nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Ini Alasan Kenapa Oli Mesin Diesel Cepat Sekali Menghitam

Ini Alasan Kenapa Oli Mesin Diesel Cepat Sekali Menghitam


Jika kita perhatikan, oli mesin diesel cepat sekali menghitam. Padahal baru sebulan, bahkan seminggu kita ganti. Apakah olinya jelek, ataukah oli palsu? Tenang, jangan panik dulu. Oli yang lebih cepat menghitam pada mesin diesel, memang pasti terjadi.

Hal itu disebabkan proses pembakaran antara mesin diesel dan mesin bensin yang berbeda. Pada mesin mesin, campuran udara dan bahan bakar masuk ke ruang bakar pada proses hisap (intake) lalu kemudian dibakar pada saat langkah kompresi.

Sedangkan pada mesin diesel, bahan bakar disemprotkan seketika saat mesin melakukan langkah kompresi. Karena suhu dan tekanan kompresi yang sangat tinggi, bahan bakar diesel pun terbakar dengan sendirinya tanpa perlu letupan api dari busi.

Karena bahan bakar disemprot langsung saat langkah kompresi, ada potensi bahan bakar tidak cukup waktu untuk terbakar sempurna. Efek dari pembakaran tidak sempurna, adalah soot.

Sederhananya, soot adalah partikel dari bahan bakar yang tidak terbakar sempurna. Soot bercampur dengan oli mesin, melalui celah ring piston atau seal klep. Soot yang bercampur dengan oli ini lah, yang membuat warna oli menjadi hitam.

Produksi soot juga makin meningkat, jika pasokan udara ke ruang bakar minim. Seperti kita tahu, kompresi mesin  diesel yang tinggi, juga membuat mesin lebih kuat dalam menyedot udara. Efeknya, filter udara pun jadi lebih cepat kotor jika dibandingkan dengan mesin bensin di kondisi serupa.

Jika filter mampet, udara jadi minim masuk ke ruang bakar, terjadi pembakaran tidak sempurna

, timbul soot, dan oli mesin diesel jadi mengitam. Begitu singkatnya. Soot memang akan terperangkap di filter oli, efek dari aditif dispersant. Tapi itu ada batasnya, dan jika kadar soot sudah terlalu tinggi, maka akan timbul bahaya untuk mesin.

Soot adalah karbon, dan sifat karbon adalah abrasif. Oli dengan kadar soot tinggi, bisa berpotensi menggores dinding silinder saat proses pelumasan. Soot juga bisa merusak struktur kimia oli, dan membuatnya jadi lebih mengental. Jika sudah mengental, performa pelumasan tentu tidak maksimal.

Baca Juga : Dua Filter yang Wajib Diperhatikan di Mesin Diesel

Oli yang menghitam di oli mesin diesel memang bukan selalu berarti buruk. Selama kekentalan oli tidak berubah, dan masih dalam masa rentang pakai yang wajar, oli bisa dibilang masih layak pakai. Perlu diingat juga, jangan pernah telat ganti oli mesin diesel.

Lakukan penggantian sesuai interval rekomendasi pabrikan. Gunakan juga oli mesin diesel berkualitas seperti Deltalube Daily 757 Premium Diesel Oil SAE 15W-40 API CI-4 yang sangat cocok dipergunakan untuk mesin diesel modern dengan commonrail, turbo dengan exhaust gas recirculation (EGR).

Selain itu, Deltalube Daily 757 Premium Diesel Oil SAE 15W-40 API CI-4 juga sangat cocok dengan mesin yang menggunakan bahan bakar rendah sulfur.

pbnbigesdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas