nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Aki

Tag: Aki

Ini Bedanya Air Aki Biru dan Merah

Sudah wajib hukumnya pemilik kendaraan untuk selalu memperhatikan kondisi kendaraan. Kalau tidak, bisa susah sendiri jadinya. Salah satu komponen yang butuh perhatian serius adalah aki atau baterai. Bila komponen yang satu ini tidak bekerja dengan baik, pastinya bikin repot pemiliknya, seperti mesin tidak bisa nyala. Terlebih pada mobil zaman sekarang yang syarat dengan komputerisasi.

Bila kendaraan Anda masih menggunakan aki berjenis basah, butuh dua jenis air dalam merawatnya. Dua air tersebut yakni air aki merah dan biru. Lantas, apa perbedaan antara keduanya? Yuk, kita belajar sama-sama.

Air aki merah

Air aki merah alias air aki zuur, diberi tanda berwarna merah karena memang mengandung cair asam yang kuat. Cairan tersebut yaitu larutan elektrolit asam sulfat (H2SO4). Fungsinya untuk menyimpan dan menghantarkan daya listrik di dalam aki. Air aki zuur digunakan saat pertama kali pengisian cairan aki karena punya sifat elektrolit yang kuat.

Penanda berwarna merah ini juga sebagai peringatan bahwa cairan ini berbahaya dan harus hati-hati dalam penggunaannya. Cairan ini bisa mengakibatkan iritasi kulit dan bisa membuat logam berkarat.

Air aki biru

Mungkin sudah tidak asing lagi dengan air aki biru ini yang kerap kita temukan di toko sparepart. Modelnya bisa bermacam-macam, ada yang hanya tutup botolnya saja berwarna biru atau berikut botolnya berwarna biru.

Sejatinya isi air di dalamnya adalah air suling. Air ini sudah melalui proses demineralisasi yang menghasilkan air murni sehingga keberadaannya tidak menimbulkan reaksi kimia yang membahayakan aki. Air ini harus disuling karena kandungan mineral dalam air dapat menimbulkan korosi yang akhirnya bisa merusak aki. Air suling ini ditambahkan untuk meningkatkan volume cairan elektrolit tanpa mempengaruhi massa janis elektrolit aki.

Air ini diberi label warna biru pada kemasannya sebagai penanda bahwa air ini tidak berbahaya.

Baca juga : Salah Kaprah Soal Aki Kering

5 Tanda Aki Mobil Anda Bermasalah

5 Tanda Aki Mobil Anda Bermasalah

Sumber gambar : demaquinasyherramientas

Kira-kira apa yang terjadi jika aki mobil Anda bermasalah? Lalu bagaimana cara mengetahui jika aki mobil Anda bermasalah? Sebagai pemasok listrik utama untuk seluruh perangkat mobil, aki bekerja saat pertama kali mobil dinyalakan (starter). Sebab saat pertama kali dinyalakan, mobil membutuhkan sumber tenaga yang berasal dari aki untuk menyalakan AC, perangkat audio, ataupun lampu. Maka dari itu Anda perlu menjaga kondisi aki mobil dengan sering mengecek batas air aki agar tidak berada di bawah batas minimal.

Baca juga : 5 PERLINDUNGAN YANG WAJIB DILAKUKAN OLEH PEMILIK MOBIL

Masalah pada aki biasanya muncul karena aki tidak terawat atau karena umur aki yang sudah terlalu tua. Lalu dampaknya jika aki mobil bermasalah adalah mobil Anda tidak akan menyala, sebab daya yang dibutuhkan untuk stater mobil tidak terpenuhi. Untuk menghindari mobil Anda mogok akibat masalah pada aki, Anda perlu mengetahui 5 tanda aki mobil bermasalah berikut ini.

1. Mesin tidak bisa dinyalakan

Mesin mobil yang tidak kuat distarter merupakan indikator utama akan adanya masalah pada aki mobil Anda. Jika mobil sudah lama tidak dinyalakan, misalnya selama semalam, dan saat ingin menghidupkan ternyata tidak masa, maka bisa disimpulkan bahwa aki mobil Anda rusak (dengan catatan air aki berada di batas max dan low, tidak kurang atau lebih). Bisa saja hal ini terjadi karena umur aki yang sudah terlalu lama, sebab jangka pakai aki biasanya selama 2 tahun.

2. Aki bau menyengat saat mesin dinyalakan

Bau menyengat tersebut berasal dari sel-sel komponen aki yang rusak, sehingga ketika mesin dinyalakan atau distarter air aki akan mengeluarkan bau menyengat serta air aki menjadi mendidih. Sel aki yang remuk dan mengembang juga dapat terlihat secara kasat mata menandakan bahwa aki tersebut sudah harus diganti.

3. Air aki keruh

Seperti halnya oli, aki yang sudah lama dipakai akan berubah menjadi keruh dan kecoklatan, hal ini disebabkan karena kotoran-kotoran yang menumpuk sekian lama yang akan terlihat jika dibuka penutup air aki.

4. Cranking

Saat Anda ingin mengetes tegangan volt pada air aki dengan cranking atau menggunakan load tester, perhatikan angka voltage aki. Jika volatage aki berada di bawah 10 volt artinya aki rusak dan harus segera diganti karena daya 10 volt tidak akan kuat untuk menyalakan mobil.

5. Aki short/konslet

Hal ini dapat dilihat dengan mudah jika tenangan volt aki kurang dari 11 volt saat aki tidak dibebani menandakan aki konslet.

Cara mudah untuk melihat aki bermasalah adalah dengan mendengarkan suara klaskon yang kurang keras dan lampu mobil yang tidak begitu terang. Namun kedua hal ini tidak dapat dijadikan pacuan utama untuk mengetahui apakah aki mobil Anda bermasalah. Oleh karena itu, pastikan Anda memeriksa 5 bagian mesin mobil yang wajib dicek setiap 3 bulan.

AKI BASAH ATAU KERING, MANA YANG LEBIH BAIK?

AKI BASAH ATAU KERING, MANA YANG LEBIH BAIK?

Aki basah atau kering ? Setiap masing-masing jenis aki memiliki kelebihan dan kekurangan.

Aki (accu) atau baterai pada kendaraan terbagi jadi dua jenis. Di pasaran, istilah yang digunakan adalah aki basah dan kering. Tapi secara fungsi, aki adalah komponen penting untuk beroperasinya sistem kelistrikan. Aki menyuplai daya listrik yang dibutuhkan berbagai peranti elektronik di motor.

Sepintas bentuk kedua jenis aki ini mirip. Tapi perbedaan yang mencolok ada pada bahan yang digunakan untuk merendam sel aki. Jika pada aki basah menggunakan cairan, pada aki kering menggunakan gel untuk merendam sel aki.

Sementara soal kualitas, aki kering atau aki basah tidak berbeda. Tapi masing-masing jenis aki memiliki kelebihan dan kekurangan.

Aki basah menggunakan cairan elektrolit atau asal sulfat yang lebih cepat menguap karena panas, akibat penggunaan maupun suhu lingkungan yang ekstrem. Aki jenis ini memerlukan perawatan rutin agar kinerjanya tetap optimal, berupa pemeriksaan volume cairan.

Baca juga : 5 tanda aki mobil anda bermasalah

Normalnya, wadah aki basah adalah transparan dan tersedia garis penanda batas maksimum dan minimum air aki. Tanda ini menjadi patokan apakah cairan elektrolit perlu diisi ulang atau tidak.

Biasanya pengecekan ini dilakukan tiap dua bulan sekali. Tapi untuk motor dengan mobilitas tinggi, pengecekan dilakukan lebih dini.

Jika lama tidak diperiksa dan diisi ulang, sel aki yang tidak terendam cairan bisa mengalami korosi. Mengakibatkan sel aki cepat rusak. Salah satu nilai tambah aki basah adalah harganya yang lebih terjangkau.

Di lain sisi, aki kering dikemas dengan wadah tidak transparan dan menggunakan gel yang berfungsi merendam sel-sel aki. Karena berbentuk gel, potensi penguapannya sangat kecil dan tidak tumpah saat mengalami guncangan.

Karena alasan itulah aki kering sering disebut maintenance free (bebas perawatan). Penggunanya tidak perlu sering mengecek kondisi aki. Tapi karena teknologi itu, harga aki kering relatif lebih mahal dari aki basah.

Nah, Anda dapat menyesuaikan budget saat memilih aki untuk motor. Jika memiliki dana lebih, bisa memilih aki kering agar tak lagi direpotkan dengan ritual perawatan. Soal usia pemakaian, baik aki basah maupun kering tidak berbeda jauh. Kisarannya 1,5-2 tahun untuk pemakaian normal sehari-hari dengan catatan perawatan dilakukan teratur untuk aki basah.

Trik Agar Aki Kering Bisa Awet

Kini mayoritas kendaraan sudah mengusung teknologi injeksi yang mengandalkan aki kering, termasuk motor. Aki kering atau maintenance free memang didesain bebas perawatan. Tapi bukan berarti aki kering tidak perlu diperhatikan. Aki kering tetap butuh pengecekan dan pengisian ulang (recharge) bila tegangannya mulai menurun.

Seperti halnya, lampu atau klakson, pengecekan tegangan aki kering ini diperlukan karena beberapa sensor membutuhkan suplai arus listrik. Dengan menjaga tegangan listrik aki, suplai arus listik ke tiap sensor maupun kelistrikan tetap stabil.

Pengecekan aki biasa dilakukan setiap servis rutin (2.000 km) dan di-charge ulang 3 bulan sekali. Dengan langkah ini aki bisa awet atau tidak lekas tekor walau masih terbilang baru.

Baca Juga : AKI BASAH ATAU KERING, MANA YANG LEBIH BAIK?

Pemeriksaannya bisa dilakukan sendiri. Terpenting ada alat untuk mengukur tegangan aki, yakni multi tester. Pada kondisi normal tanpa beban, tegangannya 12,5 – 13 volt. Caranya, posisikan penunjuk multi tester pada posisi voltmeter. Hubungkan kabel positif multi tester (merah) ke terminal positif aki. Selanjutnya hubungkan kabel negatif multi tester (hitam) ke terminal negatif.

Bila tegangan aki di bawah 12 volt, sebaiknya di-charge ulang. Pasalnya, dengan tegangan itu bisa menyebabkan sulit untuk start mesin. Efeknya kalau tidak langsung diisi ulang, kondisi aki akan lebih cepat menurun.

Bila tegangan aki masih normal, ketika dipasang kembali dan memposisikan kunci kontak ON, tegangan akan berkurang sekitar 0,2-0,4 volt karena sensor kelistrikan dan pompa bahan bakar langsung bekerja.

Untuk mengetahui pengisiannya normal atau tidak, nyalakan mesin dan lampu utama. Tahan putaran mesin antara 4.000 – 5.000 rpm atau sekitar ¼ putaran gas.

Pengisian normal tegangannya antara 14 – 15 volt. Bila kurang dari 14 volt atau lebih dari 15 volt, berarti ada pengisian yang tidak normal. Biasanya hal itu disebabkan karena kiprok (regulator) sudah rusak atau aki sudah soak.

Tanda – Tanda Aki Motor Mulai Lemah

Salah satu komponen penting pada motor injeksi yaitu baterai atau aki. Hampir semua motor model terbaru sudah mengadopsi aki jenis MF (maintenance free), yang tidak perlu lagi melakukan perawatan seperti mengisi air aki.

Karena beberapa hal, aki juga akan mengalami penurunan fungsi, sehingga berpengaruh terhadap kinerja motor injeksi. Untuk pemilik motor perlu mencermati beberapa faktor dan tanda-tanda aki motornya mulai lemah.

Umur aki

Seperti halnya komponen mesin motor lainnya, aki juga memilik usia pakai sekitar 2 tahun. Ketika umur aki motor lebih dari 2 tahun, perlu berhati-hati dan melakukan pengecekan aki agar tidak terjadi masalah di tengah perjalanan.

Susah starter

Salah satu tanda aki sudah mulai lemah adalah mesin susah distart menggunakan electric starter. Bisa jadi harus beberapa kali menekan tombol start, mesin motor baru bisa hidup. Tapi ketika mesin sudah panas, bisa menyalakan mesin dengan electric starter dengan mudah.

Mesin mati ketika kabel jumper dilepas

Men-jumper aki memang jadi salah satu cara untuk menyalakan mesin ketika aki sudah lemah. Aki motor yang sudah lemah dibantu oleh aki yang lebih sehat untuk mendapat daya listrik yang dibutuhkan untuk menstart mesin.

Tapi ketika kabel jumper dilepas, mesin motor mati. Hal ini sebagai penanda aki sudah kehilangan daya tampung arus listrik dan perlu segera diganti.

Putaran mesin tidak stabil

Gejala lain yang mengindikasikan aki lemah adalah mesin motor tidak stabil saat posisi idle. Lalu ketika dikendarai mesin tersendat. Walaupun mesin motor menyala ketika diengkol menggunakan kick starter, putaran mesin juga tidak stabil.

Baca Juga : Trik Agar Aki Kering Bisa Awet

Klakson dan lampu

Tanda-tanda aki sudah mulai lemah, umumnya diikuti dengan lampu utama motor ikut meredup dan suara klakson yang lebih pelan. Lampu sein juga tidak mau berkedip.

Lampu indikator aki

Tanda aki sudah lemah, juga bisa dilihat dari indikator pada panel di sekitar spidometer. Biasanya lampu berkedip-kedip atau menyala terus saat kunci kontak diputar ke posisi ON.

Kehadiran indikator pada beberapa motor saat ini, sangat memudahkan pemilik motor untuk mengenali kondisi aki jika mulai tidak layak pakai.

Mati total

Pada motor injeksi, jika aki sudah rusak, maka mesin tidak bisa dinyalakan sama sekali walau menggunakan kick starter. Oleh karena itu, penggantian aki harus dilakukan.

Cara Aman Jumper Aki Mobil

Bagi sebagian pemilik mobil, saat kondisi #dirumahaja, membuat mobil lama tidak digunakan. Kondisi ini berpotensi membuat aki mobil tekor atau soak lantaran mesin mobil tak pernah dihidupkan. Dalam keadaan ini, mesin mobil yang akinya tekor bisa dihidupkan dengan melakukan jumper aki.

Jumper aki ini dilakukan dengan mengambil suplai arus listrik dari aki mobil lain yang masih normal. Tapi agar aman, ada beberapa hal yang perlu dicermati sebelum melakukan jumper aki mobil. Seperti memastikan menggunakan kabel khusus jumper aki dengan kualitas cukup baik dan cukup tebal. Karena untuk memutarkan dinamo starter mesin membutuhkan arus listrik yang besar. Sementara jika kabel berukuran kecil, terlebih kualitasnya rendah, membuatnya lebih cepat panas.

Untuk mendapatkannya, umumnya toko aksesori mobil menyediakan kabel khusus untuk jumper aki. Yang perlu diingat adalah menggunakan perangkat selain dari itu untuk jumper aki mobil, berpotensi menimbulkan korslet.

Baca Juga : Tanda & Tanda Aki Motor Mulai Lemah

Setelah itu, pastikan posisi tuas transmisi mobil dalam keadaan netral untuk mobil manual dan untuk mobil matic berada di posisi P. Selain itu, semua fitur elektrik seperti lampu kabin, head unit dan lainnya dinonaktifkan. Hal itu agar arus listrik saat jumper aki digunakan sepenuhnya untuk memutar dinamo starter.

Meski proses jumper aki cukup mudah, tapi jika salah bisa berbahaya. Jadi usai pemeriksaan itu, lakukan beberapa langkah ini.

– Posisi kedua mobil saling berdekatan hingga kabel jumper aki bisa menjangkau masing-masing aki.

– Cek kutub positif (+) dan negatif (-) pada tiap aki. Biasanya kutub positif berwarna merah dan negatif berwarna hitam.

– Hubungkan penjepit kabel jumper berwarna merah ke kutub positif (+) aki yang normal. Lalu sambungkan penjepit kabel jumper warna merah lainnya pada kutub aki yang tekor.

– Pasang kabel jumper negatif ke kutub negatif aki mobil normal dan pasang sisi satunya kutub negatif ke bagian mesin berbahan besi yang bersih. Bukan ke kutub negatif aki yang tekor.

– Hidupkan mesin mobil aki normal beberapa saat. Atur putaran mesin hingga di atas 1.000 rpm. – Start mesin mobil yang akinya tekor.

– Setelah mesin mobil dengan aki tekor hidup, lepaskan kabel jumper secara hati-hati dengan urutan kebalikan dari cara pemasangan.

– Biarkan mesin menyala beberapa saat agar terjadi pengisian arus listrik ke aki.

Serba-serbi Deteksi Masalah Aki Mobil dan Motor

Aki adalah salah satu komponen vital, dalam rangkaian kelistrikan kendaraan. Apalagi di era mobil dan motor injeksi yang sangat mendandalkan sensor-sensor sistem injeksi. Sensor-sensor itu amat memerlukan pasokan arus listrik yang sangat stabil. Karena fungsinya yang vital, kita perlu cermati kondisi aki, berikut caranya untuk mendeteksi masalah aki mobil dan motor

Ciri-ciri Aki Lemah

Seiring berjalannya waktu pemakaian, kondisi dan performa aki akan menurun. Cirinya mulai dari klakson yang tidak berbunyi lantang, lampu sein yang meredup, hingga paling parah mesin tidak bisa di starter. Untuk memastikan kondisi aki yang menurun, bisa menggunakan multimeter untuk mengukur tegangan aki. Jika dibawah 12 Volt, dapat dipastikan kondisi aki mulai melemah.

Sebab Aki Lemah

Selama aki bekerja, akan terjadi reaksi kimia antara air aki (H2SO4) dengan plat timbal (Pb) sebagai sel elemen aki. Reaksi antara zat asam ini akan menimbulkan sulfasi. Akumulasi sulfasi zat asam tersebut lama-lama akan menumpuk pada sel aki sehingga membuat kemampuannya dalam menyimpan daya listrik jadi menurun.  Hal ini populer di masyarakat dengan istilah ‘aki soak’.

Bagaimana dengan Aki Tekor?

Tekor berasal dari bahasa Belanda, te kort yang artinya kekurangan atau defisit. Berbeda dengan soak, aki tekor disebabkan karena tidak seimbangnya antara suplai dengan kebutuhan daya listrik. Umumnya karena salah spesifikasi aki, atau karena beban aksesori kelistrikan yang terlalu banyak. Contohnya, lampu tambahan, sistem audio, dan klakson tambahan. Tentunya, kebutuhan arus listriknya meningkat, sedangkan arus yang disuplai aki jumlahnya tetap.

Mencegah Aki Lemah dan Aki Tekor

Penanganan dua masalah aki ini berbeda.

Untuk mencegah aki lemah, sebaiknya seringlah kuras air aki dan bersihkan sel-selnya. Hal ini hanya bisa dilakukan untuk aki basah. Kuras aki sebaiknya dilakukan 3 bulan sekali. Buang semua air aki dan isi aki dengan air panas. Biarkan sejenak dan air kotor hasil proses sulfasi akan rontok. Sedangkan untuk mencegah aki tekor sebaiknya minimalkan penggunaan aksesori kelistrikan tambahan. Untuk sistem audio tambahan, sebaiknya gunakan capasitor bank untuk membantu menyimpan arus listrik.

Baca Juga : Cara Aman Jumper Aki Mobil

Perawatan dan Cara Isi Ulang Aki yang Benar

Untuk aki basah, selalu cek berkala air aki diantara lower dan upper level. Bersihkan juga terminal aki dari tumpukan kotoran dan zat asam. Gunakan sikat kawat untuk membersihkannya. Pastikan juga kabel ground aki ke bodi tidak mengalami kerusakan. Cek kondisinya, apakah getas atau mengeras. Agar umur aki maksimal, pengisian ulang daya aki juga tidak bisa sembarangan. Besar ampere pengisian adalah 1/10 kapasitas aki. Misalnya kapasitas aki 50 Ampere, arus pengisiannya sebaiknya 5 Ampere saja. Untuk pengisian daya ulang aki kering, sebaiknya gunakan  charger full automatic. Jika menggunakan charger konvensional resiko sel aki meledak.

Salah Kaprah Soal Aki Kering

Ternyata, tidak sedikit pemilik kendaraan yang salah kaprah soal aki kering alias Maintenance Free (MF). Banyak yang beranggapan bahwa aki kering berisi benda padat di dalamnya. Apa benar begitu?

Pada kenyataannya, aki kering tetap berisikan cairan. Untuk dapat menghasilkan listrik, ada reaksi antara sel-sel positif dan negatif dengan elektrolit (air aki zuur). Lalu dikemas dengan desain khusus yang mampu menekan tingkat penguapan air aki. Uap aki yang terbentuk akan mengalami kondensasi sehingga Kembali menjadi air murni yang menjaga level air aki terus dalam kondisi ideal.

Dengan begitu, jangan heran bila membeli aki kering akan mendapatkan botol cairan. Dalam pemasarannya, produsen aki memberikan pilihan yang sudah ada cairan di dalamnya dan kemasan cairan yang terpisah.

Bukan tanpa alasan, cairan yang terpisah bertujuan agar aki baru benar-benar aktif saat akan dipakai. Hal ini karena cairan elektrolitnya akan generate setrum saat diisi. Untuk model ini memang dirasa kurang praktis karena harus menuang sendiri cair aki.

Untuk model aki yang sudah berisikan cairan, pemilik kendaraan bisa langsung memasang aki di kendaraan. Namun bukan tanpa kelemahan, aki yang sudah diisi setrum dari pabrik bila disimpan terlalu lama di toko atau gudang, performa setrumnya bisa berkurang.

Baca Juga : AKI BASAH ATAU KERING, MANA YANG LEBIH BAIK?

Perlu diingat saat membeli aki kering untuk kendaraan, harus disesuaikan dengan rekomendasi pabrik. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kembali ke atas