nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Ini Kata Undang-Udang Soal Pemakaian Roof Box

Ini Kata Undang-Udang Soal Pemakaian Roof Box


Saat ini tidak jarang tampak mobil memakai roof box sebagai perangkat tambahan. Secara fungsi, roof box sangat membantu ketika bepergian jarak jauh. Terlebih pada mobil yang memiliki ruang penyimpanan atau bagasi terbatas. Biasanya kabin mobil digunakan secara maksimal untuk kenyamanan penumpang, tapi barang bawaan tidak terakomodir untuk berada di dalam mobil. Roof box bisa menjadi solusi untuk kondisi di atas.

Namun keberadaan roof box di mobil kerap menimbulkan pro dan kontra. Sebagian pihak mengatakan bahwa penggunaan roof box di mobil menyalahi aturan yang ada. Sedangkan bagi para penggunanya berdalih asalkan dipasang sesuai prosedur keselamatan. Lantas, bagaimana kata Undang-Undang?

Sejatinya, roof box adalah kompartemen tambahan yang dipasang pada atap mobil. Berkaca pada Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) nomor 22 tahun 2009 menjelaskan aturan tersebut. Pada pasal 50 ayat 1 menjelaskan modifikasi sebagaimana roof box yang disematkan pada mobil, harus dilakukan uji tipe sebagaimana yang diatur dalam pasal 49 ayat 2.

“Uji tipe sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) huruf a wajib dilakukan bagi setiap kendaraan bermotor, kereta gandingan dan kereta tempelan yang diimpor, dibuat dan/atau dirakit di dalam negeri. Serta modifikasi kendaraan bermotor yang menyebabkan perubahan tipe,” bunyi Pasal 50 ayat 1. Kemudian kendaraan yang sudah dilakukan uji tipe ulang, harus dilakukan registrasi dan identifikasi ulang. Sebagaimana tertuang pada Pasal 52 ayat 4.

Dengan demikian, bisa disimpukan bahwa modifikasi menggunakan roof box harus disertakan hasil laporan modifikasi karena sudah melanggar rancangan teknis kendaraan sesuai peruntukannya.

Baca juga : Cara Cepat Menata Barang Bawaan Di Mobil

Memang bila dilihat dari kacamata keselamatan, dengan menambah beban di atap mobil sama saja memindahkan pusat gravitasi ke area lebih tinggi di atas. Titik keseimbangan mobil jadi berbeda dari biasanya. Akibat pergeseran titik garvitasi tersebut, pengemudi harus menyesuaikan cara mengemudinya. Salah satunya adalah dengan mengurangi kecepatan mobil sekitar 10 Km/jam dari batas normal.

Nah, dengan begitu pemakaian roof box pada mobil memang harus disikapi dengan bijaksana. Bagaimana caranya? Simak artikel berikutnya ya.

pbnbigesdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas