nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home ยป Mengenal Camshaft Mesin Mobil – Deltalube

Mengenal Camshaft Mesin Mobil – Deltalube


Bagi pecinta otomotif, komponen mesin yang bernama camshaft mungkin sudah tidak asing lagi. Camshaft juga dikenal dengan nama poros nok atau noken as. Camshaft ini bisa ditemui di bagian kepala silinder. Hal inilah yang menjadikan camshaft begitu penting.

Secara umum alasan penamaan camshaft ini berasal dari bentuknya yang menyerupai poros dengan bagian-bagiannya. Bentuknya yang sangat kompleks inilah yang dijadikan alasan pembuatannya memakai baja tuang supaya kuat dan tangguh. Baik akibat benturan maupun dari panas. Lalu apa saja fungsi dan bagaimana cara kerjanya?

Fungsi pertama dari camshaft adalah pengatur klep atau katup (valve) supaya sesuai dengan firing order sistem pengapian yang ada. Yang bertugas pada fungsi ini adalah bagian camshaft dinamai cam lobe. Bagian dari camshaft ini memiliki desain lebih lonjong dibandingkan bagian lainnya.

Fungsi lainnya adalah untuk memutar poros distributor. Sebenarnya sudah tidak semua mobil memiliki distributor. Tergantung tipe mesin yang digunakan. Biasanya distributor terletak pada sistem pengapian.

Selain itu, camshaft juga sebagai alat penggerak fuel pump mesin mobil. Saat ini tidak semua mobil menggunakan fuel pump dan khusus fungsi ini berlaku untuk mesin mobil dengan fuel pump jenis mekanikal.

Baca Juga : Ciri Fuel Pump Mobil Mulai Lemah

Fungsi terakhir dari camshaft adalah tempat penyensoran untuk mendeteksi setiap putarannya sendiri. Melalui fungsinya yang ini camshaft bisa dengan mudah memastikan setiap sudut putaran yang akan dilakukan tanpa menimbulkan kecacatan dan kerusakan bagian lainnya. Hal ini berkaitan erat dengan cara kerjanya.

Pada saat posisi menekan, maka posisi lobe camshaft mendorong valve lifter apabila menggunakan mekanisme katup overhead valve (OHV), atau rocker arm bila menggunakan mekanisme katup overhead camshaft (OHC). Penekanan ini menyebabkan rocker arm mengungkit dan menekan batang klep. Akibat tekanan yang semakin kuat maka tekanan ini mampu menekan pegas sehingga klep dapat membuka. Penekanan ini mencakup klep masuk dan buang.

Pada saat posisi cam lobe tidak menekan valve lifter atau rocker arm, maka tidak ada tekanan yang mendorong klep untuk menekan pegas. Akibatnya kekuatan pegas menarik klep ke posisi semula yaitu menutup. Hal ini yang menyebabkan klep tidak bekerja atau terbebas.

pbnbigesdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas