nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Cara Mendeteksi Kerusakan Turbocharger Mobil

Cara Mendeteksi Kerusakan Turbocharger Mobil


Saat ini, makin banyak mesin mobil yang sudah menggunakan turbo. Penggunaan turbo pada mesin mobil, memang memberikan banyak manfaat, seperti peningkatan tenaga mesin, efisiensi bahan bakar, bahkan untuk mereduksi emisi. Tapi Bro Deltalube jangan lalai dengan komponen turbo ini ya. Karena seperti komponen lainnya, turbo juga bisa rusak. Untuk tahu Cara Mendeteksi Kerusakan Turbocharger Mobil, simak artikel ini selengkapnya.

Asap Tebal dari Knalpot

Jika knalpot mobil mengeluarkan asap putih kebiruan saat mesin berputar pada rpm tinggi, kita perlu curiga. Kepulan asap tebal itu bisa disebabkan oleh oli yang melumasi komponen turbo bocor, sehingga oli mesin masuk ke dalam ruang bakar. Perlu diketahui sebelumnya, oli mesin juga ikut bersirkulasi dalam turbo untuk melumasi komponen berputar dan sebagai sistem pendinginan komponen turbo.

Terdapat komponen berupa ring pada as kipas yang berfungsi untuk menahan kebocoran oli, umumnya berbentuk seperti ring piston. Jika ring ini sudah aus atau bahkan patah, oli akan bocor dan mengalir menuju intake manifold bersama udara, dan itu terbakar di ruang bakar. Hasilnya adalah asap putih mengepul yang keluar dari knalpot. Jika pada mesin diesel, asap putih itu muncul bersamaan dengan asap hitam khas mesin diesel.

Bunyi Kasar dari Turbo

Untuk mendeteksi bunyi ini, kalian harus membuka kap mesin untuk memeriksa bunyi itu langsung dari unit turbonya. Jika Anda mendengarkan bunyi “krik” seperti bunyi kontak antar metal, bisa jadi pertanda kalau bushing atau bearing turbo sudah rusak.

Karena komponen itu sudah rusak, maka putaran turbin menjadi bergoyang sehingga bergesekan dengan housing atau corongnya. Jika dibiarkan, putaran kedua kipas yang bergoyang akan menimbulkan getaran yang lama-kelamaan akan membuat as kipas patah dan membuat kerusakan lebih besar pada komponen turbo.

Baca Juga : Ketahui Hal Ini Ketika Mengendarai Mobil Turbo

Bunyi Siulan Turbo yang Terlalu Keras

Ketika turbo berfungsi, akan terdengar suara seperti siulan yang semakin kencang seiring tingginya putaran mesin. Tapi harus waspada jika suara siulan terdengar tidak wajar atau terlalu keras. Sebaiknya ketika mobil Anda masih dalam kondisi baru perhatikan suara turbonya, jadi kita mempunyai patokan ketika suaranya sudah terdengar terlalu keras.

Suara siulan yang terlalu keras disebabkan oleh bilah kipas yang bengkok sehinggga membuat tabrakan udara yang tidak seharusnya. Jika dibiarkan, bilah bengkok ini bisa mengakibatkan getaran saat kipas berputar yang bisa mengakibatkan bushing atau bearing di cartridge rusak.

Untuk mencegah hal itu terjadi, cara termudahnya adalah dengan menggunakan oli mesin sesuai rekomendasi pabrikan. Biasanya mesin dengan turbo, membutuhkan oli khusus yang berspesifikasi untuk mesin turbo.

Untuk kendaraan diesel, bisa pakai Deltalube Daily 757 Premium Diesel Oil SAE 15W-40 API CI-4 yang sangat cocok dipergunakan untuk mesin diesel modern dengan commonrail, turbo dengan exhaust gas recirculation (EGR). Selain itu, Deltalube Daily 757 Premium Diesel Oil SAE 15W-40 API CI-4 juga sangat cocok dengan mesin yang menggunakan bahan bakar rendah sulfur.

pbnbigesdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas