nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Gejala

Tag: Gejala

Ketahui Gejala Kerusakan Komponen CVT Motor Matic

Ketahui Gejala Kerusakan Komponen CVT Motor Matic

Ketahui Gejala Kerusakan Komponen CVT Motor Matic

Sejak kemunculannya di pasar Indonesia hingga kini, motor matic masih menjadi primadona. Kepraktisan berkendara yang ditawarkan motor matic menjadi salah satu daya tarik terkuatnya. Karena menggunakan transmisi CVT, penanganan motor matic tentu berbeda dari motor yang menggunakan transmisi yang berbeda.

Hal itu termasuk ketika transmisi CVT motor matic mengalami kerusakan, gejala yang ditimbulkan juga berbeda. Meski secara umum, gejala kerusakan CVT motor matic bisa dirasakan ketika dikendarai. Semisal, motor terasa bergetar, menimbulkan suara dari transmisi dan lainnya.

Transmisi CVT motor matic memiliki banyak komponen dan saling terkait. Fungsinya sebagai penggerak yang menghubungkan mesin dan roda belakang menggunakan sabuk (belt). Tiap komponen CVT motor matic memiliki umur pakai akibat jarak tempuh. Jika sudah aus, perlu penggantian komponen.

Sama seperti beberapa komponen lainnya, transmisi CVT motor matic juga menimbulkan gejala sebelum rusak total. Untuk mengetahui kerusakan komponen CVT itu, beberapa gejala ini bisa diketahui sejak dini.

Gejala dari roller

Ketika roller transmisi mulai aus atau peyang karena pemakaian, motor akan terasa bergetar lebih keras dari biasanya dan menimbulkan suara gemeretak. Terutama ketika mulai berakselerasi dari kondisi berhenti. Sementara akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan.

Gejala dari rumah Roller

Akselerasi lambat dan tertahan bisa juga karena jalur bergerak roller sudah tergerus.  Biasanya, gejala ini muncul akibat sering membawa beban berat.

Gejala dari mangkuk kopling

Gejala seperti akselerasi tersendat-sendat di putaran mesin bawah menjadi indikasi mangkuk kopling sentrifugal (clutch housing) bermasalah. Biasanya, karena bentuk mangkuk sudah tidak rata lagi. Sehingga tidak maksimal mengikat kampas kopling. Kondisi ini bisa jadi karena sering buka gas dan langsung mengerem.

Baca Juga : Kapan sebaiknya mengganti oli transmisi motor matic

Gejala dari kampas kopling sentrifugal

Bila kampas kopling sentrifugal mulai aus, selain muncul suara berdecit, akselerasi motor motic akan terasa lebih lambat baik di putaran bawah maupun atas. Motor matic jadi terasa lebih tak bertenaga dari biasanya. Kampas kopling sentrifugal ini berfungsi untuk menekan dan menahan mangkuk kopling sehingga transfer tenaga mesin bisa diteruskan ke roda.

Gejala dari secondary sliding sheave 

Bisa terjadi, komponen yang berfungsi untuk mendorong per CVT ini aus atau tergerus akibat menopang putaran V-Belt terus-menerus. Selain muncul suara kasar, gejala yang ditimbulkan adalah akselerasi di putaran menengah terasa tertahan, tapi akan normal kembali sejalan kenaikan putaran mesin. Kebiasaan mengentak putaran gas bisa jadi penyebab gejala ini muncul.

Gejala dari V-Belt

V-belt yang digunakan motor matic biasanya terbuat dari material karet. Karena beroperasi dengan suhu tinggi, tentu bisa mulur atau getas. Ketika V-belt aus, biasanya muncul suara berisik di rumah CVT. Ketika V-belt sudah mulur tutup CVT bergesekan dengan belt. Akselerasi awal terasa seperti slip atau tidak seusai dengan putaran gas. Tapi ketika getas, V-belt akan retak dan bisa putus tanpa gejala.

Gejala dari gear rasio

Sebagai tambahan, gejala yang ditimbulkan dari komponen ini adalah munculnya suara dengung cukup keras yang berasal dari beradunya gigi transmisi. Biasanya hal ini karena bearing sudah mulai aus atau sudah goyah karena pemakaian. Kondisi ini bisa juga terjadi karena lama atau jarang mengganti oli transmisi atau ada kebocoran seal dan volume oli pun berkurang. Sehingga gigi transmisi kurang terlumasi.

 

Gejala Catalytic Converter Bermasalah – Deltalube

Di beberapa mobil modern yang beredar saat ini, sistem knalpot telah dilengkapi dengan catalytic conventer. Komponen tambahan di knalpot mobil ini umumnya dibuat untuk meredam polutan berbahaya yang terlepas ke udara dari hasil proses pembakaran mesin mobil. Sehingga mobil dengan catalytic converter menjadi lebih ramah lingkungan.

Kenapa bisa begitu? Catalytic converter yang terpasang rangkaian sistem knalpot mobil berfungsi untuk menyaring gas buang hasil pembakaran dan mengubahnya menjadi emisi yang lebih ramah. Memanfaatkan sebuah filter berukuran mikron, komponen ini mengubah gas buang berupa karbon monoksida (CO), hidrokrabon yang tidak terbakar (HC) dan nitrogen oksida (NOx) menjadi karbon dioksida (CO2), nitrogen (N2) dan uap air (H2O) yang lebih ramah lingkungan.

Karena fungsinya itu, catalytic converter bekerja dalam kondisi yang cukup ekstrem. Risiko mengalami kerusakan pun dapat terjadi, lantaran komponen ini sangat sensitif terhadap kontaminan berupa kotoran dari hasil proses pembakaran mesin.

Jika terdapat kotoran masuk, tentu dapat menyumbat catalytic converter. Biasanya hal tersebut disebabkan beberapa kondisi, seperti kualitas bahan bakar yang kurang baik, proses pembakaran yang tak sempurna, dan adanya kotoran yang masuk ke dalam ruang mesin melalui saluran suplai udara.

Baca Juga : Mendiagnosis Kerusakan Catalytic Converter

Catalytic converter yang tersumbat dapat menyebabkan performa akselerasi mobil menurun dan berisiko mogok. Gejala yang dapat dirasakan ketika catalytic conventer mengalami masalah, seperti mobil tak dapat melaju kencang meski pedal gas diinjak penuh. Hal itu membuat konsumsi bahan bakar lebih boros seperti biasanya.

Gejala lain yang mungkin muncul adalah munculnya suara berderak dari kolong mobil. Suara itu muncul akibat kerusakan konstruksi internal catalytic converter. Jika dibiarkan, suara itu akan makin keras.

Jika catalytic converter bermasalah, bisa mengaktifkan indikator check engine di panel instrumen untuk menyala. Sebaiknya lakukan pemeriksaan di bengkel. Karena indikator tersebut bisa saja disebabkan kerusakan komponen lainnya. Tapi jika ternyata catalytic converter yang bermasalah, disarankan untuk menggantinya dengan yang baru dan tidak mengakalinya.

Kenali Gejala Kerusakan Alternator – Deltalube

Saat mesin mobil sulit distart, tak sedikit pemilik mobil menyalahkan aki meski belum lama digunakan. Tapi sedikit yang tahu, hal itu bisa disebabkan oleh alternator yang sudah menurun kinerjanya. Jadi sebelum ganti aki, tak ada salahnya memeriksa kondisi alternator sebagai perangkat yang mengisi daya ke aki untuk memasok energi listrik ke berbagai sistem di mobil.

Alternator mengubah energi mekanik yakni putaran mesin menjadi energi listrik yang disimpan aki. Ketika alternator aus, penggunaan daya bisa menjadi lebih besar dari pengisiannya. Hal inilah yang kerap dikenal sebagai aki tekor. Kerusakan alternator ini bisa beragam, tak lain karena ada beberapa komponen di dalam alternator seperti rotor, regulator tegangan dan lainnya mulai aus. Maka dari itu, kenali dulu gejala kerusakan alternator ini.

Lampu meredup

Suplai daya listrik yang mulai turun, salah satu indikasinya adalah cahaya lampu depan mulai meredup. Sehingga jangkauan dan intensitas cahaya lampu pun makin berkurang untuk menerangi jalan.

Gerakan power window makin lambat

Power window menggunakan motor yang membutuhkan listrik cukup besar untuk bekerja menggerakan kaca jendela. Ketika proses menaikkan atau menurunkan jendela lebih lambat dari normal, bisa jadi motor power window kekurangan daya listrik.

Baca Juga : Mobil Mogok Mendadak Saat Digunakan, Perhatikan Hal Berikut Ini !

Bunyi berdecit

Bila bunyi mendecit dari ruang mesin muncul, itu akibat belt yang terkoneksi dengan alternator mengalamai slip akibat kendur atau posisi puli tidak sejajar. Karena belt slip, putaran tidak mentransfer putaran dengan baik untuk memutar rotor dan magnet alternator. Sehingga daya listrik yang dihasilkan alternator berkurang.

Lampu indikator aki menyala

Jika lampu indikator aki di dasbor mobil menyala, menandakan daya listrik dari aki berkurang. Berkurangnya daya listrik di aki itu juga bisa karena suplai dari alternator berkurang. Jadi jika pengecekan pada aki tidak ada masalah, pengecekan berikutnya adalah alternator.

Mesin tersendat dan mati

Pompa dan injektor bahan bakar juga membutuhkan listrik. Ketika suplainya berkurang atau tidak konstan, kinerjanya pun menurun. Hal itu ditandai dengan mesin mobil terasa tersendat bahkan bisa sampai mati. Karena ketika daya dari aki minim akibat alternator tidak berfungsi semestinya, injektor tidak dapat menyemprotkan bahan bakar sesuai kebutuhan ke ruang bakar mesin.

Dari beberapa gejala itu, maka penting melakukan perawatan kendaraan secara berkala. Muncul salah satu dari gejala itu, pengguna mobil bisa menyampaikan ke mekanik untuk reparasi ketika melakukan servis berkala.

Gejala kampas ganda motor matik mulai aus

Salah satu komponen di dalam Continuously Variable Transmission (CVT) pada motor matik adalah kampas ganda. Motor matik menggunakan kampas kopling ganda yang berfungsi untuk menekan dan menahan mangkuk kopling. Sehingga transfer tenaga mesin bisa diteruskan ke roda belakang motor matik.

Ketika kampas kopling ganda motor matik mulai aus atau menipis, bisa membuat tenaga mesin yang disalurkan menjadi tidak maksimal. Beberapa gejala yang timbul akibat kampas ganda motor matik mulai aus sebenarnya bisa diketahui sejak dini.

Gejala pertama yang bisa diketahui adalah adanya getaran yang timbul dari kampas ganda dan mangkuk otomatis sehingga ada celah serta putarannya tidak seirama. Gejala lain yang muncul, bisa dirasakan saat adanya suara gesekan hingga decitan. Pada saat motor mulai berakselerasi atau hendak melaju lagi dari putaran mesin rendah, muncul decitan sesaat. Umumnya, gejala ini terjadi pada motor matik yang sudah berumur atau yang minim perawatan.

Baca Juga : Ini Ciri Kampas Kopling Motor Sudah Aus

Gejala yang berikutnya adalah akselerasi awal terasa lebih berat dibanding sebelumnya. Begitu pula saat motor sudah melaju, terasa lebih tak bertenaga untuk menambah kecepatan. Hanya suara mesin yang meraung, tapi penambahan laju motor tidak seimbang. Hal ini berisiko saat hendak menyalip kendaraan lain atau melintasi jalan menanjak.

Tentu, kondisi itu perlu dihindari karena menyangkut keselamatan berkendara. Jika beberapa gejala tadi sudah muncul, memang keausan kampas ganda motor matik sudah terjadi. Untuk memastikan kampas ganda motor matik sudah aus atau belum bisa dilakukan pemeriksaan kondisi fisiknya. Lebih mudah terlihat dengan cara membuka penutup CVT dan melihat ketebalan kampas.

Namun, pemeriksaan bisa juga dilakukan berdasarkan jarak tempuh dari motor tersebut. Untuk pemakaian normal, umumnya antara 24.000 – 35.000 kilometer sudah terjadi keausan pada kampas kopling dan perlu penggantian komponen.

Gejala Koil Mobil Mulai Rusak

Setiap mobil bermesin motor bakar tentu memiliki sistem pengapian. Fungsinya untuk mengubah tegangan rendah dari dari 12 Volt menjadi tegangan tinggi hingga ribuan volt untuk menghasilkan loncatan bunga api pada busi. Salah satu komponen utama sistem pengapian mobil adalah koil (ignition coil). Jika koil mulai rusak dapat dipastikan kinerja mesin mobil tergangu. Lalu apa saja gejala jika koil mobil mulai rusak?

Ciri pertama adalah tenaga mesin terasa kurang berkurang. Akselerasi lebih lamban dan tersendat-sendat, bahkan mesin bisa mati dengan sendirinya. Berikutnya adalah mesin mobil mulai sulit dihidupkan. Terutama pada pagi hari. Bisa juga terjadi ketika mesin mobil cukup lama tidak dihidupkan. Hal itu karena tegangan listrik yang dihasilkan kecil. Sehingga percikan busi pun makin kecil dan tidak mampu membakar seluruh campuran udara dan bahan bakar.

Mesin mendadak mati ketika mesin panas menjadi gejala berikutnya. Gejala lainnya saat koil mobil rusak adalah suara mesin yang meletup-letup pada kecepatan rendah. Sedangkan saat kecepatan tinggi terkadang terjadi entakan pada mesin. Ini akan mengakibatkan mobil menjadi tidak bertenaga, sehingga bahan bakar lebih boros akibat pedal gas ditekan lebih dalam. Putaran mesin langsam (idle) pun sulit didapat.

Baca Juga : Penyebab Putaran Mesin Idle Tidak Stabil

Pada beberapa jenis mobil, kerusakan koil bisa diketahui dengan menyalanya lampu check engine saat mesin sudah bekerja. Pemeriksaan kondisi koil perlu menggunakan alat scanner.

Selain dari beberapa gejala kerusakan koil yang bisa dirasakan, pengguna mobil pun dapat melihat kondisi fisik dari koil. Semisal insulator koil retak di pinggir terminal koil, yang umumnya kondisi ini dikenal sebagai koil bocor.

Tak ada salahnya memeriksa juga kondisi kabel koil dan busi. Jika ada kabel yang robek, tentu membuat aliran listrik tegangan tinggi tidak lagi optimal. Sehingga menurunkan daya percik dari busi.

Sebaiknya ganti koil sesegera mungkin jika beberapa gejala tadi dirasakan. Jangan lupa untuk memilih koil yang berkualitas dan terjamin mutunya. Karena hal ini menyangkut kinerja mesin dan usia pakai komponen mesin.

 

 

Kenali Gejala Kompresi Mesin Motor Menurun

Kebanyakan pengendara motor tidak memahami tanda-tanda penurunan kompresi mesin motornya. Apabila penurunan kompresi mesin motor terus dibiarkan, maka dapat memengaruhi kinerja komponen lainnya. Bahkan dapat meningkatkan risiko turun mesin. Biasanya, untuk motor yang sudah berumur 5 tahun ke atas, sangat rentan mengalami masalah kompresi rendah atau turun.

Nah, sebagai pengguna motor tentu perlu mengetahui apa saja gejala yang ditimbulkan akibat adanya penurunan kompresi mesin motor. Beberapa gejala kompresi mesin motor menurun seperti :

–  Tenaga mesin yang seolah hilang karena besar kecilnya daya pembakaran
  Mesin bisa mati secara tiba-tiba saat dikendarai dan susah untuk dihidupkan kembali. Tentu hal ini berisiko saat harus bermanuver cepat seperti saat menyalip kendaraan.
  Knalpot mengeluarkan asap berwarna putih yang berpolusi.
  Pemakaian oli mesin lebih cepat habis atau berkurang drastis dari sebelumnya jika dilihat dari level oli yang pada dipstick.

Baca Juga : Penyebab dan Solusi Berubahnya Tekanan Kompresi Mesin Mobil

Dari gejala-gejala itu, dapat diketahui beberapa penyebab kompresi mesin motor menjadi turun.  Salah satunya ring piston yang sudah aus dikarenakan selalu bergesekan dengan dinding silinder. Oleh karena itu, celah ring membesar karena ring semakin mengembang dan menyebabkan kompresi turun serta tenaga motor bisa hilang.

Selain itu, pengaturan celah katup yang terlalu rapat sehingga menyebabkan udara yang keluar masuk menjadi lebih sedikit. Tidak hanya itu, packing kepala silinder yang sudah rusak sudah tidak lagi mampu merapatkan kepala silinder dengan blok silinder. Kondisi itu juga berdampak pada hasil proses pembakaran.

Seal busi yang tidak rata dikarenakan adanya kerak yang mengganjal pada permukaan seal juga bisa menyebabkan tekanan kompresi mesin bocor keluar melalui lubang busi. Segera bawa motor ke bengkel untuk pemeriksaan lebih detail bila mengalami beberapa gejala di atas.

Gejala Dan Penyebab Radiator Mobil Tersumbat

Pada mobil, radiator memiliki peran yang penting. Bagaimana tidak, radiator inilah yang menunjang pendinginan suhu mesin, sehingga mesin tidak kepanasan meski mobil dipacu dengan kecepatan tinggi.  Tapi jika terjadi kerusakan pada radiator, salah satunya karena tersumbat, maka bisa dipastikan sistem pendinginan suhu mesin terganggu. Dampaknya, mesin mobil bisa mogok karena overheat.

Lantas apa saja gejala tersumbatnya saluran radiator yang perlu dikenali? Serta apa penyebab radiator mobil bisa tersumbat? Gejala yang paling mudah untuk dikenali adalah saat suhu mesin terus meningkat dan cenderung overheat. Radiator yang tersumbat menyebabkan sirkulasi cairan pendingin dari dan ke mesin menjadi tidak mengalir atau tertahan.

Bisa juga dilihat dari tabung reservoir radiator penuh dengan cairan pendingin yang bersuhu panas, bahkan air bisa luber keluar dari tabung. Kondisi ini diakibatkan oleh pressure valve pada tutup radiator (radiator cap) yang terus-menerus terbuka akibat suhu dan tekanan tinggi yang terjadi di dalam mesin.

Baca Juga : Penyebab dan Solusi Cairan Radiator bercampur Oli Mesin Motor

Selain itu, kipas radiator tipe elektrik berputar terus-menerus atau durasi putaran kipas radiator menjadi lebih lama dari biasanya. Hal ini merupakan efek dari sensor Engine Coolant Temperature (ECT) yang menginformasikan suhu berlebih pada cairan pendingin di mesin dan dikarenakan radiator tersumbat. Suhu pada cairan pendingin tidak turun seperti saat sistem pendingin mesin bekerja secara normal.

Gejala yang berikutnya adalah saat slang radiator bawah mengempis saat pedal gas diinjak. Gejala ini lebih banyak ditemukan pada mobil dengan letak thermostat di jalur outlet. Saat radiator tersumbat, aliran cairan pendingin mesin tertahan tepat di upper tank radiator, sisanya mengalir melalui bypass hose.

Indikasi lainnya adalah saat sisi dalam radiator terlihat berlumpur dan keruh kotoran berupa kerak dari mesin yang dapat menutup seluruh lubang dan saluran pada radiator. Jika demikian, maka bisa dipastikan bahwa radiator sudah kotor dan terjadi penyumbatan sehingga perlu dilakukan servis radiator dan pembersihan saluran cairan pendingin.

Waspadai Gejala Akibat Berkurangnya Oli Transmisi

Cara kerja transmisi otomatis adalah menggunakan tekanan fluida dari oli transmisi, sehingga bagus tidaknya kualitas dan kuantitas oli transmisi. Hal ini sangat menentukan kinerja transmisi sehingga membutuhkan pemantauan kualitas dan volume oli transmisi, atau mengganti oli transmisi. Kecuali untuk mobil yang transmisi otomatisnya free maintenance (long life).

Volume oli transmisi yang rendah dapat menyebabkan berbagai macam masalah. Mampu melihat gejala akibat berkurangnya volume oli transmisi lebih awal, dapat menghemat banyak biaya dalam jangka panjang. Ada beberapa gejala yang bisa dikenali pada transmisi akibat volume oli transmisi berkurang.

Transmisi seperti tak bekerja (mengelos) dengan tanda mobil tersendat sesaat setelah tarikan awal.

Selain itu, minimnya volume oli transmisi bisa dikenali saat posisi gigi transmisi sulit berpindah yakni hanya berada di tingkat tertentu, misalnya D3 atau D2. Meski mobil diperlambat atau dipercepat lajunya, posisi gigi transmisi tak berpindah.

