nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home ┬╗ Cara Deteksi Kerusakan V belt

Cara Deteksi Kerusakan V belt


Tidak jarang dijumpai, motor matic yang mogok di jalan akibat V-belt transmisi CVT yang tiba-tiba putus. Umumnya, putusnya V-belt diakibatkan sudah lama tidak diganti atau jarak tempuhnya sudah lebih dari 20-25 ribu kilometer.

Melihat dari fungsinya, V-belt motor matic mirip rantai motor yakni berfungsi sebagai penghubung putaran dari crankshaft mesin menuju ke as roda belakang. Bila komponen ini putus, maka putaran dari mesin tidak akan tersalurkan ke roda belakang dan motor pun tidak bisa berjalan. Bisa juga membuat roller menjadi peang.

Jika dilihat dari kondisi V-belt sebelum putus, biasanya ada retak-retak akibat getas.  Tapi karena motor jarang dirawat, kondisi V-belt yang sudah retak pun tidak terdeteksi dan luput dari penggantian.

Retak pada V-belt bisa terlihat pada saat belt ditekuk keluar. Sisi samping gerigi belt, juga terlihat lebih ramping atau tajam jika dibandingkan V-belt normal. Hal itu artinya V-belt mengalami aus akibat bergesekan dengan puli. Jika sudah aus dan melar, biasanya muncul suara berisik dari CVT.

Baca Juga : Kenali Penyebab Putusnya Timing Belt

Pada kondisi V-belt yang sudah aus, maka akan memengaruhi akselerasi. Saat mulai melaju, muncul slip yakni laju motor tidak sesuai dengan putaran mesin. Hal itu akibat V-belt tidak lagi menyalurkan putaran mesin secara maksimal ke roda belakang.

V-belt yang mengalami keausan dini biasanya disebabkan karena kelebihan beban. Misalnya menggunakan ban berdiamter lebih besar atau sering bawa muatan berat. Faktor lainnya, as puli yang berkarat dan keringnya bearing puli. Hal ini membuat gerakan puli menjadi terhambat dan imbasnya kerja V-belt makin berat.

Bisa juga karena menempuh perjalanan panjang. Semisal sekali jalan, jarak tempuhnya mencapai puluhan atau lebih dari seratus kilometer tanpa berhenti. Jadi selain tanda fisik dan suara, sering melakukan perjalanan panjang seperti itu juga memungkinkan V-belt lebih cepat aus atau putus.

Hal itu bisa terjadi walau jarak tempuh pemakaian V-belt masih jauh di bawah 20 ribu kilometer. Sebaiknya lakukan perawatan motor matic secara berkala yang di dalamnya termasuk merawat komponen transmisi CVT.

pbnbigesdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas