nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home ┬╗ Absorber

Tag: Absorber

Kenali Rusaknya Shock Absorber Atau Sokbreker Belakang Motor

Shock absorber atau sokbreker merupakan salah satu komponen suspensi motor. Shock absorber didesain untuk menyerap atau menghambat gerak kompres dan meregang dari per. Sekaligus mengendalikan gerakan bebas dari per. Kondisi shock absorber penting untuk menjaga kestabilan berkendara motor. Jadi penting untuk mewaspadai jika beberapa gejala kerusakan ini muncul.

Shock absorber belakang motor tergolong memiliki masa pakai yang relatif lama. Tapi ketika usia motor sudah mencapai atau lebih dari 2 tahun, pengecekan kondisi shock absorber perlu dilakukan lebih detail. Meski tak berlaku merata, tapi umumnya pada usia motor itu sudah muncul gejala kerusakan shock absorber.

Boleh dibilang shock absorber belakang motor memiliki beban kerja yang berat. Mayoritas beban yang diangkut motor ditopang oleh suspensi belakang. Bisa jadi shock absorber pun bisa lebih dulu rusak ketimbang depan. Ada beberapa cara untuk mengenali gejala kerusakan awal shock absorber belakang motor.

Mendeteksi kerusakan dengan cara melihat kondisi fisiknya menjadi cara pertama. Area yang perlu diperhatikan adalah jika ada oli yang meleleh di bagian tabung dan as. Jika didapati ada oli di situ, perlu segera diperbaiki atau diganti.

Baca Juga : Sokbreker Depan Motor Rawan Bocor

Cara berikutnya adalah dengan mengendarai motor dengan berboncengan. Jika mendapati bagian belakang motor bergerak naik turun lebih dari 2 kali saat melewati polisi tidur atau lubang, artinya shock absorber sudah tidak berfungsi atau hanya per yang bekerja.

Mengatasinya adalah dengan mengganti seal karet dan mengisi ulang oli shock absorber. Tapi usia pakainya sulit diprediksi, tergantung pemakaian berikutnya. Lebih aman memang mengganti shock absorber baru.

Untuk memperpanjang usia pakai shock absorber, sebaiknya hindari mengangkut beban melebihi kapasitas angkutnya. Dengan beban berlebih, suspensi bekerja lebih keras dan tidak bekerja optimal serta komponen shock absorber lebih cepat aus. Upayakan menghindari atau melaju pelan di jalan berlubang. Begitu pula melindas lubang atau gundukan dengan kecepatan tinggi yang memaksa suspensi bekerja keras.

Cara Merawat Shock Absorber Belakang Motor

Shock absorber merupakan komponen yang berfungsi sebagai peredam getaran atau guncangan yang berasal dari kontur permukaan jalan. Manfaat dari shock absorber ini tidak terlalu dapat dirasakan saat melaju lurus di jalan yang halus. Berbeda saat sedang berkendara di jalan yang tertentu. Seperti di jalan rusak, bergelombang, polisi tidur, tinggi permukaan jalan tidak sama, maupun saat menikung.

Keberadaan shock absorber ini sangat membantu karena daya pegas naik-turun yang dihasilkan per pun diredam dan hal itu membuat berkendara lebih nyaman. Termasuk ketika berboncengan. Oleh karena itu, shock absorber perlu dirawat dengan beberapa cara ini sehingga kondisinya tetap prima dan tetap layak digunakan.

Baca juga : Mengapa Shockbreaker bisa Bocor ? Apa Solusinya ?

  1. Bagi pemilik yang peduli dan rajin mencuci motor, tentu tidak perlu khawatir mengenai kebersihan shock absorber. Karena menjaga kebersihan shock absorber penting dilakukan agar terhindar dari seal lecet atau robek. Karena ketika seal robek, dapat menyebabkan oli di dalam shock absorber bocor sehingga membuat kualitas peredaman menurun.
  2. Kondisi jalan yang dilewati tentu mempengaruhi kondisi motor. Jalan yang halus akan membuat shock absorber lebih awet. Sebaliknya, memilih rute dengan permukaan jalan tidak rata, berbatu, atau berlubang dapat membuat shock absorber lebih cepat rusak.
  3. Tidak perlu memasang anting di shock absorber belakang motor. Selain membuat kurang nyaman, anting tersebut dapat membuat shock absorber tidak bisa berfungsi secara optimal.
  4. Pastikan berat beban yang dibawa tidak berlebihan.
  5. Ganti oli shock absorber. Karena ketika suspensi motor sudah tidak prima, bisa jadi pegas yang ada di dalam sudah butuh diberikan oli lagi. Biasanya oli shock diganti setiap 2 sampai 3 tahun sekali, tapi jika memang sudah mulai tidak nyaman, segera diganti.
Cara Deteksi Kerusakan Shock Absorber Mobil

Fungsi shock absorber dalam sistem suspensi mobil, tentu sangat penting. Selain sebagai peredam kejut dari permukaan jalan, shock absorber juga berfungsi untuk menjaga traksi ban agar selalu mencengkram permukaan jalan. Seperti komponen lain, shock absorber juga punya masa pakai dan bisa rusak. Bagaimana cara mendeteksi kerusakannya? Simak artikel ini selengkapnya.

PERHATIKAN KONDISI FISIK

Lihat kondisi fisik shock absorber, apakah ada rembesan oli di sekitar as dan tabung shock absorber? Jika kalian menemukan rembesan oli, bisa dipastikan kondisi shock absorber sudah rusak. Jika kalian melihat karet pelindung debu yang sudah sobek, segeralah ganti. Karena debu yang menyusup diantara as dan sil tabung shock absorber, jadi penyebab utama kebocoran. Kondisi fisik mobil juga bisa mengindikasikan adanya kerusakan shock absorber. Parkir mobil di tempat yang rata, jika mobil condong miring ke satu sisi, berarti shock absorber di sisi itu sudah lemah.

MANFAATKAN SPEED BUMP

Speed bump atau polisi tidur, pada hakikatnya berguna untuk membatasi kecepatan.

Namun ternyata memiliki fungsi khusus dalam hal mendeteksi kerusakan shock absorber. Perhatikan bantingan shock absorber saat melewatinya. Jika kondisi shock absorber masih baik, maka mobil hanya akan membanting satu kali. Satu kali artinya, mobil mengayun ke bawah satu kali, lalu kembali ke posisi semula. Jika sudah mulai rusak, bantingannya bisa lebih dari satu kali atau bahkan berkali-kali tergantung tingkat kerusakan. Untuk shock absorber belakang, sebaiknya Anda menanyakan testimoni dari penumpang belakang. Apakah terasa memantul berlebih ketika melewati jalan rusak dan ketika melewati speed bump? Jika iya, siapkan anggaran untuk menebus penggantinya.

Baca Juga : Cara Merawat Shock Absorber Belakang Motor

KETIKA DIKEMUDIKAN

Untuk mengetahui kerusakan shock absorber ketika dikemudikan, kita dituntut untuk lebih sensitif dalam mengemudi. Berikut adalah indikator yang menunjukan jika shock absorber Anda sudah rusak. Pertama, jika Anda mengemudi dengan kecepatan tinggi, kemudi mobil seperti terasa melayang dan sulit untuk dikendalikan. Kedua, jika kita melintasi speed trap yang berupa beberapa gundukan berjajar, maka laju mobil akan goyang ke kanan dan kiri.

Kembali ke atas