nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Ganti Filter Udara atau Dibersihkan

Ganti Filter Udara atau Dibersihkan


Setiap motor, termasuk motor matic, telah dilengkapi saringan udara atau filter udara sebagai kelengkapan standar. Filter udara adalah salah satu komponen mesin motor yang bertugas menjaga kualitas udara tetap bersih, bebas dari debu dan material kasar. Di lain sisi, filter udara juga harus dapat memenuhi debit udara yang dibutuhkan mesin untuk proses pembakaran di ruang bakar. Tapi jika filter udara mesin motor matic sudah kotor, sebaiknya diganti atau cukup dibersihkan?

Filter udara mesin pada motor matic yang beredar saat ini, didesain menggunakan bahan serat halus yang tahan terhadap perubahan suhu. Begitu pula memiliki kerapatan pori-pori yang cukup ideal untuk menyaring kotoran, serta dilapisi minyak khusus yang berfungsi sebagai penangkap partikel debu berukuran kecil.

Jika filter udara mesin motor matic sudah kotor, umumnya bengkel akan membersihkannya dengan menyemprotkan udara bertekanan hingga filter tampak bersih. Sebenarnya, menyemprotkan udara bertekanan secara frontal justru dapat merusak material penyaring. Karenanya, saat dipasang kembali dan motor digunakan, kotoran lebih leluasa masuk ke ruang bakar. Akibatnya, proses pembakaran terganggu, performa menurun dan konsumsi bahan bakar makin boros.

Baca Juga : Untung Rugi Melepas Filter Udara

Selain itu, menyemprotkan udara bertekanan ke arah filter juga hanya membersihkan kotoran atau debu pada permukaannya saja. Sementara di sisi dalam tetap kotor. Pori-pori filter yang berfungsi menahan kotoran dibantu minyak, membuat kotoran yang sudah menempel sulit lepas. Jika filter udara itu kembali digunakan, artinya kotoran akan terus menumpuk hingga membuatnya tersumbat dan menghambat kerja mesin.

Maka dari itu, filter udara yang sudah kotor tidak dapat dibersihkan baik dengan pencucian maupun peniupan. Di beberapa produk filter udara standar dari pabrik malah sudah dicantumkan kalau filter udara tidak dibersihkan. Mayoritas filter jenis ini juga dirancang untuk satu kali pakai sehingga direkomendasikan untuk melakukan penggantian filter udara jika sudah kotor.

Penggantiannya dilakukan dengan patokan jarak tempuh kendaraan. Ada yang berkisar 15.000-20.000 km seperti pada buku panduan servis. Namun, jika motor sering digunakan di area atau jalan yang berdebu, sebaiknya penggantian filter udara mesin dilakukan lebih dini meski patokan jarak tempuh belum tercapai.

 

 

 

pbnbigesdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas