nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Emisi

Tag: Emisi

Mengenal Uji Emisi Kendaraan – Deltalube

Dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan kota-kota besar seperti Jakarta, tentu berdampak pada penurunan kualitas udara. Emisi gas buang kendaraan pada umumnya memiliki dampak negatif terhadap lingkungan khususnya berdampak pada kesehatan manusia. Untuk menekan penurunan kualitas udara, diperlukan uji emisi kendaraan.

Uji emisi kendaraan untuk mengetahui kondisi kualitas emisi dari kendaraan bermotor dengan melakukan pengujian beberapa parameter kualitas emisi. Ada 5 unsur dalam gas buang kendaraan yang diukur yaitu senyawa HC (Hidrokarbon), CO (Karbon Monoksida), CO2 (Karbon Dioksida), O2 (Oksigen), dan senyawa NOx (Nitrogen Oksida).

Pengukuran emisi kendaraan harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Mulai dari 6 bulan sekali atau setahun sekali. Alat ukurnya disebut sebagai instrumen gas detector yang digunakan untuk membantu pengukuran, menganalisis, dan mengetahui tingkat konsentrasi dari nilai HC, CO, dan O2 yang mengikat berubah di dalam gas buang. Pengujian juga dilakukan untuk menguji perubahan kandungan gas berlebih.

Baca Juga : Knalpot Kendaraan Anda Mengeluarkan Asap Hitam, Apa Artinya?

Sementara aturan main di tiap provinsi diatur oleh pemerintah daerah masing-masing. Seperti di Jakarta yang memberlakukan wajib uji emisi berlaku bagi motor dan mobil yang usianya sudah 3 tahun lebih. Hasil uji emisi yang dilakukan hanya sekitar 25 menit ini berlaku 1 tahun.

Selain itu, berlaku untuk semua kendaraan yang beroperasi di kawasan Jakarta. Artinya tidak hanya berlaku untuk plat nomor Jakarta. Penerapan sanksi disinsentif biaya parkir tertinggi akan diberikan bagi kendaraan yang tidak lulus atau tidak mengikuti uji emisi. Penegakan hukum berupa tilang sesuai UULLAJ Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 285 dan 286 dengan denda maksimal Rp 250.000 untuk motor dan Rp 500.000 untuk mobil. Begitu pula soal ambang batas emisi gas buang kendaraan, parameternya mengacu peraturan daerah masing-masing.

Manfaat Uji Emisi Bagi Kendaraan Bermotor

Uji emisi akan dijadikan salah satu syarat untuk memperpanjang pajak kendaraan. Lolos uji emisi, maka kendaraan tidak dikenai sanksi berupa tilang dan tarif parkir tinggi. Uji emisi sebagai cara pengukuran gas buang kendaraan bermotor ini dapat digunakan untuk mendeteksi kinerja mesin. Namun, tidak sedikit pemilik kendaraan yang enggan mengecek emisi secara berkala meski nyatanya ada manfaat di balik uji emisi.

Salah satunya adalah kandungan gas buang bisa diketahui dari analisis proses pembakaran. Setelah itu dapat dinilai tingkat efektivitas bahan bakar pada setiap mesin kendaraan bermotor. Jika kandungannya berada di tingkat tidak wajar, maka ada masalah pada mesin.

Dengan kata lain, melakukan uji emisi sama saja memeriksa kondisi kinerja mesin. Pemilik kendaraan dapat melakukan tindakan langsung bila mesin ternyata mengalami penurunan kinerja yang tidak disadari. Tidak hanya itu, kerusakan bagian mesin pun bisa terdeteksi.

Mendeteksi adanya masalah pada mesin maka diperlukan perbaikan atau pengaturan ulang agar performa mesin kembali normal. Salah satunya konsumsi bahan bakar yang kembali normal. Tapi jangan khawatir, hal ini tidak mempengaruhi kinerja dan tenaga mesin.

Baca juga : Mengenal Uji Emisi Kendaraan

Manfaat selanjutnya, dengan melakukan uji emisi, komposisi campuran dari bahan bakar dan udara pada gas buang ditakar dengan tepat. Dengan begitu, hasil gas buangnya tidak menjadi polutan yang membahayakan alam dan manusia.

Bila setiap pemilik kendaraan mematuhi peraturan untuk melakukan uji emisi, bisa dipastikan udara pada daerah tersebut semakin bersih dan lingkungan pun menjadi lebih sehat dibandingkan sebelumnya.

Indikator utama dalam uji emisi adalah untuk memeriksa kadar polutan yang dikeluarkan. Seperti Karbon monoksida (CO), Karbon dioksida (CO2), Hidrokarbon (HC), Oksigen (O2), Lambda (Λ), dan AFR (Air Fuel Ratio). Tapi indikator yang difokuskan adalah Karbon monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC). Keduanya ini merupakan gas buang yang memiliki sifat racun yang tinggi, terutama bagi manusia.

Hal Ini yang Membuat Kendaraan Gagal Lulus Uji Emisi

Sesuai dengan peraturan pemerintah daerah DKI Jakarta No.66 Tahun 2020, seluruh motor dan mobil dengan usia di atas tiga tahun yang beroperasi di DKI Jakarta, harus lulus uji emisi gas buang. Tentu hal ini diberlakukan untuk menekan jumlah polusi udara di Ibu Kota tercinta.

Apabila kendaraan Anda tidak lulus uji emisi, pastinya ada sanksi berupa denda alias tilang.

Untuk kendaraan yang masuk klasifikasi di atas tiga tahun, tentu ada kekhawatiran tidak lulus uji emisi. Lantas faktor apa di kendaraan yang membuat gagal lulus uji emisi? Yuk, kita simak Bersama.

Bahan Bakar

Dalam memilih bahan bakar untuk kendaraan, harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan. Hal ini tentu ada alasannya, karena bakal terjadi proses pembakaran yang tidak sempurna. Bila bahan bakar tidak sesuai dengan rasio kompresi, alhasil meningkatkan kadar emisi NOx, HC dan CO.

Biar tidak salah, berikut daftar kadar oktan bahan bakar sesuai dengan kompresi mesin:

Rasio kompresi 7 sampai 9:1 = BBM dengan kadar oktan 88

Rasio kompresi 9 sampai 10:1 = BBM dengan kadar oktan 92

Rasio kompresi 10 sampai 11:1 = BBM dengan kadar oktan 95>

Injektor Tersumbat

Ternyata dengan hanya memperhatikan kualitas bahan bakar yang dipakai, belum cukup memastikan kondisi mesin dalam keadaan ideal. Kondisi injektor yang berfungsi sebagai penyemprot bahan bakar ke ruang pembakaran, harus bekerja dengan baik.

Saat kendaraan menyala, injector merupakan salah satu komponen mobil yang berkerja terus-menerus. Akibatnya, injektor berpotensi tersumbat oleh sulfur atau kotoran dari bahan bakar. Tentunya hal ini dapat mengganggu performa mesin. Sumbatan di injektor juga berdampak pada borosnya konsumsi BBM hingga menghasilkan asap hitam yang terdekteksi sebagai emisi gas buang yang tidak sempurna.

Baca Juga : Manfaat Uji Emisi Bagi Kendaraan Bermotor

Knalpot Bocor

Seperti yang kita ketahui, knalpot adalah saluran keluarnya sisa-sisa pembakaran atau asap dari mesin kendaraan. Salah satu masalah yang kerap terjadi pada knalpot yaitu mengalami keropos dan kebocoran.

Knalpot yang bermasalah, mengakibatkan tekanan pada sirkulasi gas buang kurang dan berdampak pada kinerja mesin. Alhasil emisi gas buang meningkat.

Oli Tidak Sesuai

Berikutnya adalah penggantian oli mesin yang tidak teratur atau tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Pasalnya, keadaan atau kualitas oli yang kurang baik menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna. Proses pembakaran tidak sempurna berpotensi menyisakan level emisi yang tinggi. Tentunya melebihi ambang batas lulus uji emisi.

Untuk menghindari tidak lulus uji emisi gas buang, caranya tidak sesulit yang dibayangkan.

