nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home ┬╗ Perbedaan Warna Pada Radiator Coolant

Perbedaan Warna Pada Radiator Coolant


Bagi kalian pengguna mobil atau sepeda motor dengan sistem pendingin air, mungkin akan sadar bahwa radiator coolant punya warna yang beragam. Umumnya ada yang warna hijau, orange, biru, pink, dan orange. Lantas apakah perbedaan warna ini puny arti khusus? Yuk kita bahas.

Warna Coolant dan Jenis Aditifnya

Pertama-tama, perlu kita ketahui bahwa warna pada radiator coolant awalnya merujuk pada jenis aditif yang digunakan. Artinya, setiap warna mencerminkan jenis aditif tertentu. Meskipun begitu, karena tidak ada regulasi resmi mengenai penggunaan warna coolant dalam industri ini, produsen coolant bebas memilih warna tanpa standar baku yang jelas.

Jenis Aditif Coolant

Secara umum, radiator coolant dibedakan menjadi tiga jenis aditif utama, yaitu Inorganic Acid Technologi (IAT), Organic Acid Technology (OAT), dan Hybrid Organic Acid Technology (HOAT). Mari kita bahas masing-masingnya.

1. Coolant Jenis IAT (Warna Hijau)

Coolant jenis IAT menggunakan aditif anti-karat berupa silicate dan phosphate. Biasanya berwarna hijau, coolant ini dirancang khusus untuk kendaraan dengan teknologi lama, diproduksi sebelum tahun 2000. Jadi, jika mobil atau motor Anda masih setia melayani dari era sebelumnya, coolant hijau ini mungkin yang paling sesuai.

2. Coolant Jenis OAT (Warna Orange)

Coolant OAT menggunakan aditif Organic Acid sebagai anti-karat. Warna orange menjadi ciri khasnya. Dirancang untuk kendaraan yang relatif lebih muda, diproduksi setelah tahun 2000. Jadi, jika Anda memiliki kendaraan terkini, pilihan coolant orange ini bisa menjadi opsi yang baik.

3. Coolant Jenis S-HOAT (Warna Orange atau Ungu)

S-HOAT menggunakan aditif campuran antara Silicate dan Organic Acid. Coolant ini biasanya memiliki warna orange atau ungu. Meskipun tidak sepopuler jenis-jenis sebelumnya, S-HOAT dapat menjadi pilihan menarik untuk beberapa kendaraan.

4. Coolant Jenis P-HOAT (Warna Pink atau Biru)

Terakhir, P-HOAT menggunakan aditif campuran antara Phosphate dan Organic Acid. Coolant jenis ini cenderung berwarna pink atau biru. Ideal untuk kendaraan tertentu, pilihan warna yang unik ini bisa memberikan sentuhan estetika pada sistem pendingin Anda.

Baca juga : Cara Mengatasi Masalah Cairan Radiator yang Bercampur dengan Oli Mesin

Meskipun warna coolant pada dasarnya tidak memiliki standar baku yang mengikat, pemilihan jenis aditif dan warna tertentu dapat disesuaikan dengan jenis kendaraan dan tahun produksinya. Sebagai pemilik kendaraan, mengetahui perbedaan ini dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat dalam merawat sistem pendingin mobil atau sepeda motor Anda. Jadi, pilihlah coolant dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan kendaraan Anda!

pbnbigesdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas