bau adalah indikasi awal mulai terbentuknya jamur dan bakteri pada interior helm. Jika dibiarkan, kepala kita bisa terinfeksi penyakit dermatitis seboroik. Penyakit ini menyebabkan kulit kepala menjadi merah, berketombe, dan bersisik. Apalagi jika kita sering bertukar helm, akan ada potensi terkena kutu rambut dari pengguna lain. Bahaya banget kan!

Baca Juga : Ini Alasan Busa Helm Tidak Boleh Dijemur

Idealnya, helm dicuci 1-2 bulan sekali tergantung intensitas penggunaan. Cuci helm juga mudah kok Bro Deltalube. Cukup lepas semua komponen interior helm, lalu cuci dengan detergen biasa. Jangan gunakan shampoo bayi, karena tidak cukup kuat untuk membersihkan kotoran pada material textile.

Jika noda membandel, bisa sikat perlahan menggunakan yang lembut. Kemudian keringkan dengan diangin-anginkan atau dijemur pada tempat teduh dan tidak terkena matahari langsung. Mudah kan Bro Deltalube.

Ini Cara Cuci Helm yang Benar

Pada artikel sebelumnya, sudah dibahas dampak dari helm yang kotor apalagi tidak pernah dicuci. Helm yang kotor bisa menyebabkan penyakit dermatitis seboroik. Penyakit ini menyebabkan kulit kepala menjadi merah, berketombe, dan bersisik.

Apalagi jika kita sering bertukar helm, akan ada potensi terkena kutu rambut dari pengguna lain. Idealnya, helm dicuci 1-2 bulan sekali tergantung intensitas penggunaan. Nah berikut cara mencuci helm yang benar Bro Deltalube.

Lepas interior helm

Mayoritas helm, memiliki interior yang bisa dilepas untuk dicuci. Namun pada helm seri low end, masih ada helm yang tidak bisa dilepas komponen interiornya. Copot semua komponen interior helm yang meliputi crown pad, cheek pad, neck roll, dan chin strap. Lepaskan kancing pengait atau Velcro yang merekatkan interior helm, untuk membukanya.

Cara mencuci

Setelah interior helm terlepas, rendam dalam air bersih. Lebih baik jika suhu airnya hangat. Kemudian gunakan deterjen cair untuk membersihkannya. Bisa diusap atau digosok dengan tangan, atau disikat perlahan menggunakan sikat berbahan lembut. Perhatikan kain interior helm saat membersihkan. Usahakan untuk memberihkannya secara perlahan, agar kain tidak rusak. Remas juga komponen interior, agar busa didalamnya juga ikut bersih.

Jika sudah bersih, bilas hingga tidak ada lagi sabun yang menempel. Kita bisa mengeringkannya dengan cara diperas secara lembut, atau menggunakan pengering mesin cuci. Tapi hati-hati Bro Deltalube, ada beberapa merk helm premium, yang akan rusak busa interiornya jika dikeringkan pakai pengering mesin cuci.

Pengeringan

Untuk pengeringan lebih lanjut, cara terbaik adalah dengan diangin-anginkan. Kita bisa gunakan bantuan kipas angin untuk mempercepat proses pengeringan. Metode lainnya adalah dengan menjemurnya di tempat teduh, dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Sinar matahari langsung dikhawatirkan bisa mengurangi kemampuan busa helm, dalam meredam benturan. Sinar matahari langsung juga berpotensi memudarkan warna pada kain interior helm.

Bersihkan visor helm

Saat cuci helm, bersihkan juga visor atau kaca helm agar pandangan kita tetap maksimal. Cara terbaik adalah dengan menggunakan air saja. Kandungan kimia pada cairan pembersih, bisa melemahkan struktur polikarbonat pada visor helm.

Baca Juga: Visor Helm Motor Juga Perlu Perawatan 

Basahi atau semprot visor helm dengan air, lalu diamkan selama 2 menit agar kotoran melunak. Bersihkan visor menggunakan lap microfiber yang bersih. Usap searah secara perlahan hingga bersih. Jangan lap visor helm dengan cara memutar, karena berpotensi membuat baret.

Kembali ke atas