Dengan jurus servis rutin, diyakini bakal mendapatkan hasil sesuai harapan. Ibarat siswa sekolah ikut bimbingan belajar untuk ikut ujian akhir agar lulus ke jenjang berikutnya. Servis rutin dapat memastikan performa mesin mobil dalam kondisi ideal. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, emisi gas buang berkaitan dengan sistem pembakaran di mesin kendaraan.

Tips Motor 2-tak Lolos Uji Emisi

Sejak November 2021, Pemprov DKI Jakarta menerapkan sanksi tilang bagi kendaraan yang tidak lolos ambang batas emisi. Peraturan ini berlaku bagi kendaraan mobil, dan sepeda motor. Lantas bagaimana dengan motor 2-tak yang dikenal menghasilkan polusi tinggi?

Tenang Bro Deltalube, pemerintah menetapkan nilai ambang batas emisi yang berbeda antara motor 2-tak dan 4-tak. Nilai ambang batas emisi untuk motor 2 tak produksi di bawah tahun 2010 adalah, CO (karbonmonoksida) di bawah 4,5 persen, dan HC (hidrokarbon) di bawah 12.000 ppm. Tapi, tetap ada triknya nih Bro Deltalube agar motor 2-tak kalian bisa tetap lolos uji emisi. Simak tipsnya berikut ini.

Bersihkan Ruang Bakar

Pembakaran yang terjadi pada mesin 2-tak memang tidak bersih. Oli samping yang berguna untuk melumasi dinding silinder, akan ikut terbakar bersama bahan bakar. Akibatnya, area ruang bakar yang meliputi kepala piston dan kubah silinder akan lebih cepat berkerak.

Jika kerak sudah menumpuk, pembakaran yang terjadi makin tidak sempurna. Kerak tersebut juga bakal menambah emisi gas buang, karena sejatinya ia adalah tumpukan kerak karbon. Untuk itu, kita harus rajin bersihkan ruang pembakaran dan juga rutin ganti busi agar pembakaran menjadi lebih bersih.

Bersihkan dan Setting Karburator

Seluruh motor 2-tak untuk penggunaan jalan raya di Indonesia, masih menggunakan sistem asupan bahan bakar karburator. Bersihkan juga karburator secara berkala, agar rasio pencampuran udara dan bahan bakar tetap akurat.

Selain itu, setting karburator juga harus tepat agar mesin tidak menghasilkan emisi gas buang berlebih. Setting ukuran Pilot Jet, Main Jet, dan jarum skep sesuai standarnya. Atur juga putaran udara di karburator sudah sesuai kebutuhan mesin. Kita bisa pakai ukuran Pilot Jet, Main Jet yang lebih kecil, agar pembakaran mesin menjadi lean atau kering. Dengan begitu, emisi yang dihasilkan diharapkan akan turun.

Gunakan Knalpot Standar

Kawasaki Ninja dan Yamaha RX-King generasi akhir, sudah dilengkapi knalpot dengan catalytic converter. Kandungan logam mulia seperti Paladium dan Platinum dalam catalytic converter, mampu memecah senyawa berbahaya seperti CO dan HC pada gas buang, menjadi senyawa yang lebih aman. Untuk itu pastikan kalian gunakan knalpot standar agar lolos uji emisi.

Baca Juga : Oli Samping Motor 2 Tak, Berikut Takaran Ideal Nya

Knalpot standar di motor 2-tak lain juga bisa menekan emisi. Hal itu karena knalpot standar didesain bersekat sekat, sehingga gas buang bisa kembali bersirkulasi ke ruang bakar untuk digunakan pada pembakaran selanjutnya. Jadi tidak langsung keluar seperti saat menggunakan knalpot free flow.

Tambahan nih Bro Deltalube, mekanisme HSAS (High Performance Secondary Air System) di Kawasaki Ninja, sebaiknya jangan dilepas ya. Piranti tersebut berfungsi akan menginjeksikan udara segar ke exhaust port untuk menekan emisi gas buang. Uji emisi motor 2-tak, siapa takut!

Kembali ke atas