nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » ABS

Tag: ABS

Mengenal Sistem ABS, EBD dan BA

Mengenal Sistem ABS, EBD dan BA

Sistem ABS, EBD dan BA

Sistem rem dibutuhkan tiap kendaraan untuk dapat menghentikan lajunya. Selain konstruksi, teknologi sistem rem kendaraan pun terus dikembangkan hingga penambahan beberapa fitur krusial untuk meningkatkan kerja sistem rem. Seperti teknologi ABS (Anti-lock Brake System), EBD (Electronic Brake force Distribution) dan BA (Brake Assist).

Ketiga tambahan fitur pada sistem rem itu dirancang memiliki peran masing-masing untuk meningkatkan kemampuan sistem rem di sektor safety berkendara secara keseluruhan. Jadi sistem rem tak lagi hanya untuk mengurangi laju kendaraan, tapi juga meningkatkan safety bagi pengendara. Lalu, apa peran setiap fitur tambahan yang telah terintegrasi dengan sistem rem kendaraan itu?

Sistem ABS

Anti-lock Brake System adalah sistem yang dirancang untuk mencegah terjadinya ban mengunci (ban tidak berputar) saat pengemudi menginjak pedal rem secara penuh (panic brake). Tujuannya, meski dengan kondisi pengereman penuh tapi pengemudi tetap dapat mengarahkan kendaraannya. Sehingga dapat menghindari dari objek tertentu.

Sementara sistem rem tanpa ABS, ban akan mengunci ketika pengereman penuh. Hal itu membuat pergerakan kendaraan tidak bisa diarahkan oleh pengemudi dan hanya bisa bergerak lurus.

Sistem ABS ini bekerja dengan cara menekan dan melepaskan kampas rem dengan berulang secara otomatis sebelum ban mengunci. Makanya ketika sistem bekerja, normalnya pedal rem terasa berdenyut. Untuk dapat bekerja sistem ABS ini membutuhkan sensor, katup rem dan ECM (electronic control module) untuk bisa bekerja.

Baca juga : Rem tromol motor tidak pakem ini penyebabnya

Sistem EBD

Sesuai namanya, Electronic Brake force Distribution, sistem ini dapat memilah dan mendistribusikan daya pengereman ke semua roda sesuai kebutuhan dan kondisi berkendara. Sistem ini dibuat karena setiap roda memiliki kebutuhan daya pengereman yang berbeda di saat pengereman dilakukan.

Seperti saat kendaraan menikung, kebutuhan daya pengereman pada sistem rem antara roda kanan dan kiri berbeda. Begitu pula saat kendaraan membawa beban berat maka kebutuhan daya pengereman roda depan dan belakang juga akan berbeda. Sistem EBD ini bekerja dengan mengatur penyaluran tekanan hidraulis ke sistem rem pada tiap roda sesuai kebutuhan.

Sistem BA

Salah satu fitur bantuan aktif bagi pengemudi, Brake Assist merupakan sistem yang menyediakan tekanan rem lebih besar dari normal untuk membantu sistem rem bekerja lebih cepat ketika pengemudi menginjak pedal rem mendadak. Sehingga, pada kondisi pengereman mendadak atau darurat, sistem rem bisa langsung bekerja dengan kemampuan maksimalnya seperti yang diinginkan pengemudi.

Walau pedal rem diinjak tidak penuh, ECU akan memerintahkan sistem secara otomatis menambahkan tekanan rem karena sensor membaca perpindahan kaki yang mendadak dari pedal gas ke pedal rem.

 

 

Penyebab Rem ABS Mobil Tidak Optimal

Sebagai salah satu fitur keselamatan mengemudi di mobil, Anti-lock Braking System (ABS) dapat menjaga mobil tetap dapat dikendalikan meski dalam kondisi pengereman penuh. Tapi sistem ini bisa mengalami gangguan, malfungsi atau tidak bekerja optimal saat dibutuhkan. Beberapa faktor bisa menjadi penyebabnya dan perlu diwaspadai pengguna kendaraan.

Salah satu penyebab munculnya gangguan atau malfungsi ABS adalah kerusakan pada kabel sensor. Sensor ABS terletak di kaliper rem dan kabelnya dapat mengalami gangguan seperti putus akibat benturan, kesalahan saat melakukan reparasi kaki-kaki mobil, atau digigit binatang pengerat.

Putusnya koneksi kabel sensor ABS ini bisa membuat kerja sistem ABS tidak optimal atau malfungsi. Tapi tidak hanya kabel sensorABS, sensornya pun juga dapat mengalami gangguan. Masalah ABS paling umum terjadi adalah ketika sensor terkontaminasi dengan serpihan atau serpihan logam.

Pada tahap ini, pengereman mobil tetap bisa dilakukan tapi dengan metode seperti sistem pengereman non ABS. Putusnya kabel sensor ABS juga ditandai dengan indikator ABS di panel instrumen menyala. Sehingga perlu pemeriksaan pada sistem ABS. Biasanya bengkel besar menggunakan scanner untuk melakukan pengecekan seluruh sistem rem.

Baca Juga : Mengenal Sistem ABS, EBD dan BA

Penyebab berikutnya adalah minyak rem yang sudah mengalami penurunan volume dan kualitas. Minyak rem bisa terkontaminasi dan unit kontrol hidraulis gagal berfungsi. Mengganti minyak rem bisa dilakukan saat perawatan mobil berkala untuk mencegah sistem rem mengalami gangguan atau malfungsi. Termasuk membersihkan tabung minyak rem dari kotoran yang dapat menghambat aliran di dalam sistem.

Tidak melakukan penggantian ban meski sudah botak juga dapat menghambat kerja sistem ABS. Sistem ABS tidak dapat bekerja efektif jika tapak ban sudah botak. Hal itu karena ban akan terus kehilangan traksi saat rem ABS bekerja.

Selain membuat jarak pengereman jadi lebih jauh dari kondisi normal, juga berdampak pada pengemudi kesulitan untuk mengendalikan arah mobil saat pengereman mendadak. Fungsi utama dari sistem ABS tidak tercapai karena mobil terus menggelosor dalam satu garis lurus saat pengereman.

Ternyata Ini Manfaat Rem ABS di Motor

Fitur pengereman Anti-lock Braking System atau ABS telah lebih dulu diaplikasikan pada kendaraan roda empat. Kini, pengereman ABS sudah tidak asing digunakan oleh kendaraan roda dua atau motor. Tentunya teknologi ini dipakai untuk meningkatkan unsur keselamatan pada kendaraan. Saat berkendara, kadang situasi pengeraman mendadak (panic brake) tidak dapat dihindarkan.

Lantas, apa manfaat teknologi ABS untuk motor saat mendapatkan situasi tersebut?

Baiknya, kita simak dulu cara kerja rem ABS pada motor. Ketika motor sedang berjalan, speed sensor yang ada pada ABS membaca kecepatan dari roda depan dan belakang. Suatu ketika sensor membaca kecepatan ada yang tidak sama, maka akan diinformasikan ke ECU. Dari situ akan dibawa ke modulator.

Lalu ECU akan menghidupkan solenoid. Yang terjadi, tekanan fluida pada kaliper akan dikurangi, dipertahankan dan naik Kembali. Bila salah satu roda tidak sama kecepatannya, bisa terjadi selip. Oleh sebab itu, ECU akan menyesuaikan agar terjadi pengeraman. ABS akan membantu biar roda tidak mengunci ketika  terjadi pengereman.

Baca Juga : Penyebab Rem ABS Mobil Tidak Optimal

Memang fungsi ABS di motor tidak secara instan membuat rem motor lebih pakem. Namun pemotor akan dibantu untuk menstabilkan motor ketika bertemu dengan situasi harus mengerem mendadak. Terlebih, situasi tersebut datang ketika jalan sedang licin akibat hujan atau jalan berpasir. Dalam situasi terburuk, premotor dapat melakukan pengereman sambil menghindari objek yang ada di depan. Hal seperti ini sangat sulit dilakukan pada motor non ABS.

Agar fitur ABS bekerja secara optimal, Deltalube 797 Super Brake Fluid Dot 3 merupakan minyak rem yang sesuai dengan kebutuhan sistem pengereman pada kendaraan bermotor penumpang terkini.

Dengan boiling point (titik didih) yang tinggi, Deltalube 797 Super Brake Fluid Dot 3 mampu untuk meningkatan kemampuan sistem pengereman pada kendaraan bermotor penumpang. Semua itu mengacu pada FMVSS (Federal Motor Vehicle Safety Standards) No. 116 mengenai Motor Vehicle Brake Fluids.

Kembali ke atas