Tutup Pentil Ban, Si Kecil yang Kerap Diabaikan

Setiap komponen di kendaraan memiliki fungsi atau tugas masing-masing, namun memang ada yang vital dan ada yang tidak. Maksudnya, bila komponen punya fungsi vital, kendaraan tidak bisa jalan tanpanya. Sedangkan untuk komponen yang tidak vital, kendaraan masih bisa berjalan tanpanya, namun bisa memiliki efek jangka panjang.

Seperti pada komponen tutup tutup pentil ban. Komponen ini kerap dipandang sebelah mata. Para pemilik kendaraan sering abai keberadaannya, padahal fungsinya cukup krusial. Tidak percaya?

Pertama, fungsi tutup pentil ban adalah untuk menjaga tekanan udara dalam ban agar tetap stabil. Tanpa adanya tutup pentil ban, udara yang ada di dalam ban, secara perlahan akan berkurang atau keluar seiring dengan kendaraan digunakan. Lama-lama ban bisa kempes di tengah jalan.

Dengan adanya tutup pentil di ban, bisa menjaga dan menstabilkan tekanan ban agar tidak keluar seluruhnya. Sehingga kendaraan masih bisa digunakan untuk berjalan bahkan sampai jauh. Bila tekanan angin ban tidak normal, tentunya berpotensi membahayakan pengendara saat sedang berjalan.

Fungsi tutup pentil ban berikutnya, adalah untuk mencegah masuknya kotoran. Kotoran seperti debu, pasir dan air hujan sangat rawan masuk ke dalam lubang yang digunakan untuk mengisi udara.

Debu dan pasir yang masuk ke dalam lubang dapat membuat pengisian udara menjadi terhambat. Sedangkan air hujan yang masuk ke dalam lubang, berpotensi menimbulkan karat.

Untuk jenis tutup pentil sendiri, setidaknya ada tiga yang beredar di pasaran.

Tutup pentil Plastik

Jenis tutup pentil plastik adalah yang paling sering kita temukan. Hampir semua pabrikan memberikan jenis tutup pentil ini. Memang fungsinya sebagai penangkal kotoran, tutup pentil plastik cenderung mudah rusak. Untuk itu, ada baiknya tutup pentil plastik diperiksa secara berkala agar selalu terpantau kondisinya.

Tutup pentil Metal

Berikutnya adalah tutup pentil yang berbahan metal. Karena berbahan metal, otomatis tutup pentil ini jauh lebih kokoh atau tidak mudah rusak. Kotoran seperti debu, air hujan dan pasir dengan sangat mudah ditangkal oleh tutup pentil jenis ini. Untuk itu, tutup pentil jenis ini sangat dianjurkan untuk dipakai sebab dari sisi masa pakai juga akan sangat lama (bila tidak hilang).

Tutup pentil Indikator

Terakhir, ini adalah versi paling canggih dari tutup tutup pentil ban kendaraan yaitu tutup pentil dengan indikator. Tutup pentil jenis ini dapat menunjukkan tekanan angin di dalam ban.

Umumnya terdapat tiga indikator warna untuk mengetahui kondisi tekanan angin pada ban. Indikator berwarna hijau menandakan tekanan angin di dalam ban dalam keadaan normal atau ideal. Sedangkan indikator warna kuning menandakan tekanan angin di dalam ban kurang dan harus segera ditambah. Terakhir, indikator berwarna merah berarti kendaraan tidak aman untuk dipakai.

Baca Juga : Aplikasi Ban Tubeless di Pelek Jari-jari, Amankah?

Nah, sedikit tips dari mimin bagaimana memantau kondisi tutup pentil ban kendaraan. Caranya yaitu, selalu tanamkan bahwa ban kendaraan adalah salah satu komponen yang sangat penting. kondisi ban harus selalu dipantau, salah satunya tekanan angin ban. Dengan secara berkala memperhatikan tekanan angin ban, otomatis saat mengisi angin ban, tutup pentil ban juga terpantau kondisinya.

Selamat mencoba ya.