nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Diisi

Tag: Diisi

Amankah Ban Mobil Diisi Campuran Angin Biasa dan Nitrogen

Hal paling sering ditanyakan pengendara mobil maupun motor adalah apakah aman mencampur udara (oksigen) dengan nitrogen pada ban mobil maupun motor? Jawabannya ternyata masih beragam. Ada yang mengatakan bahwa mencampur udara dengan nitrogen, membuat tekanan ban lebih cepat naik.

Ada pula yang percaya bahwa tidak akan terjadi apa-apa, meskipun khasiat nitrogen berkurang bahkan hilang. Mereka yakin keduanya sama-sama bisa menghasilkan tekanan ban mobil maupun motor.

Memang benar, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan ketika mencampur antara udara dengan nitrogen, karena intinya sama-sama untuk mengisi ban.

Baca Juga : Kenali Cara Kerja NOS atau Nitrous

Efek buruk saat keduanya dicampur adalah kandungan nitrogen murninya berkurang, tetapi tidak sampai merusak. Alhasil manfaat maksimal dari nitrogen tidak dirasakan lagi oleh pengendara mobil tersebut.

Nitrogen banyak dipilih karena dipercaya bisa memberikan tekanan yang lebih stabil pada ban. Tekanan stabil itu bertahan lebih lama dibanding udara yang mengalami penyusutan dan membuat uap air lebih cepat.

Memang, nitrogen pemuaiannya lebih rendah dibanding udara. Tapi yang perlu diingat, udara bebas yang kita hirup selama ini 70 persennya berupa nitrogen, sisanya gas lain.

Berarti kalau ban berisi campuran nitrogen dan udara, tidak masalah dan tidak perlu kuras nitrogen. Kalau dikuras, apakah udara di ban akan keluar semua? Tidak jaminan dan selama ini tidak ada masalah.

Namun, baik udara maupun nitrogen yang digunakan untuk mengisi ban kendaraan, yang paling penting harus menyesuaikan tekanannya sesuai rekomendasi pabrikan. Perbedaan hanya pada karakternya.

Amankah Radiator Diisi Air Mineral?

Fakta yang sering terjadi, banyak pengendara mobil yang menganggap bahwa tidak masalah mengisi radiator menggunakan air mineral atau air minum kemasan.

Bahkan ada juga yang terbiasa mengisi atau menambahkan air tanah atau air keran di rumah, meskipun harga radiator coolant yang dijual di pasar cukup terjangkau.

Meski ada rekomendasi pabrikan mobil, radiator mobil harus diisi dengan cairan coolant yang mampu menjaga temperatur mesin tetap optimal.

Cairan radiator coolant memiliki kandungan yang dapat mencegah karat, membantu melumasi sekaligus merawat seal karet, serta menjaga cairan agar tidak mudah mendidih.

Lalu, sebenarnya aman atau tidak menggunakan air mineral untuk mengisi radiator? Apakah harus tetap menggunakan cairan coolant?

Baca Juga : Kenali Manfaat Radiator Flush

Bersifat darurat

Sesuai anjuran pabrik, sebaiknya tetap menggunakan cairan coolant ketika mengisinya ke tabung reservoir. Sebab cairan coolant memiliki titik didih lebih tinggi daripada air mineral.

Bisa beli yang kemasan liter dan disimpan di mobil. Jika sewaktu-waktu air radiator berkurang, maka cairan coolant bisa diisikan.

Tapi jika kondisinya terpaksa karena persediaan cairan coolant habis, maka bisa diisi dengan air mineral dengan kemasan botol daripada air keran di rumah.

Lalu setelah ketemu bengkel dan beli cairan coolant baru, bisa langsung diganti. Jadi pengisian radiator menggunakan air mineral ini sifatnya sementara dan darurat.

Sisi negatifnya, air mineral lebih cepat menguap dan memiliki sifat korosif. Dalam jangka waktu lama, bisa saja menimbulkan karat dan dapat menyebabkan overheat karena air kotor dan sirkulasi terhambat.

Hal itu karena air minum kemasan dan air keran punya kandungan zat besi, mangan dan kapur, membuat saluran air berkerak dan akhirnya tersumbat.

Gunakan produk yang sama

Dalam mengisi air radiator juga disarankan selalu menggunakan merek yang sama. Karena komposisi dari tiap merek coolant bisa berbeda, sehingga bisa membuat saluran tersumbat akibat penimbunan kotoran atau kerak.

Ini yang Akan Terjadi Bila Mobil Diesel Diisi Bensin

Seiring berkembangnya teknologi mesin diesel, banyak mobil baru yang menggunakannya. Mesin diesel “zaman now” terasa halus, sehingga penumpang tidak menyadari sedang berada di dalam mobil diesel. Karena hal ini, bukan tidak mungkin sopir atau operator SPBU salah mengisi bahan bakar diesel dengan bensin.

Bila itu terjadi, apa efeknya pada mobil diesel?

Mesin diesel sudah dirancang sedemikian rupa dalam pemakaian bahan bakar, tentu saja dalam hal ini adalah solar. Karena solar itu sendiri juga sudah disesuaikan dengan sistem kerja mesin diesel. Bila hal di atas terjadi, bisa dipastikan efeknya akan cukup parah. Bahkan bisa merusak komponen vital pada mobil tersebut.

Dalam kondisi tersebut, pengemudi disarankan tidak menyalakan mobil terlebih dikendarai atau dijalankan. Bila hal ini terjadi memang butuh tidakan cepat untuk segera membawa mobil ke bengkel terdekat dengan towing.

Mesin diesel yang dihidupkan dengan campuran bensin akan sangat merusak komponen mobil. dipastikan merusak karena mengingat bahan bakar bensin tidak mengandung zat pelumas seperti pada solar.

Baca Juga : Efek Memakai Oli Diesel Ke Mesin Bensin 

Kerusakan bisa terjadi pada komponen injection pump (bosh pump) dan nozzle, karena keduanya berputar dan bergerak dengan mengandalkan pelumas yang terkandung dalam solar.

Selain itu, karena karena sistem pembakaran mesin diesel tidak sama dengan mesin bensin. Sistem internal combustion chamber diesel dan bensin tidak sama. Mesin diesel memakai tekanan kompresi, sedangkan mesin bensin mengandalkan busi.

Penanganan salah isi bahan bakar diesel ini dengan mengeluarkan seluruh bahan bakar bensin yang telah masuk ke mobil. menguras tangki bahan bakar, injection pump dan filter solar.

Baca Juga : Tips Merawat Mobil Diesel Dengan Mudah dan Tepat

Kembali ke atas