nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home ┬╗ Memilih Oli Mesin yang Tepat Untuk Motor Bore-up

Memilih Oli Mesin yang Tepat Untuk Motor Bore-up


Untuk sebagian pemilik motor, performa yang dihasilkan tunggangannya tidak cukup memuaskan hasrat berkendara bila hanya standar keluaran pabrik. Oleh sebab itu, tidak sedikit pemilik motor yang meningkatkan performa motornya dengan cara memodifikasi. Salah satu langkah yang kerap ditempuh adalah dengan bore up mesin. Setelah meningkatkan performa mesin dengan cara bore up, bagaimana soal perawatannya?

Secara garis besar, perawatan mesin yang sudah bore up tidaklah serumit yang dibayangkan. Namun, seperti kendaraan pada umumnya, perawatan harus tetap dilakukan secara rutin.

Sebagai gambaran, mesin yang sudah bore up menggunakan diameter piston yang lebih besar ketimbang standarnya. Yang terjadi, pembakaran semakin besar dan friksi yang dihasilkan semakin besar pula. Panas yang dihasilkan pun lebih tinggi, tentu berpotensi memperbesar risiko penguapan oli mesin. Dengan begitu, mesin bore up membutuhkan kualitas oli yang lebih baik. Harus diperhatikan mulai dari base oil dan paket aditif untuk menjatuhkan pilihan. Kandungan aditif oli memberikan kontribusi pada tingkat efisiensi dan perlindungan terhadap mesin. Alhasil pelumasan akan lebih baik.

Perlu juga diperhatikan kekentalan atau viskositas oli yang akan digunakan. Bila menggunakan yang kental, justru akan menghambat kinerja komponen mesin. Begitu juga dengan volume oli yang wajib diperhatikan, agar tenaga mesin dapat mencapai titik maksimal. Ada baiknya untuk menggunakan oli yang base oil dan paket aditif yang lebih berkualitas pada mesin bore up agar selalu dapat melindungi.

Penggunaan oli mesin dengan performa tinggi dan viskositas yang sama dengan mesin standar juga bisa dilakukan. Karena pada umumnya yang dibutuhkan dari oli performa tinggi adalah aditif anti wear yang lebih banyak dari oli biasa.

Baca Juga : Mengenal Bore-up dan Stroke-up Mesin Motor

Tidak lupa dengan waktu penggantian oli. Bila pada motor standar penggantian di angka 2.500-3.000 Km, maka untuk mesin bore up bisa dimajukan menjadi setiap 2.000-2.500 Km. Tentu ada alasannya, karena mesin jadi lebih boros oli. Biasanya volume oli lebih cepat berkurang untuk mesin bore up. Sedikit tips dari kami, agar setiap pemakaian 300-500 Km biasakan cek oli melalui deep stick agar volume oli selalu terpantau. Dengan begitu risiko kerusakan komponen bagian dalam mesin dapat diminimalisir.

pbnbigesdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas