nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Mobil 4WD Vs AWD, Apa Bedanya?

Mobil 4WD Vs AWD, Apa Bedanya?


Mobil 4WD Vs AWD, Apa Bedanya?

Mobil 4WD VS AWD , Mobil sejatinya dilengkapi sistem penggerak yang disesuaikan

Mobil sejatinya dilengkapi sistem penggerak yang disesuaikan dengan kebutuhan awal dibuatnya mobil tersebut. Termasuk sistem penggerak 4 roda. Tapi pemahaman tentang mobil dengan 4WD (four-wheel drive) dan AWD (all-wheel drive) masih belum banyak diketahui. Lalu apa perbedaan keduanya?

Sistem 4WD bisa dikatakan menjadi yang paling lazim dan familiar di telinga orang awam. Normalnya diciptakan untuk mobil yang didesain khusus melibas jalan tanah (off-road). Seperti Jeep Wrangler, Toyota Land Cruiser, Land Rover Defender, hingga Mercedes-Benz G-Class.

Sistem ini menterjemahkan tenaga dari mesin menuju transmisi kemudian membagi rata keempat rodanya. Dalam bahasa yang sederhana, keempat roda berputar secara bersamaan. Sistem 4WD sangat efektif digunakan untuk bermanuver dalam kondisi jalan yang ekstrem atau saat ban kesulitan mendapat traksi. Untuk mengaktifkan, biasanya sistem 4WD ini dapat dipilih oleh pengemudi secara manual melalui transfer case.

Sayangnya sistem ini kurang bersahabat dalam hal penggunaan sehari-hari. Bahkan hal sepele seperti berputar arah saja akan sangat menyulitkan saat sistem ini aktif. Roda di sisi dalam tikungan seharusnya berputar lebih lambat dari bagian luar, agar mobil mudah bermanuver. Berbeda saat 4WD aktif yang membuat putaran ban bagian dalam dan luar selalu sama karena terkunci. Akibatnya Anda akan mendengar suara mendecit pada ban.

Sedangkan AWD adalah sistem yang lebih modern dan sedikit lebih rumit. Sistem ini diciptakan untuk dapat menterjemahkan tenaga dari mesin keempat roda dengan lebih pintar, baik melalui proses fisik dengan differential atau secara elektronis memanfaatkan sistem pengereman mobil demi mempertahankan traksi yang berbeda-beda di setiap roda.

Baca Juga : perbandingan mobil double cabin terbaik

Berbeda dengan 4WD, sistem AWD tidak perlu diaktifkan oleh pengemudi. Semua pengoperasiannya sudah otomatis dan selalu aktif. Sistem ini diatur Engine Control Unit (ECU) untuk bekerja. Sensor yang ada di tiap roda memonitor traksi, putaran dan beberapa data lainnya secara berkesinambungan. Dari data itu, ECU akan menganalisis kondisi traksi dan memilih roda dengan traksi terbaik yang diberi transfer tenaga.

AWD memang tidak sehebat 4WD dalam kemampuan melahap kondisi off-road ekstrem di kecepatan rendah. Sebut saja seperti kegiatan rock crawling. Tapi, sistem ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengendalian mobil dan efeknya memberikan rasa aman di segala cuaca dengan stabilitas mobil yang lebih baik, termasuk berkendara di dalam kota.

Makanya sistem AWD banyak diadopsi sedan, station wagon, crossover, dan SUV. Kerumitan sistem ini juga membuat biaya perawatannya lebih tinggi. Tapi memastikan sistem bekerja dengan baik adalah hal krusial bagi keselamatan berkendara.

pbnbigesdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas