nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Busi

Tag: Busi

Cara Mudah Membersihkan Busi Motor Sendiri

Cara Mudah Membersihkan Busi Motor Sendiri

Sumber gambar : riesalam

Pada kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta cukup rawan jika musim hujan datang. Mengapa? Karena padatnya perkotaan dapat membuat air hujan meluap hingga tidak tertampung lagi dan menyebabkan banjir. Bagi pengendara motor yang melewati banjir harus berhati-hati, karena mesin motor bisa mogok. Selain itu, busi yang sudah tidak lama dibersihkan juga akan menggangu performa mesin pada saat berkendara.

Salah satu penyebab motor mogok adalah busi yang basah akibat berkendara di jalan raya yang penuh dengan genangan air. Busi yang basah karena air akan menggangu proses pembakaran mesin, sehingga motor susah untuk dihidupkan. Namun Anda tidak perlu khawatir dengan keadaan seperti ini, sebab busi yang kotor atau basah bisa dibersihkan sendiri tanpa perlu membawanya ke bengkel. Caranya pun tergolong sangat mudah bagi orang yang tidak begitu paham tentang mesin sekalipun. Penasaran bagaimana caranya?

Bagaimana caranya membersihkan busi sendiri?

1. Lepas busi dari tempatnya

Pada beberapa jenis motor, tahap ini biasanya sulit dilakukan. Perlu diingat saat melepas busi jangan sampai Anda menarik kabel, karena bisa mengakibatkan kop busi yang akan putus. Bagi pengendara motor yang baru saja melewati jalanan basah, jangan lupa tutup lubang busi dengan kain kering yang bersih. Biasanya pada setiap motor akan diberikan kunci busi yang bisa dibawa kemana saja, agar memudahkan pengguna untuk mengganti busi.
Fungsi kunci busi ini adalah untuk memudahkan kita dalam melepas busi. Jika Anda tidak punya, kunci busi bisa dapat dibeli di pasaran.

2. Rendam busi

Rendamlah busi pada wadah yang sudah diisi bensin terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar kotoran yang menempel pada busi akan lebih mudah dibersihkan.

3. Gunakan sikat kawat

Sikat kawat ini sangat efektif untuk menyingkirkan dan mengangkat kotoran yang menempel pada busi. Anda juga tidak boleh lupa bahwa menggosok menggunakan sikat kawat hanya boleh di tempat yang terlihat kotor saja, karena jika tidak akan membuat permukaan busi yang tidak kotor menjadi lecet. Anda juga bisa membersihkan busi dengan menggunakan sikat gigi dan juga lap kering, tetapi waktu yang dibutuhkan akan lebih banyak dibandingkan menggunakan sikat kawat.

4. Keringkan busi

Ketika Anda merasa busi sudah cukup bersih, keringkan dengan menggunakan lap bersih dan kering, atau jika dirasa perlu Anda bisa menggunakan compressor bertekanan tinggi agar sisa-sisa kotoran kecil yang tidak kasat mata bisa tertiup.

Sebelum memasang busi pada tempatnya, lakukan pembuangan uap air yang mungkin masih tersisa di lubang besi atau mesin. Hal ini dapat dilakukan dengan cara tidak mencabut kain yang digunakan untuk menutup lubang busi, lalu coba nyalakan motor secara manual dengan kick starter dalam kondisi kunci off. Lakukan pengulangan agar sisa-sisa air bisa keluar sampai bersih.

5. Pasangkan kembali busi

Pada saat pemasangan kembali busi, jangan memasukkan busi secara paksa, karena jika memang letaknya pas busi akan terpasang dengan mudah. Jika Anda kesulitan dalam memasang kembali busi, Anda bisa mencari posisi lain yang tepat untuk memasukkan busi. Lalu langkah terakhir adalah tutup kop busi dengan benar dan pas.

Baca juga : Bagaimana Cara Merawat Motor Saat Musim Hujan?

Waspadai Salah Memilih Busi Motor

Waspadai Salah Memilih Busi Motor

Busi Motor

Busi menjadi bagian penting dalam beroperasinya mesin motor. Dilihat dari fungsinya busi motor memiliki dua fungsi utama. Untuk memercik campuran udara dan bahan bakar yang dikompres sehingga bisa terbakar dan untuk memindahkan panas dari ruang pembakaran mesin. Kondisi elektroda busi pun kerap menjadi indikator hasil pembakaran mesin sudah optimal atau belum.

