nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Baru

Tag: Baru

Beli Ban Mobil Baru, Pasang di Depan atau di Belakang?

Ban mobil adalah komponen habis pakai, yang menuntut penggantian secara berkala. Kondisi ban mobil, tentu sangat penting untuk urusan keselamatan. Ban mobil jadi satu-satunya perantara mobil dengan aspal. Untuk itu, kita wajib mengecek dan mengganti jika ban mobil sudah mulai aus.

Untuk mengecek ketebalan telapak ban, sebenarnya mudah. Pada dinding ban terdapat tulisan TWI (thread wear indicator) yang disimbolkan dengan bentuk segitiga. Jika ditarik garis lurus dari ujung segitiga TWI ke arah telapak ban, maka akan terlihat tonjolan-tonjolan kecil di sela alur kembangan ban. Jika tonjolan ini sudah rata dengan permukaan telapak ban, itu tandanya ban sudah harus diganti. Meski ban belum terlihat “botak” seutuhnya, sisa kembang ban yang sudah kena batas TWI, dianggap tidak maksimal lagi dalam menjaga traksi dan menyalurkan air saat kondisi basah.

Saat ingin ganti ban, terkadang anggaran tidak mencukupkan untuk mengganti seluruhnya. Sebaiknya, ban minimal diganti 2 buah sekaligus. Sangat tidak disarankan hanya ganti 1 buah ban saja. Lalu jika hanya ingin ganti 2 ban saja, lebih baik dipasang di depan atau di belakang?

Jawabannya adalah di belakang. Kenapa? Karena kita lebih mudah mendeteksi traksi yang hilang di area depan, dibanding area belakang. Jika ban yang sudah jelek ada di depan, kita mudah mengetahui jika mobil mulai ada gejala tergelincir.

Baca Juga : Tips Berkendara Aman Saat Musim Hujan

Kita bisa dengan mudah mengkoreksi arah kendaraan dengan mengatur gerakan setir. Beda cerita, jika ban jelek yang ada di belakang. Kita sulit mendeteksi jika area belakang mobil mulai tergelincir. Dan jika kita sadar, biasanya sudutnya sudah terlalu curam, sehingga sudah sangat sulit dikoreksi dari putaran setir. Mobil pun bisa tergelincir hilang kendali dan bisa menimbulkan kecelakaan fatal. Jadi, jangan salah lagi ya Bro Deltalube.

Inrayen Motor Saat Ganti Piston Baru, Apa Perlu?

Semua mesin, tak terkecuali mesin sepeda motor, memerlukan waktu penyesuaian antar komponen. Masa penyesuaian itu dalam bahasa tekniknya disebut break-in period, atau lebih populer di Indonesia disebut inreyen. Melakukan inreyen mesin motor, biasanya dilakukan saat beli motor baru. Masa inreyen motor biasanya 500 – 1.000 km tergantung rekomendasi masing-masing pabrikan. Namun, jika kita hanya mengganti piston motor yang sudah aus, Inrayen Motor Saat Ganti Piston Baru, Apa Perlu?

Jawaban singkatnya, iya. Kenapa? Karena piston dan ring piston baru, perlu masa penyesuaian ulang dengan diameter dinding silinder baru yang diperbesar. Piston dan ring piston, bergesekan sangat rapat dengan dinding silinder. Dan jika tidak dilakukan inreyen, piston rentan macet dengan dinding silinder. Hal itu karena belum adanya celah optimal antar keduanya, tapi mesin dipaksa bekerja dalam putaran tinggi. Apalagi saat mesin panas, komponen seperti piston dan ring piston akan memuai. Belum adanya celah yang cukup itu, membuat piston dan ring piston tidak punya ruang gerak saat terjadi pemuaian, hingga akhirnya macet dengan dinding silinder.

Biasanya tukang bubut yang melakukan proses korter silinder, akan menanyakan ke konsumen, mau dibuat rapat atau renggang celahnya nanti. Kami menyarankan untuk dibuat rapat, dengan catatan kita melakukan proses inreyen layaknya pakai motor baru. Biarkan piston, ring piston dan dinding silinder mencapai kerenggangan ideal dengan sendirinya.

Baca Juga : Cara Inreyen Motor Baru

Saat proses inreyen, kendarai motor dengan kecepatan wajar. Jangan berakselerasi kuat, dan jaga putaran gas dengan stabil. Ganti oli saat 500 km pertama, karena biasanya akan ditemukan gram gram halus, akibat gesekan piston baru dengan dinding silinder. Gunakan oli mesin motor berkualitas. Bro Deltalube bisa pakai Deltalube 757 Daily 10W-40 Motorcycle untuk motor bebek dan manual, atau Deltalube 757 Daily 10W-30 Motorcycle untuk motor matic. Bagi kalian pengguna motor keluaran tahun lama, bisa pilih Deltalube 731 Adventure 20W-50 Motorcyle.

Baca Juga : Perlukah Inreyen Mobil Baru Dilakukan ?

Sokbreker Rusak, Beli Baru Atau Rekondisi?

Mengemudikan mobil yang sudah berumur seringkali menghadirkan kebutuhan untuk mengganti atau memperbaharui komponennya. Bukan hanya bagian mesin, tetapi juga komponen kaki-kaki, terutama sokbreker, yang kinerjanya mulai menurun atau rusak. Akibatnya, kenyamanan dalam berkendara pun berkurang. Saat ini, terdapat dua opsi untuk memperbaiki sokbreker, yaitu mengganti dengan yang baru atau merekondisi. Bagi pemilik mobil yang memiliki dana yang cukup, mereka cenderung memilih untuk mengganti dengan sokbreker baru. Namun, bagi yang memiliki anggaran terbatas, merekondisi bisa menjadi solusi yang tepat. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih dua opsi tersebut?

Mengganti Sokbreker dengan yang Baru

Bagi mereka yang memilih opsi pertama, yaitu mengganti sokbreker dengan produk OEM, mereka telah membuat pilihan yang tepat. Sparepart OEM telah dirancang secara khusus untuk mobil Anda. Dengan menggunakan sokbreker OEM, kenyamanan mobil akan terjaga sebagaimana semula.

Namun, ada juga yang ingin memilih produk aftermarket. Dalam memilihnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti menyesuaikan spesifikasi sokbreker dengan kebutuhan mobil. Pemilihan sokbreker untuk penggunaan sehari-hari tidak perlu terlalu berlebihan karena hal ini dapat mengurangi kenyamanan berkendara sesuai dengan gaya Anda.

Selain itu, perhatikan juga apakah sokbreker yang akan dipilih menggunakan tipe gas atau tipe oli. Umumnya, tipe gas cocok untuk pengemudi dengan gaya berkendara agresif dan memiliki daya tahan yang lebih lama. Sementara itu, tipe oli memiliki harga yang lebih terjangkau, tetapi daya tahannya lebih rendah. Jangan lupa juga untuk memilih sokbreker aftermarket yang memiliki garansi.

Merekondisi Sokbreker yang Sudah Ada

Bagi mereka yang memilih opsi kedua, sebaiknya perhatikan terlebih dahulu tingkat kerusakan sokbreker sebelum memutuskan untuk merekondisi. Jika kondisinya sudah sangat parah, maka merekondisi sokbreker tidak akan memberikan hasil yang optimal. Bahkan, sokbreker yang direkondisi mungkin tidak akan bertahan lama.

Pastikan sokbreker masih mampu bergerak dengan baik meskipun terasa sedikit lemah. Perhatikan juga adanya kebocoran pada sokbreker dan pastikan kondisi batang sokbreker tidak memiliki goresan yang banyak. Oleh karena itu, waktu yang tepat untuk merekondisi sokbreker adalah sebelum kerusakan total terjadi.

Merekondisi sokbreker berarti mengganti komponen di dalamnya seperti seal, oli, dan batang sokbreker. Namun, jangan berharap hasil yang lebih dari itu, karena sebenarnya merekondisi hanya mengembalikan fungsi sokbreker. Namun, performa dalam menahan benturan dan kestabilannya mungkin tidak sama seperti sebelumnya.

Dari segi harga, opsi merekondisi sokbreker dapat dikatakan sangat menggiurkan. Biaya merekondisi sokbreker biasanya berkisar antara Rp 400-750 ribu.

Baca Juga : Cara Deteksi Kerusakan Shock Absorber Mobil 

Memilih Opsi Terbaik untuk Anda

Setiap opsi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika Anda memiliki dana yang cukup, mengganti sokbreker dengan yang baru adalah pilihan yang lebih aman untuk menjaga kenyamanan dan performa mobil. Namun, jika anggaran Anda terbatas, merekondisi sokbreker bisa menjadi alternatif yang lebih ekonomis.

Pada akhirnya, pilihan ada pada Anda. Pastikan untuk mempertimbangkan kebutuhan mobil, anggaran yang tersedia, dan preferensi pribadi Anda dalam memilih opsi yang terbaik. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Anda dapat mengambil keputusan yang tepat dan memperbaiki kinerja sokbreker mobil dengan efektif.

Kembali ke atas