Transmisi Otomatis atau matic Bermasalah? Kenali Gejalanya

Transmisi Otomatis atau matic Bermasalah? Kenali Gejalanya

Transmisi Otomatis atau matic Bermasalah?

Mobil bertransmisi otomatis atau matic menawarkan kemudahan dalam berkendara, terutama di lalu lintas padat kota besar. Dengan bantuan sistem, perpindahan gigi transmisi otomatis konvensional tak perlu lagi dilakukan pengemudi ketika melaju. Tapi, sama seperti komponen mobil lainnya, jika perawatan tidak dilakukan dengan benar dan rutin, transmisi otomatis juga bisa bermasalah atau malah malfungsi.

Untuk langsung mengetahui secara pasti kerusakan transmisi otomatis memang cukup sulit. Tapi sebelum transmisi otomatis mobil rusak, tentu ada gejala yang muncul. Beberapa gejala ini sudah cukup bagi pemilik mobil untuk memeriksakan kondisi transmisi otomatis mobilnya. Sehingga bisa terhindar dari masalah yang lebih besar dan rumit nantinya.

Beberapa gejala transmisi otomatis mobil yang bisa dirasakan dan dideteksi dini. Termasuk bagi Anda yang ingin membeli mobil matic bekas. Beberapa gejala kerusakan transmisi otomatis ini bisa dijadikan acuan jadi atau tidaknya membeli mobil matic itu.

Muncul suara tidak lazim saat menggeser tuas transmisi

Suara ini dapat terjadi ketika perpindahan tuas transmisi dari N ke D, atau dari P ke R. Suara tak lazim seperti krek… saat memindah tuas transmisi, menjadi indikasi ada masalah pada sistem transmisi.

Terjadi entakan ketika menggeser tuas transmisi 

Begitu tuas transmisi digeser, dari N ke D, muncul entakan hingga membuat badan mobil bergerak, kondisi ini menjadi indikasi masalah pada transmisi otomatis. Normalnya, perpindahan tuas transmisi ke semua posisi, tidak menimbulkan entakan. Jika kondisi transmisi otomatis sudah parah, tuas transmisi makin sulit dipindahkan. Ada kemungkinan gangguan pada mekanikal transmisi yang jika didiamkan bisa semakin parah dan gigi transmisi bisa terkunci. Pemeriksaan bisa dilakukan pada kabel gearbox apakah mengelupas atau tidak.

Perpindahan gigi terasa kasar

Normalnya, perpindahan gigi transmisi otomatis dari rendah ke tinggi berlangsung secara mulus selama berkendara. Ketika transmisi otomatis mulai bermasalah, gejala seperti bergetar, mengentak atau mengalami jeda waktu (delay), berarti transmisi mobil butuh pemeriksaan segera.

Baca juga : bolehkah mengisi oli transmisi manual ke mobil transmisi matic

Muncul suara dengung saat melaju

Gejala lain dari kerusakan sistem transmisi otomatis adalah munculnya suara dengung ketika sedang melaju. Suara ini muncul akibat komponen di dalam transmisi kurang terlumasi. Sehingga komponen logam yang bersinggungan menimbulkan suara cukup keras. Jika sudah berlangsung lama, sulit diprediksi seberapa jauh keausan komponen telah terjadi. Sebaiknya, perhatikan volume dan kualitas oli transmisi otomatis. Dengan perawatan yang teratur, gejala ini bisa dihindari.

Transmisi lambat merespons atau slip

Jika pada posisi D, apakah muncul jeda waktu (delay) saat pedal gas ditekan? Jika muncul delay dan putaran mesin meningkat tapi kecepatan tak bertambah, bisa jadi indikasi ada masalah slip pada transmisi otomatis. Masalah ini timbul bisa dikarenakan oli transmisi yang berkurang atau mengental karena banyak kotoran. Dengan pengecekan dari kebocoran dan pergantian oli transmisi, masalah ini bisa diselesaikan. Penyebab lainnya adalah bisa dari transmission control module. Tapi untuk hal ini, sebaiknya pemeriksaan diserahkan pada ahlinya karena membutuhkan data dari OBD scanner.

Muncul bau hangus

Tidaklah wajar jika mobil mengeluarkan bau hangus dan hal ini butuh perhatian khusus. Salah satu penyebab munculnya bau hangus berasal dari oli transmisi otomatis yang terlalu panas (overheat). Ketika oli transmisi sudah kehilangan fungsi melumasi, baik karena jarak tempuh atau waktu pemakaian terlalu lama, tak lagi melindungi gesekan antar komponen yang berujung pada kenaikan temperatur. Begitu oli transmisi mendidih, ia akan mengeluarkan bau hangus. Akibat lainnya, komponen transmisi mengalami keausan dini dan muncul endapan serpihan logam. Berkurangnya volume oli transmisi bisa menjadi penyebab lainnya. Hal ini terjadi karena adanya kebocoran.

Gigi transmisi tak berpindah

Gejala ini ditandai dengan transmisi tak berpindah gigi pada saat akselerasi atau transmisi bertahan pada gigi teratas bahkan sudah melakukan kick down. Kondisi ini dikenal sebagai safe mode atau limp mode. Penyebabnya karena transmission control module (TCM) mendeteksi kesalahan data yang dikirim oleh speed sensor, baik input maupun output shaft speed, yang berpotensi merusak seluruh sistem transmisi. Jika masalah ini muncul, indikator check engine pada panel instrumen akan menyala. Untuk pemeriksaannya bisa diserahkan pada bengkel mobil.