Selain menjaga kebersihan elektroda busi motor, jarak elektroda tengah dan ground pun perlu diatur secara berkala. Sehingga percikan aliran listrik tegangan tinggi bisa tetap optimal. Busi motor pun memiliki masa pakai dan perlu diganti jika sudah aus. Tapi jika terjadi kesalahan pemilihan busi, tentu jadi masalah yang berdampak pada penurunan kerja mesin motor.

Beberapa dampak lain juga bisa ditimbulkan jika pengguna motor tidak memperhatikan spesifikasi busi yang sesuai dengan mesin motornya. Seperti, menggunakan busi dengan ulir yang lebih panjang dari seharusnya. Kondisi ini dapat membuat klep atau katup mesin membentur busi dan berakibat katup bengkok atau penyok. Bisa juga membentur piston.

Sebaliknya, jika kebutuhan mesin adalah busi dengan ulir panjang tapi memakai busi ulir pendek, dapat membuat proses pembakaran tidak sempurna. Bahkan membuat mesin tidak bisa dihidupkan.

Jadi pastikan spesifikasi atau ukuran busi terutama diameter dan panjang ulir serta jangkauan insulator sesuai dengan yang dibutuhkan mesin. Sehingga tidak terjadi, busi longgar, overheat, dan terkena endapan karbon, pengapian tidak sempurna dan merusak piston atau katup.

Baca Juga : Overheat

Berikutnya adalah melihat angka panas busi. Pastikan angka panas busi sudah sesuai spesifikasi mesin motor. Bila angka panas busi yang dipakai lebih besar (busi dingin) sementara mesin masih standar, maka akan mengakibatkan pengendapan karbon pada elektroda busi. Pembakaran pun tidak sempurna yang berdampak pada mesin sulit distart, penurunan tenaga mesin dan efisiensi bahan bakar.

Sementara jika angka panas busi yang dipakai lebih kecil (busi panas), maka busi mudah mengalami overheat dan mengakibatkan gagal pengapian. Untuk mesin standar dengan pemakaian sehari-hari, umumnya menggunakan busi nikel atau tembaga dengan jarak tempuh pemakaian sekitar 20.000 km. Sedangkan untuk mesin modifikasi, biasanya menggunakan busi platinum dengan jarak tempuh pemakain sekitar 30 ribu km, atau iridium dengan jarak tempuh pemakaian 70.000 km.

Ini Fungsi Tiap Komponen Busi

Ini Fungsi Tiap Komponen Busi

Ini Fungsi Tiap Komponen Busi

Busi memiliki peran penting untuk mesin bensin. Sebagai salah satu komponen dalam sistem pengapian, tugasnya untuk memantik campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar sehingga bisa terbakar. Tugas lain dari busi adalah memindahkan panas dari ruang bakar mesin.

Kualitas dari pemantik ini memengaruhi beberapa faktor penting baik untuk operasi mesin maupun lingkungan. Seperti operasi mesin yang halus, performa mesin dan efisiensi bahan bakar serta gas polutan sebagai emisi.

Jika kita membayangkan busi ini harus memercik antara 500 sampai 3.500 kali per menit, jelas terlihat bagaimana besarnya kontribusi yang diberikan busi agar mesin dapat memenuhi standar emisi dan mereduksi konsumsi bahan bakar.

Busi memilki 2 elektroda, yakni elektroda tengah dan negatif. Setelah koil memberi arus listrik tegangan tinggi, arus tersebut mengalir menuju distributor dan menuju busi melalui kabel tegangan tinggi. Arus listrik inilah yang memercik dari elektroda tengah ke elektroda negatif (massa), sehingga menimbulkan bunga api yang dibutuhkan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar. Selain elektroda, busi juga memiliki komponen lain yang masing-masing memiliki fungsi.

 

Terminal

Komponen yang terbuat dari baja ini terhubung dengan kabel tegangan tinggi yang mengalirkan arus listrik dari koil. Komponen ini menggunakan nut agar mayoritas kabel tegangan tinggi.

Insulator

Sebagian besar busi yang beredar di pasar ini menggunakan material keramik untuk komponen ini. Fungsinya untuk mengisolasi batang terminal dan elektroda tengah dari cangkang busi. Sehingga arus listrik tegangan tinggi tidak keluar dari ruang elektroda tengah. Fungsi lainnya memindahkan panas ke kepala silinder.

Ribs/Corrugations

Bentuknya bergelombang, fungsinya untuk mencegah arus listrik merambat keluar ke komponen mesin yang dapat bertindak sebagai massa (negatif).

Ring

Fungsinya untuk merapatkan insulator dan cangkang serta menjaga kerapatannya.

Cangkang/Bodi

Komponen ini berfungsi untuk menopang insulator dan agar busi bisa dipasang di kepala silinder berkat adanya ulir. Bagian ini juga berfungsi sebagai penghantar panas.

Gasket

Penutup untuk mencegah kompresi di ruang bakar tidak mengalir keluar.

Inti elektroda

Fungsinya sebagai core atau inti dari penyaluran energi listrik dan terhubung ke terminal. Beberapa material digunakan sebagai elektroda. Tapi yang paling umum digunakan adalah tembaga.

Elektroda ground

Komponen busi ini berada di bagian ujung busi yang terhubung langsung dengan ground kendaraan. Dengan adanya komponen ini, maka arus listrik bisa berpindah dari inti elektroda. Ia pun harus memiliki daya hantar panas yang baik dan tahan terhadap temperatur tinggi.

Ini Bedanya Busi Panas Dan Dingin

Ini Bedanya Busi Panas Dan Dingin

Ini Bedanya Busi Panas Dan Dingin

Kendaraan yang dilengkapi mesin dengan bahan bakar bensin membutuhkan busi sebagai salah satu komponen untuk melakukan proses pembakaran. Busi digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar dengan cara memercikan aliran listrik. Sehingga mesin dapat menghasilkan tenaga di setiap langkah usahanya.

Di mesin, busi dipasang di area kepala silinder dengan elektroda menghadap ke bawah atau ke ruang bakar. Selain untuk memercik aliran listrik, busi juga digunakan untuk menghantarkan atau memindahkan panas dari ruang bakar ke area sekitarnya, seperti ke bodi mesin.

Dalam memilih busi, ada istilah busi panas dan dingin. Apa maksudnya? Salah satu spesifikasi busi adalah rentang panas (heat range). Nilai panas busi ini adalah kemampuan busi untuk menghantarkan panas.

Sebelum menjawab itu, perlu diketahui busi berada di ruang bakar yang memiliki tekanan yang tinggi dan perubahan temperatur yang berubah-ubah dengan cepat dan drastis ketika mesin beroperasi. Makanya busi harus mampu menahan tingginya tekanan dan perubahan temperatur itu dalam waktu yang lama.

Nah, antara busi panas dan dingin ini dibedakan berdasarkan kemampuannya untuk memindahkan panas, menghadapi tekanan dan perubahan temperatur mesin itu. Selain itu, konstruksinya juga berbeda. Seperti panjang insulator sebagai penentu sebuah busi cepat atau tidaknya dalam melepaskan panas.

Busi dingin

Busi dingin memiliki insulator lebih pendek sehingga lebih cepat memindahkan panas atau lebih cepat menjadi dingin. Jenis busi ini umumnya digunakan pada kendaraan yang memiliki temperatur kerja mesin yang tinggi atau memiliki tekanan kompresi yang tinggi. Bila digunakan pada mesin yang memiliki temperatur ruang bakar rendah, maka mesin akan menjadi lebih sulit untuk dihidupkan. Biasanya, busi jenis ini digunakan untuk mesin yang sudah dimodifikasi dan temperatur ruang bakar lebih tinggi dari kondisi standar.

Busi panas

Tipe busi panas memiliki konstruksi insulator yang lebih panjang.  dan dapat menyimpan panas dalam waktu lebih lama. Jenis busi ini dapat memindahkan panas lebih sedikit atau daya hantar panas yang lebih kecil dibanding busi dingin, dan lebih cepat panas. Suhu busi pun relatif lebih panas ketika bekerja.

Busi panas ini umumnya digunakan pada kendaraan yang memiliki temperatur kerja mesin yang rendah seperti mesin standar pabrikan, atau mesin yang memiliki tekanan kompresi yang rendah. Jika menggunakan busi panas untuk mesin yang sudah dimodifkasi atau memiliki temperatur kerja dan kompresi yang lebih tinggi, maka akan mudah mengalami panas berlebih (overheat).

Untuk membedakan antara busi tipe dingin dan tipe panas dapat dilihat dari angka heat range pada spesifikasi teknisnya atau kode busi. Semakin besar angka pada spesifikasi heat range itu, maka menunjukkan busi dingin. Sebaliknya angka heat range semakin kecil berarti busi panas.

Penyebab Busi Motor Cepat Kotor

Seiring pemakaian, performa busi motor tentu menurun. Tapi, jika belum lama diganti tapi busi motor sudah ditumpuki karbon tentu menjadi indikasi ada masalah. Ya, munculnya deposit karbon di kepala busi bisa terbentuk jika bahan bakar tidak terbakar sempurna. Umumnya, hal itu disebabkan perbandingan bahan bakar dan udara yang tidak tepat.

Deposit karbon juga bisa terbentuk saat mesin belum mencapai suhu kerjanya tapi motor sudah langsung dipacu. Suhu ruang bakar terlalu panas juga bisa memberi dampak yang serupa. Ketika kepala busi (elektroda) sudah penuh dengan deposit karbon, percikan busi pun menjadi terhambat. Mesin lebih sulit atau malah tidak bisa dinyalakan.

Ada juga beberapa penyebab lain munculnya deposit karbon di busi. Seperti suplai bahan bakar dari karburator terlalu kaya. Sehingga campurannya dengan udara tidak ideal. Untuk mengatasi masalah tersebut, setel karburator agar campuran udara dengan bahan bakar menjadi pas. Bisa dicek dari setelan sekrup udara yang tidak pas atau ukuran pilot jet terlalu besar.

Begitu pula dengan filter udara yang kotor. Debit udara yang dibutuhkan untuk mendapatkan campuran bahan bakar dan udara yang ideal menjadi sulit tercapai. Filter udara yang sangat kotor menjadi penghalang bagi udara untuk masuk ke intake. Sehingga kevakuman pada slang udara setelah filter menjadi lebih besar.

Baca Juga : Ini Fungsi Tiap Komponen Busi

Hal itu menyebabkan bahan bakar yang terisap ke venturi semakin besar. Hal inilah yang membuat campuran menjadi terlalu kaya dan berakibat munculnya deposit karbon. Dengan membersihkan filter udara secara berkala dapat terhindar dari masalah ini.

Kualitas bahan bakar yang buruk juga menjadi penyebab lainnya. Ya, kualitas bahan bakar yang rendah mampu menurunkan kinerja mesin akibat busi lebih cepat tertutup karbon karena proses pembakaran tidak maksimal secara terus menerus. Gunakan bahan bakar yang sesuai kebutuhan mesin dapat mengatasi masalah ini.

Di lain sisi, pemilihan busi itu sendiri juga perlu diperhatikan. Kecocokan busi dengan mesin juga mempengaruhi seperti ukuran busi dan angka panas busi yang perlu disesuaikan dengan spesifikasi mesin. Umumnya, akibat menggunakan busi dingin membuat terjadinya deposit karbon. Dengan menggunakan ukuran panas busi yang tepat dapat menyelesaikan masalah.

Usia Pakai Busi Sepeda Motor

Pemilik sepeda motor terkadang sering telat dalam ganti busi. Alasannya sepele, sepeda motor masih bisa hidup dan masih bisa dipakai. Padahal busi sepeda motor juga punya usia pakai. Seperti oli mesin yang rutin diganti, busi sepeda motor juga menuntut penggantian berkala untuk menjaga performa mesin motor kita.

Ada beberapa ciri-ciri busi yang sudah harus diganti. Antara lain mesin yang mulai susah dihidupkan, kondisi stasioner yang tidak stabil, hingga laju sepeda motor yang tersendat-sendat. Jika sudah parah, mesin sepeda motor bisa mati ketika digunakan. Bahaya banget kan!

Busi sepeda motor idealnya diganti setiap 6.000 – 8.000 km. Untuk memastikannya, bisa cek kondisi buku manual motor kita. Untuk pengecekan berkala, bisa dilakukan tiap 3.000 – 4.000 km. Pengecekan busi diperlukan untuk mengecek elektroda busi, apakah sudah terlalu kotor. Bersihkan jika dirasa perlu.

Jangan ganti busi melebihi 9.000 km, karena busi dianggap sudah tidak maksimal memercikan bunga api. Jika dipaksakan, proses pembakaran mesin jadi tidak maksimal. Efeknya adalah performa yang menurun, dan motor yang jadi boros. Gunakan busi sesuai rekomendasi pabrikan.

Baca Juga : Waspadai Salah Memilih Busi Motor

Untuk sepeda motor injeksi, gunakan busi khusus injeksi. Biasanya ada kode R yang artinya Resistance atau memiliki resistor di dalam businya. Pemilihan busi yang salah juga bisa berefek pada performa mesin. Misalnya mesin cepat panas, atau mesin sulit dihidupkan meski kondisi busi baru.

Kembali ke atas