Volume oli transmisi yang rendah membuat tekanan jadi rendah. Hal ini bisa berarti transmisi lambat saat berpindah gigi. Jika mengalami transmisi memerlukan beberapa detik sebelum mobil bergerak maju atau mundur, periksa volume oli transmisi.

Gejala lain yang umum terjadi adalah mobil tidak mampu atau tidak kuat menanjak. Terutama di tanjakan dengan kemiringan yang cukup besar. Bahkan tuas transmisi sudah digeser ke posisi 1/Low dan pedal gas sudah ditekan lebih dalam.

Transmisi memberi tahu jika ada masalah dengannya melalui suara-suara tak lazim yang ditimbulkan. Suara seperti berdesir dan gemeretak yang disertai getaran yang terasa hingga ke kabin adalah tanda transmisi bermasalah. Biasanya, hal ini akibat volume oli transmisi berkurang.

Jika telah mendapati gejala-gejala seperti itu, maka segera lakukan pengurasan dan penggantian oli transmisi. Namun, tidak jarang – dalam kasus tertentu – oli telah mengalami penurunan kualitas karena berbagai hal. Bila seperti itu, maka penggantian oli wajib tetap dilakukan.

Baca Juga : Manfaat Rutin Ganti Oli Transmisi

Untuk mengecek kondisi oli, baik kualitas maupun kuantitasnya bisa menggunakan batang pengukur di lubang saluran pengisian oli transmisi. Jika warna oli transmisi masih cerah dan volumenya masih di atas tanda minimal, maka oli transmisi masih bagus dan volume masih sesuai kebutuhan transmisi.

Waspada Gejala Fatigue Saat Berkendara

Tubuh manusia punya batasan untuk melakukan aktifitas. Saat sudah mencapai batas, maka timbul gejala fatigue atau kelelahan. Pun begitu dengan berkendara, setelah melakukan aktifitas rutin seperti berkerja, lalu harus berkendara untuk sampai dirumah. Dibutuhkan stamina yang baik agar tidak terkendala fatigue.

Sialnya, fatigue adalah salah satu penyebab terjadinya kecelakaan yang paling sering terjadi di jalan raya. Fatigue dapat menyebabkan sopir kehilangan kewaspadaan, lebih parah lagi pengemudi mengalami micro sleep atau tidur sekejap.

Fatigue atau kelelahan bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Yang pertama adalah faktor kurang tidur. Periode tidur yang kurang dan sudah terakumulasi bisa sangat berbahaya.

Faktor kedua yakni aktifitas secara terus menerus tanpa istirahat. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tubuh manusia memiliki Batasan. Jangan remehkan aktifitas kerja yang hanya di depan komputer saja, tanpa disadari aktifitas tersebut menguras pikiran yang juga membuat tubuh merasa kelelahan. Belum lagi ditambah stress akan pekerjaan yang dilakukan.

Tanda-tanda mengalami fatigue sata berkendara bisa dikenali. Mengantuk adalah tanda utama pengemudi mengalami kelelahan, seringnya frekuensi menguap bisa menjadi indikasi. Bila tanda-tanda tersebut sudah datang, sebaiknya menepi dan beristirahat. Pengemudi yang fatigue kerap kehilangan kewaspadaan sehingga sulit merespon kemudi, misalnya tidak dapat mempertahankan jalur atau berjalan lurus dengan baik.

Baca Juga : Tips Menyetir Mobil Jarak Jauh yang Aman dan Nyaman

Tidak ada cara lain untuk mengatasi fatigue atau kelelahan saat berkendara selain istirahat. Bila akan melakukan perjalanan jauh, pastikan untuk tidur secara optimal di malam sebelumnya. Biasakan berkendara pada jam biologis tubuh, umumnya dilakukan pada pagi hari. Saat berkendara, sempatkan setiap 2-3 jam sekali untuk beristirahat untuk sekadar meluruskan kaki atau makan dan minum. Hal ini dirasa ampuh untuk mengembalikan stamina yang sudah menurun.

Melakukan peregangan juga penting untuk mengembalikan kondisi tubuh ke level ideal. Ketika beristirahat ada baiknya melakukan pergangan sederhana meliputi bagian kaki, tangan serta leher. Berkendara terlalu lama dapat menyebabkan rasa kaku yang berujung pada ketidaknyamanan.

Kembali ke atas