nidebo.us

media informasi permainan game online yang seru

Home » Apa penyebabnya dan bagaimana mengantisipasi hal tersebut?

Apa penyebabnya dan bagaimana mengantisipasi hal tersebut?


Gagal Rem Pada Sepeda Motor

Beberapa waktu lalu telah menjadi viral dimana seorang pengendara dan seorang penumpang sepeda motor terlihat menabrak tumpukan karung-karung pasir yang ada di pinggir jurang. Kalau Kita lihat seksama, kejadian ini terjadi karena motor gagal melakukan pengereman saat turunan dan tikungan yang cukup tajam. Mungkin setelah melihat kejadian itu Anda menjadi bertanya-tanya, bagaimana bisa gagal rem bisa terjadi pada sepeda motor. Apa penyebabnya dan bagaimana mengantisipasi hal tersebut? ada bahasan kali ini Kita akan mengulas gagal rem yang terjadi pada sepeda motor.  Untuk itu, baca artikel ini sampai selesai yah.

Peristiwa gagalnya fungsi rem untuk memperlambat laju kendaraan memang cukup menyeramkan. Rem sebagai satu-satunya fitur untuk menahan laju kendaraan tidak berfungsi saat terlalu banyak digunakan. Gagal rem atau Vapor lock sendiri adalah istilah dalam dunia mesin, dimana ini adalah peristiwa cairan berubah menjadi wujud uap karena panas dari sekelilingnya. Pada kondisi ini regulator tekanan tidak dapat berfungsi dengan baik dan mengalami kegagalan karena adanya uap yang bercampur dengan cairan. Tidak berfungsinya rem cakram karena minyak rem terpengaruh panas yang berlebih di kampas maupun kaliper. Akibatnya ada gelembung udara dalam sistem rem. Ini kemudian yang membuat rem tidak pakem.

Masalah ini sebenarnya sudah ditanggulangi dengan penggunaan minyak rem berstandar US Departement of Transportation atau disingkat DOT. Kebanyakan penggunaan pada motor saat ini adalah DOT 3 yang memiliki titik didih hingga 205 derajat celcius. Untuk mencegah berkurangnya fungsi rem saat panas maka banyak yang memberikan solusi penggantian minyak rem menjadi DOT 4 yang memiliki titik didih lebih tinggi yakni 230 derajat celcius. Sehingga ketika rem yang semakin panas saat di jalan turunan dan mencapai titik didih air di 100 derajat celcius, masih dapat ditangani oleh rem.

Sebenarnya faktor lain pun bisa berpengaruh, jika saat turunan handle rem diremas, maka lama kelamaan daya cengkram rem justru berkurang. Melakukan pengereman terlalu lama dapat membuat logam cakram memuai, dan itu justru akan membuat permukaan logam licin sehingga pengereman jadi tidak maksimal. Sementara itu, jika saat turunan melakukan rem depan, maka bukan tak mungkin hal itu juga dapat terjadi masalah rem blong.

Penggantian kampas rem lama dengan baru serta minyak rem yang luput dari pegecekan juga sangat berpengaruh. Ketika Anda mengganti kampas baru, lalu merasakan kurang pakem ada baiknya segera ditangani. Karena bisa saja pemasangan yang kurang pas bisa menjadi faktor gagal rem tersebut.

Namun Kita harus mengetahui, bahwa melakukan rem bukan untuk menghentikan kendaraan yang Anda kendarai. Tapi rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan atau memperlambat laju kendaraan Anda. Proses berhentinya kendaraan Anda terjadi karena bertahap pada saat pengereman. Untuk itu, lebih baik menghindari pengereman cepat karena hasil yang didapat tidak akan maksimal. Karena melakukan pengereman sebenarnya membutuhkan timing yang pas, apalagi saat kendaraan Anda sedang melaju dengan cepat.

Jauh lebih baik Anda mengurangi kecepatan secara bertahap sehingga lebih bisa menimalisir terjadi vapor lock pada rem Anda. Jangan lupa untuk selalu melakukan perawatan rutin motor Anda. Apabila sudah merasa ada sesuatu yang kurang nyaman lebih baik segera motor Anda ke bengkel langganan Anda.

Lebih berhati-hati lah dalam berkendara, karena kecelakaan yang terjadi lebih sering karena kelalaian yang dilakukan. Semoga ulasan ini dapat memberikan pengetahuan bagi Anda dan menjadikan Anda lebih memahami kendaraan Anda.

pbnbigesdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas